BACAAJA, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menduga Fadia Arafiq memakai uang hasil korupsi buat membeli jam tangan mewah merek Rolex. Dugaan itu muncul setelah penyidik KPK memeriksa pihak swasta berinisial IBA dan manajer butik INTime Senayan City.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan transaksi pembelian jam tangan mewah oleh Fadia. “Para saksi didalami soal dugaan pembelian jam tangan mewah oleh tersangka FAR,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin, (25/5/2026).
Kasus ini sendiri bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 3 Maret 2026 lalu. Saat itu, Fadia diamankan bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
Baca juga: KPK Lacak Duit Fadia Arafiq
Nggak cuma itu, KPK juga mengamankan 11 orang lain di Pekalongan dalam operasi yang jadi OTT ketujuh sepanjang 2026 tersebut. Sehari setelah OTT, tepatnya 4 Maret 2026, KPK menetapkan Fadia sebagai tersangka tunggal dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan sejumlah pengadaan lain di lingkungan Pemkab Pekalongan tahun anggaran 2023-2026.
KPK menduga ada konflik kepentingan dalam proyek-proyek tersebut. Perusahaan milik keluarga Fadia, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), disebut memenangkan sejumlah pengadaan di lingkungan pemerintah daerah.
Dari kasus itu, KPK menduga Fadia dan keluarganya menerima uang sekitar Rp19 miliar.
Penarikan Tunai
Rinciannya, sekitar Rp13,7 miliar disebut dinikmati langsung oleh Fadia dan keluarganya. Kemudian Rp2,3 miliar dibagikan kepada Direktur PT RNB yang juga disebut sebagai ART bernama Rul Bayatun. Sementara Rp3 miliar lainnya diduga masih berupa penarikan tunai yang belum dibagikan.
Kasus ini langsung jadi perbincangan publik karena menyentuh dua hal yang selalu sensitif: korupsi dan flexing pejabat. Di media sosial, banyak warganet mulai mempertanyakan gaya hidup mewah para pejabat yang kadang tampak jauh dari realitas masyarakat biasa. Sebab, ketika rakyat diminta hidup hemat, pejabat justru diduga sibuk koleksi barang branded.
Baca juga: Pengakuan Menggelikan Fadia Arafiq saat Diperiksa KPK: Saya Pedangdut, Bukan Birokrat
Apalagi Rolex bukan sekadar jam tangan. Buat sebagian orang, itu simbol status sosial dan kemewahan. Ironisnya, simbol kemewahan itu kini justru berubah jadi simbol dugaan penyalahgunaan kekuasaan.
Kasus ini juga kembali mengingatkan bahwa korupsi bukan cuma soal angka kerugian negara, tapi soal bagaimana uang publik diduga dipakai buat memenuhi gaya hidup pribadi.
Dan di negeri ini, kadang suara jarum jam mewah bisa lebih nyaring daripada suara hati pejabatnya sendiri. (tebe)

