Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Peradi SAI Semarang Dukung Larangan Anak Punya Akun Medsos, Cegah Paparan Radikalisme
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Peradi SAI Semarang Dukung Larangan Anak Punya Akun Medsos, Cegah Paparan Radikalisme

R. Izra
Last updated: Maret 13, 2026 9:31 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ketua Komite Pendidikan DPC PERADI SAI Semarang, Imam Setiadi saat paparan dalam diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae)
Ketua Komite Pendidikan DPC PERADI SAI Semarang, Imam Setiadi saat paparan dalam diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pembatasan usia anak untuk mengakses media sosial mendapat dukungan dari kalangan advokat. DPC PERADI SAI Semarang menilai aturan ini penting untuk mencegah anak terpapar ideologi ekstrem di internet.

Ketua Komite Pendidikan DPC PERADI SAI Semarang, Imam Setiadi, mengatakan kematangan berpikir anak biasanya baru terbentuk saat akhir usia remaja. Karena itu, wajar jika pemerintah mengatur batas usia pembuatan akun digital.

“Tingkat kematangan usia itu mungkin di 17 tahun itu sudah bisa dianggap matang. Sehingga wajar pemerintah membuat regulasi untuk membuat yang bisa mengakses akun dan game itu adalah anak-anak yang usianya matang,” kata Imam saat diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026).

Bacaaja: Cerita Densus 88 Gagalkan Aksi Anak SMP di Jepara Mau Serang Teman
Bacaaja: Peradi SAI Kota Semarang Jalin Kerja Sama dengan BacaAja

Menurutnya, ideologi tidak muncul sejak seseorang lahir. Paham itu biasanya terbentuk dari informasi yang terus masuk, termasuk dari media digital.

“Ideologi itu di depan kita peroleh itu melalui sesuatu yang masuk ke dalam diri kita. Media itulah yang bisa menjadi pintu masuk ideologi yang tidak sejalan dengan konsep dasar negara kita,” ujarnya.

Advokat PERADI SAI lainnya, Ricky Sianturi, menilai regulasi seperti ini memang diperlukan. Sebab hukum sering tertinggal dari perkembangan teknologi dan dunia digital.

“Salah satu target mereka sudah tercapai yaitu adanya permen KomDigi yang membatasi usia anak untuk mempunyai akun Medsos,” kata Ricky.

Menurutnya, aturan dari Kementerian Komunikasi dan Digital itu diharapkan bisa menjadi langkah awal melindungi anak dari paparan konten kekerasan dan ideologi ekstrem di internet.

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang menjadi turunan dari aturan perlindungan anak di ruang digital.

Aturan itu mulai diberlakukan bertahap mulai 28 Maret 2026. Dalam regulasi tersebut, anak di bawah usia 16 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun sendiri di platform media sosial berisiko tinggi seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga YouTube.

Data dari Densus juga menunjukkan ancaman gerakan ekstrimisme. Kanit Idensos Satgas Wilayah Jateng Densus 88, Lugito Gopar, menyebut ada 22 anak sekolah di Jawa Tengah yang terpapar paham intoleransi dan radikalisme.

Kasusnya tersebar di berbagai daerah seperti Pekalongan, Pemalang, Tegal, Banyumas, Semarang, Magelang, Solo, Jepara, hingga Kudus.

Menurut Gopar, sebagian besar paparan itu berasal dari media sosial. Anak-anak terhubung dengan konten atau grup yang mengarah pada kekerasan dan ideologi ekstrem. (bae)

You Might Also Like

JIDS Resmi Dibuka Nih, Jalur Cepat Buat Jadi Driver Profesional di Jepang

KPK Sebut Banyak Celah Korupsi di BPJS

Portal BSB Ambruk, Solusi Setengah Matang? Pengendara: Niatnya Aman, Malah Bikin Rawan!

Tak Cuma Jago Ngaji! Darul Amanah Juara Football Santri 2026

Tanda-Tanda Kemarau Datang Lebih Cepat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Jateng

TAGGED:bacaajabatasan usia anakbuka bersamabukbermedsosperadi sai semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). 2026 Belum Tiga Bulan Berjalan Tiga Bupati di Jateng Terjaring OTT KPK, Apa yang Salah?
Next Article Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di depan Masjid Raya Baiturrahman Semarang, mendesak Indonesia keluar dari BoP, Jum'at (13/3/2026). (dul) Peringatan Al Quds Day dan Aliansi Mahasiswa Semarang Desak Indonesia Keluar dari BoP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bolehkah Seragam Kerja Buat Sholat? Ini Jawaban Gus Baha

Karhutla Hanguskan 29 Ribu Hektare, 20 Korporasi Tersangka

Solar Subsidi Disedot dari Sopir Truk, 1.110 Liter Disita

178 Kursi Kades Ngawi Segera Diperebutkan, Pemkab Siapkan Rp20 Miliar!

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Berapa Estimasi Biaya Pilkades di Jateng? Fantastis, Capai Miliaran Rupiah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

September 25, 2026
Daerah

ASN, Ingat Ya! Liburan Nggak Boleh Pakai Mobil Dinas

Desember 30, 2025
Ekonomi

Lipstick Effect, Saat Belanja Kecil Menopang Jalannya Ekonomi

Juli 7, 2026
HukumInfo

Idulfitri 2026:  8.872 Warga Binaan di Jateng Terima Remisi Khusus, 57 Langsung Bebas Penjara

Maret 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Peradi SAI Semarang Dukung Larangan Anak Punya Akun Medsos, Cegah Paparan Radikalisme
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?