PEMALANG, BACAAJA – Tak sempat ngurus paspor pada siang hari karena harus kerja? Tenang, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang punya solusinya.
Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang menghadirkan inovasi Sowan Ratri, layanan paspor malam hari yang digelar di ruang publik. Dengan Sowan Ratri, masyarakat tetap bisa ngurus paspor tanpa harus bolos kerja.
Layanan tersebut berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Misalnya, pada Rabu (19/8/2026), Citywalk Pemalang dipilih sebagai lokasi pelayanan karena menjadi salah satu pusat keramaian warga pada malam hari.
Bacaaja: Imigrasi Semarang Tambah Kuota Pengurusan Paspor
Bacaaja: Imigrasi Bikin Visa GCI, Diaspora Bisa Tinggal di Indonesia Permanen
Melalui Sowan Ratri, masyarakat yang memiliki kesibukan pada siang hari tetap bisa mengurus paspor tanpa harus meninggalkan aktivitas maupun pekerjaan. Pelayanan juga dikemas lebih santai karena berlangsung di tengah ruang publik.
Nama Sowan Ratri diambil dari bahasa Jawa. Sowan berarti berkunjung, sementara ratri berarti malam. Nama tersebut sekaligus menggambarkan konsep layanan yang ingin mendatangi dan mendekatkan Imigrasi kepada masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang, Imam Bahri, mengatakan Sowan Ratri merupakan bagian dari komitmen jajarannya menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Semangatnya adalah menghadirkan Imigrasi untuk rakyat melalui layanan yang semakin mudah, dekat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Imam, Jumat (21/8/2026).
Menurut Imam, pemilihan waktu malam menjadi alternatif bagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan pada jam kerja. Pemanfaatan ruang publik juga diharapkan membuat pelayanan keimigrasian terasa lebih fleksibel dan mudah dijangkau.
Inovasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya Salsa Destianti, yang memanfaatkan layanan Sowan Ratri untuk mengurus dokumen perjalanan yang akan digunakannya menonton konser di Singapura.
Salsa menilai layanan malam hari sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang bekerja dari pagi hingga sore.
Menurutnya, pengurusan paspor menjadi lebih praktis karena tidak perlu meninggalkan pekerjaan. Ia juga mengapresiasi petugas yang tetap memberikan pelayanan dengan ramah meski berlangsung hingga malam.
Salsa berharap layanan serupa dapat terus digelar secara konsisten. Menurutnya, konsep jemput bola pada malam hari relevan dengan kebutuhan masyarakat yang memiliki aktivitas padat.
Ikut dongkrak perekonomian lokal
Tak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, pelaksanaan Sowan Ratri juga ikut berdampak pada aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pelayanan.
Salah seorang pedagang kopi di kawasan Citywalk mengaku dagangannya menjadi lebih ramai selama kegiatan berlangsung. Meningkatnya aktivitas warga membuat kawasan tersebut ikut mendapatkan dampak positif.
Melalui Sowan Ratri, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pemalang menunjukkan upaya menghadirkan pelayanan yang lebih fleksibel. Layanan keimigrasian tidak hanya dilakukan di kantor pada jam kerja, tetapi juga hadir di ruang publik pada waktu yang lebih sesuai dengan aktivitas masyarakat.
Imigrasi Pemalang pun berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi pelayanan agar pengurusan dokumen keimigrasian semakin mudah, transparan, dan terjangkau bagi masyarakat di wilayah kerjanya. (*)

