Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 25 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, BPBD: Distribusi Air Sudah Tinggi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

25 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, BPBD: Distribusi Air Sudah Tinggi

R. Izra
Last updated: Agustus 19, 2026 5:37 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
BANTUAN AIR BERSIH: Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan air, belum lama ini. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Musim kemarau yang memasuki puncaknya mulai menunjukkan dampak serius di Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sebanyak 432 desa di 177 kecamatan terdampak kekeringan, sementara kebutuhan air bersih diperkirakan melonjak hingga 30 juta liter pada akhir Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan saat ini sebanyak 25 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga kekeringan. Di sisi lain, sebanyak 30 kabupaten/kota sudah melakukan distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Menurut Bergas, kondisi kekeringan tahun ini perlu mendapat perhatian serius karena tren kebutuhan air bersih meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Jika pada awal musim kemarau kebutuhan masih relatif rendah, maka memasuki Juli dan Agustus permintaan bantuan air bersih melonjak signifikan.

“Kalau bulan Maret pengeluarannya hanya sekitar 5.000 liter. Kemudian Juni mencapai sekitar 1,6 juta liter, Juli naik menjadi 10 juta liter. Sementara Agustus ini, sampai pertengahan bulan sudah mendekati 9 juta liter,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Melihat tren tersebut, BPBD memperkirakan distribusi air bersih hingga akhir Agustus dapat mencapai sekitar 30 juta liter. Padahal, saat ini Jawa Tengah masih berada pada periode puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September.

“Trennya yang harus kita antisipasi. Karena sekarang masih pertengahan Agustus tetapi distribusinya sudah cukup tinggi,” katanya.

Bergas menjelaskan, wilayah yang paling banyak membutuhkan bantuan air bersih antara lain Kabupaten Klaten, Pemalang, Banjarnegara, Purbalingga, Blora, dan Grobogan. Daerah-daerah tersebut menjadi wilayah dengan frekuensi dropping air paling tinggi selama musim kemarau tahun ini.

Menurutnya, meski kebutuhan meningkat, kondisi pasokan air bersih masih dalam kategori aman. Pemerintah daerah bersama BPBD kabupaten/kota telah menyiapkan cadangan distribusi air bersih untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi kekeringan.

BPBD mencatat ketersediaan air bersih yang disiapkan mencapai sekitar 45 juta liter. Namun hingga saat ini, distribusi yang bersumber dari APBD kabupaten/kota baru mencapai sekitar 13 juta liter.

Untuk menutup kebutuhan tersebut, BPBD menggandeng berbagai pihak, mulai dari PMI, TNI, Polri, organisasi kemanusiaan hingga dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kalau bantuan dari CSR kurang lebih mencapai 6,7 juta liter. Jadi kontribusinya cukup besar dalam membantu masyarakat,” ungkap Bergas.

Ia menilai keterlibatan pihak nonpemerintah menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan kekeringan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih. Ke depan, BPBD ingin membangun pola kolaborasi yang lebih terstruktur agar setiap wilayah terdampak dapat segera mendapatkan bantuan saat terjadi kekeringan.

Selain melakukan distribusi air, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola penghematan air. Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan memanfaatkan kembali air yang masih layak pakai untuk kebutuhan tertentu.

“Sebisa mungkin masyarakat bisa memilah penggunaan air. Kalau ada air yang masih bisa digunakan kembali untuk keperluan lain, itu bisa dimanfaatkan agar lebih hemat,” tuturnya.

Berdasarkan informasi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung sepanjang Agustus dan berlanjut hingga pertengahan September. Meski demikian, beberapa wilayah di Jawa Tengah mulai dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas ringan.

BPBD berharap curah hujan mulai meningkat dalam beberapa pekan ke depan sehingga dampak kekeringan dapat berangsur menurun. Namun masyarakat tetap diminta waspada dan mengantisipasi potensi krisis air bersih selama musim kemarau belum berakhir. (dul)

You Might Also Like

Sawah Dijagain Ketat: Jateng Main Keras demi Swasembada Pangan 2026

Menhaj Gus Irfan: Calhaj Wajib Sehat, Gak Lolos Tes Kesehatan Bisa Dipulangkan

Resto  Nasi  Padang Banjarnegara Kebakaran, Bikin Kaget dan Panik

Inovasi Mitigasi Bencana Ala Novinda Dian Puspito Antar Banjarnegara Raih Juara 3 Porsenijar Jateng

Tiga Hari Hilang, Nenek Wakijem Ketemu Lemas di Hutan

TAGGED:BPBD jatengdaerah siaga kekeringandistribusi air bersihheadlinejatengkekeringan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article RIBUAN GEMPA SUSULAN - Pulau Flores di NTT terus diguncang gempa susulan, setelah gempa pertama terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Peta dari BMKG menunjukkan sebaran titik gempa susulan. (ist) Flores NTT Diguncang 2.403 Gempa Susulan
Next Article Kritik untuk Gerakan Mahasiswa Mutakhir

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

DEKAT DENGAN MASYARAKAT - ICONNET larut dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI bersama masyarakat Ponjong, Gunungkidul. Hal itu menjadi bagian dari upaya PLN Icon Plus untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat Ponjong.

Semarak HUT ke-81 RI, ICONNET Galang Kekuatan dan Kedekatan dengan Masyarakat Ponjong

KOLASE--Kakek Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo (kiri) dan ulama besar KH Sholeh Darat.

Kakek Prabowo Disandingkan dengan Ulama Besar KH Sholeh Darat, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sirkular

Jateng Genjot Industri Hijau: Panel Surya & Gas Alam Jadi Andalan Transisi Energi

Oktober 2, 2025
UNGKAP KASUS--Polda Jateng mengungkap kasus tawuran remaja di Jalan Arteri Mangkang, Semarang. Satu dari empat tersangka dihadurikan saat konferensi pers di Mapolda, Jumat (7/8/2026). (ist)
Hukum

Ngerinya Tawuran Geng Semarang vs Kendal Berujung Tersangka, Polisi Sita 9 Celurit

Agustus 7, 2026
Olahraga

Rizky Ridho dkk Minta Fans: Jangan Lagi Edit Foto Pemain Timnas Pakai AI, Ini Alasannya!

September 13, 2025
Info

Semarang Bersiap Jadi Panggung MTQ Nasional 2026

Maret 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 25 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, BPBD: Distribusi Air Sudah Tinggi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?