Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wagub Minta Hutan Lindung Jangan Cuma Nama
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Wagub Minta Hutan Lindung Jangan Cuma Nama

Banjir bandang di Pemalang bukan sekadar air lewat lalu surut. Rumah rusak, jembatan putus, sampai pohon ikut tumbang dengan akar masih “segar bugar”. Dari situ, satu pesan menguat: kalau hulunya rapuh, hilirnya pasti kebagian dampak.

T. Budianto
Last updated: Januari 26, 2026 3:13 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
LOKASI TERPARAH: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen meninjau Desa Penakir, Pulosari, Pemalang yang menjadi lokasi terparah banjir bandang, Minggu (25/1/2025). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, PEMALANG– Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen turun langsung ke titik terparah banjir bandang di Lereng Gunung Slamet, tepatnya di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1/2025).

Di bantaran Kali Penakir, Gus Yasin, sapaan akrabnya, melihat langsung kondisi rumah warga yang rusak diterjang banjir. Material kayu yang ikut hanyut memperparah dampak, membuat sejumlah bangunan tak lagi bisa ditempati.

Yang paling menyita perhatian, pohon-pohon yang tercabut masih menunjukkan akar segar. Bukan lapuk, bukan tua, tapi kalah kuat sama derasnya arus. “Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,” kata Taj Yasin di lokasi.

Baca juga: Banjir dan Longsor Lereng Gunung Slamet: 4 Kabupaten Terdampak, Timbulkan Korban Jiwa

Ia juga mengingatkan, kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran besar pada 2017. Sisa-sisa material kebakaran yang belum sepenuhnya dibersihkan diduga ikut terbawa arus saat hujan ekstrem melanda.

Untuk memastikan penyebab bencana secara menyeluruh, Pemprov Jateng berencana melakukan pemetaan lanjutan. Namun kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap membuat pemantauan lewat drone maupun pengawasan lapangan belum bisa dilakukan maksimal.

“Dalam waktu dekat ini kita coba lihat situasi lagi, karena sekarang masih mendung, masih gelap,” ujarnya. Melihat kondisi hulu yang kian rentan, Gus Yasin mendorong pemerintah pusat agar penguatan hutan lindung benar-benar jadi prioritas, bukan sekadar status di atas kertas.

Perlindungan Hutan

Menurutnya, bencana ini harus jadi momentum bersama, terutama bagi lima kabupaten di sekitar kawasan hulu Gunung Slamet, untuk satu suara mengajukan penguatan perlindungan dan pengelolaan hutan. “Ini momen pas untuk menyatukan lima kabupaten agar bersama-sama mengirim berkas. Hutan lindung memang harus kita kuatkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, banjir bandang melanda Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga setelah hujan ekstrem mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat, (23/1/2026) malam. Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung meluap, merendam permukiman dan merusak infrastruktur.

Data sementara mencatat 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak. Warga mengungsi di sejumlah titik, seperti Kantor Kecamatan Pulosari (148 jiwa), Gedung PC NU (381 jiwa), dan SDN 02 Penakir (30 jiwa).

Satu warga dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir. Sementara dua warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, masih dalam pencarian. Tujuh warga Desa Sima, Kecamatan Moga, mengalami luka-luka dan telah mendapat perawatan medis.

Kerusakan infrastruktur juga cukup parah. Jembatan Walim dan Beser di Desa Gunungsari terputus, begitu pula jembatan di Dusun Batursari Sungai Comal. Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu rusak, jaringan perpipaan pun ikut hanyut.

Baca juga: Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet, Warga Purbalingga Terisolasi hingga Jalur Pendakian Ditutup

Di sektor perumahan, delapan rumah hanyut, 18 rumah rusak berat, dan 24 rumah rusak sedang. Pemkab Pemalang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Penanganan meliputi evakuasi, pendirian dapur umum, layanan kesehatan keliling, pembersihan material, hingga asesmen kerusakan.

Dalam kunjungannya, Gus Yasin juga menyalurkan bantuan senilai Rp217.602.326, berupa bahan makanan dan non-makanan, beras satu ton, kasur, tenda gulung, selimut, family kit, dan perlengkapan anak.

Kalau pohon berakar segar saja bisa tercabut, mungkin yang rapuh bukan cuma tanahnya. Banjir ini seolah mengingatkan: hutan lindung jangan cuma kuat di dokumen, karena saat hujan turun, alam nggak mau dengar alasan. (tebe)

You Might Also Like

Budi Prakosa Resmi Jadi Pj Sekda Semarang, Ditantang Kendalikan 16 Ribu ASN dan Program Strategis

Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru

Inovatif! Petani Klaten Usir Tikus Pakai TBS, Panen Padi Aman Lagi

Agustina Janji Tambaksari Bakal Punya Jembatan

Kapolri Kirim Bantuan, Dukuh Situkung Sedikit Lega

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Nggak Nyampah: Batik Rejomulyo Naik Level
Next Article Watak Feodalisme dan Patriarki Menyuburkan Praktik “Child Grooming”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Forpela Resmi Lahir, Agustina: Perempuan Harus Jadi Penjaga Toleransi Kota

September 26, 2025
DaerahPendidikan

Banjarnegara Dorong Inovasi Guru TK lewat Pelatihan Deep Learning dan Karakter Anak Hebat

Juli 17, 2025
Daerah

Dokter Speling, Jemput Warga Sampai Depan Rumah

Desember 27, 2025
Daerah

Luthfi Janji Bangun Jalan dan Sekolah Disabilitas di Babalan

Agustus 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wagub Minta Hutan Lindung Jangan Cuma Nama
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?