BACAAJA, PATI – Banjir di Kabupaten Pati makin meluas. Menurut laporan Pemprov Jawa Tengah, total ada 59 desa di 15 kecamatan di Pati yang terdampak setelah hujan deras turun tanpa jeda.
Genangan air masuk ke rumah warga dan merusak sejumlah fasilitas. Tercatat 55 rumah terdampak, satu rumah rusak berat, dan lima rumah rusak sedang.
Kerusakan juga terjadi di infrastruktur. Ada 15 titik talud dan akses jalan yang terdampak, plus satu musala ikut terendam.
Bacaaja: Tiga Tewas dan Belasan Ribu Warga Terdampak Bencana Banjir-Longsor di Muria Raya
Bacaaja: Banjir Bandang dan Longsor Landa Jepara hingga Putus Akses Jalan, Warga Terisolasi
Sebagian warga sempat mengungsi. Sebanyak 15 kepala keluarga atau 46 jiwa ditampung di Balai Desa Doropayung.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Selasa (13/1/2026). Meski dampaknya luas, Pemprov Jateng belum berencana menetapkan status darurat bencana.
“Belum ada penetapan darurat bencana. Penanganan masih terkendali,” kata Ahmad Luthfi.
Menurutnya, pemerintah fokus menjaga aktivitas warga tetap jalan. Kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan logistik sudah disalurkan ke lokasi terdampak.
“Jangan sampai masyarakat terganggu aktivitasnya, terutama anak-anak sekolah,” ujarnya.
Selain banjir, Pati juga dilanda longsor di 10 desa pada tiga kecamatan. Total ada sekitar 121 titik longsor, 20 rumah terdampak, dan satu orang meninggal dunia.
Meski begitu, Pemprov menilai koordinasi Pemkab, OPD, TNI, dan Polri masih solid. Untuk sementara, status darurat belum dianggap perlu, sambil terus memantau perkembangan di lapangan. (bae)

