BACAAJA, SEMARANG – Ribuan pencari kerja menyerbu Job Fair Jateng 2026 di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). Di tengah banyaknya pilihan lowongan, satu hal terlihat jelas: kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan masih tinggi.
Pada hari pertama, tercatat 6.476 orang mendaftar dalam kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah tersebut. Dari jumlah itu, 1.495 orang hadir langsung di lokasi.
Sementara itu, perusahaan yang mengikuti job fair menyediakan 4.817 lowongan pekerjaan. Kesempatan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai manufaktur, agrikultur dan alat berat, makanan dan jamu, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga perdagangan ritel.
Bacaaja: DPR Ingatkan KEK Batang Soal Ekologi dan Tuntutan Kerja Adil Buat Semua
Bacaaja: Investor Lirik Semarang, Mas Dewan RI Andhika: Revisi UU Kawasan Industri Jadi Kunci
Kepala Disnakertrans Jawa Tengah Ahmad Aziz mengatakan, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa job fair secara langsung masih dibutuhkan meski informasi lowongan kerja kini bisa diakses melalui internet.
“Job fair yang konvensional atau offline seperti ini masih banyak diminati. Mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan, mendalami kondisi kerjanya seperti apa, jabatannya seperti apa, dan lain sebagainya,” ujarnya, Jum’at (21/8/2026).
Sebanyak 40 perusahaan membuka stan secara langsung dalam kegiatan tersebut. Selain itu, PT Kawasan Industri Kendal membawa delapan perusahaan, sehingga total terdapat 48 perusahaan yang menawarkan kesempatan kerja.
Menariknya, ribuan peserta tidak seluruhnya datang hanya untuk menyerahkan berkas. Sebagian mencari informasi mengenai posisi yang tersedia, menanyakan persyaratan kepada perusahaan, hingga mengikuti proses rekrutmen secara langsung.
Data Disnakertrans Jateng menunjukkan, dari total peserta yang mendaftar, 1.277 orang mendaftar untuk walk-in interview, sementara 5.199 orang lainnya mendaftarkan diri untuk mengajukan lamaran di area job fair.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, job fair menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan perusahaan dan masyarakat.
“Di satu sisi, perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja profesional. Di sisi lain, masyarakat bisa tertampung dari mana pun asalnya. Namun, yang terpenting adalah profesional,” ujarnya.
Menurut Luthfi, banyaknya lowongan yang tersedia harus dibarengi dengan kesiapan pencari kerja. Kompetensi menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan kesempatan melamar, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan dunia industri.
“Kompetensi harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Besarnya antusiasme dalam job fair ini juga menjadi gambaran tantangan ketenagakerjaan di Jawa Tengah. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja di provinsi tersebut mencapai 22,33 juta orang, bertambah sekitar 455 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, realisasi investasi Jawa Tengah pada semester pertama 2026 mencapai Rp59,94 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 213.217 orang.
Artinya, bertambahnya investasi dan lapangan kerja tetap perlu diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga kerja. Job fair menjadi salah satu cara mempertemukan keduanya dalam satu tempat.
Bagi ribuan pencari kerja yang datang, kesempatan itu tentu bukan sekadar angka. Satu lamaran bisa menjadi awal dari pekerjaan yang selama ini mereka cari. (dul)

