BACAAJA, SEMARANG – Peluang kerja dan karier untuk difabel cukup terbuka. Banyak perusahaan sekarang menerima karyawan difabel. Persoalannya, akses informasi dan rekrutmen masih menjadi kendala.
Setidaknya hal itulah yang dirasakan Della Ira, pencari kerja asal Semarang yang merupakan penyandang disabilitas tuli. Ia datang ke Job Fair Hari Jadi Jawa Tengah untuk melihat peluang kerja yang tersedia.
Della mengaku terbantu dengan adanya job fair. Namun, ia masih menemukan kendala dalam mengakses informasi secara visual, terutama penunjuk lokasi yang dibutuhkan pencari kerja tuli.
“Visualnya kurang, visual untuk teman-teman tuli. Saya bingung, informasi di mana, saya mau ke mana, mau belok ke mana,” kata Della, Jumat (21/8/2026).
Bacaaja: Ada 4.817 Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026, Jangan sampai Ketinggalan!
Bacaaja: Cerita Absurd Pelamar di Job Fair Jateng 2026: Baru Lulus Sudah Ditanya Pengalaman Kerja
Menurutnya, penanda yang lebih jelas akan membantu pencari kerja tuli menemukan lokasi pendaftaran, tempat menunggu maupun posisi perusahaan yang dituju.
Selain akses informasi, Della juga menyoroti fasilitas bagi penyandang disabilitas daksa, khususnya pengguna kursi roda, yang dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Untuk teman-teman yang daksa yang pakai kursi roda masih kurang aksesnya,” ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Muhammad Iqbal Amal, 24 tahun, pencari kerja penyandang disabilitas asal Semarang.
Lulusan S1 UDINUS tersebut datang untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sebelumnya, Iqbal pernah bekerja di kafe dan kini kembali mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Saya mau cari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya,” kata Iqbal.
Menurut Iqbal, job fair memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk melihat langsung lowongan yang tersedia. Ia berharap perusahaan tidak hanya membuka pekerjaan bagi penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan kesempatan sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing.
1.140 Lowongan Bisa Diakses Difabel
Kepala Disnaker Jateng Ahmad Aziz mengatakan pihaknya telah mengkurasi perusahaan yang memiliki komitmen mempekerjakan penyandang disabilitas.
Sedikitnya terdapat 10 perusahaan yang disebut membutuhkan tenaga kerja disabilitas. Perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menyiapkan aksesibilitas dan fasilitas yang dibutuhkan pekerja disabilitas.
Dalam pelaksanaan job fair, tercatat 95 pencari kerja disabilitas telah mendaftar. Sementara jumlah lowongan yang dapat diakses mencapai 1.140 posisi.
Aziz menjelaskan, lowongan tersebut tidak seluruhnya dikhususkan untuk penyandang disabilitas. Perusahaan membuka kesempatan secara luas sehingga pencari kerja disabilitas dapat mendaftar pada posisi yang sesuai dengan kemampuan mereka.
“Perusahaan itu membuka seluas-luasnya teman-teman disabilitas untuk bisa mengakses, untuk bisa mendaftar, untuk bisa bekerja,” ujar Aziz.
Menurut Aziz, keterbukaan tersebut juga harus diikuti dengan kesiapan fasilitas di tempat kerja. Misalnya, jalur khusus bagi pengguna kursi roda maupun fasilitas lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerja disabilitas.
Bukan Sekadar Membuka Lowongan
Munculnya puluhan pencari kerja disabilitas di job fair menunjukkan kebutuhan terhadap ruang rekrutmen yang lebih inklusif masih cukup besar.
Bagi Della, membuka lowongan saja belum cukup. Akses selama proses mencari pekerjaan juga harus diperhatikan agar penyandang disabilitas dapat memahami informasi, mengikuti tahapan rekrutmen, hingga bersaing secara setara.
“Sebetulnya sudah membantu, tapi sedikit. Sudah membantu kok. Membuka peluang untuk teman-teman disabilitas,” ujarnya.
Job fair menjadi langkah positif. Namun, tantangannya kini bukan sekadar berapa banyak lowongan yang tersedia, melainkan seberapa mudah lowongan tersebut benar-benar bisa diakses oleh penyandang disabilitas.
Perbaikan akses informasi, fasilitas, dan proses rekrutmen menjadi bagian penting agar kesempatan kerja yang dibuka tidak berhenti sebagai angka. Penyandang disabilitas harus benar-benar memiliki kesempatan untuk mengetahui informasi, mendaftar, mengikuti seleksi, dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai kompetensinya. (dul)

