Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Turunkan Beban Petani
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemkot Turunkan Beban Petani

Kabar bikin petani senyum tipis akhirnya datang juga. Setelah bertahun-tahun berjibaku dengan tarif sewa lahan yang rasanya “mahal nggak kira-kira”, Pemkot Semarang resmi nge-switch aturan: dari skema sewa komersial ke retribusi yang jauh lebih ramah dompet. Bukan cuma lebih murah, tapi juga lebih jelas tujuannya, biar lahan pertanian kota tetap jadi lahan pertanian, bukan mendadak berubah jadi deretan kafe hits atau parkiran dadakan.

T. Budianto
Last updated: November 24, 2025 12:08 am
By T. Budianto
1 Min Read
Share
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Petani Kota Semarang akhirnya bisa sedikit napas lega. Skema sewa lahan pertanian yang dulu pakai tarif komersial, alias bikin dahi berkerut, resmi diganti dengan model retribusi yang jauh lebih manusiawi. Nggak perlu lagi takut dihantui angka sewa yang bikin dompet jebol.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bilang, perubahan ini sudah dikunci lewat Perda Nomor 4 Tahun 2025. Intinya: lahan pertanian milik pemda sekarang pakai retribusi khusus, bukan sewa ala harga pasar.

Retribusi ini juga bisa diperpanjang tiap tahun, tapi tetap ada evaluasinya dulu dari Dinas Pertanian. Bukan buat nyulit-nyulitin, tapi buat ngecek apakah lahan itu benar-benar dipakai buat bertani, bukan tiba-tiba berubah jadi parkiran, kafe, atau ruko dadakan yang “katanya” cuma numpang.

Tujuan Utama

Agustina menegaskan, tujuan besar dari regulasi baru ini adalah menjaga lahan pertanian kota tetap bertahan dari godaan komersialisasi. Biar urban farming Semarang tetap hidup dan ketahanan pangan nggak cuma jadi jargon.

“Kalau pakai sewa, tarifnya komersial dan pasti memberatkan petani,” katanya. Dengan retribusi khusus ini, Pemkot berharap petani bisa fokus nanem, bukan fokus mikirin biaya sewa. Evaluasi tahunan juga jadi pintu kontrol supaya lahan tetap sesuai izin, bukan berubah fungsi seenaknya. (tebe)

You Might Also Like

119 SPPG di Jateng Gandeng BUMDes dan Koperasi

Belum Genap 10 Hari Puasa, Tiket Lebaran di Daop 4 Semarang Sudah Terjual 305 Ribu!

Jumlah Pedagang Bakso di Jateng Tembus 17 Ribu

Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus

Pagi Bergetar di Jateng: 3 Gempa Bumi Terjadi Beruntun, Warga Sempat Rasakan Goyang-goyang

TAGGED:agustina wilujenglahan pertanianpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sekda Jateng: Enam Hari Sekolah Masih Dikaji
Next Article Ngaduin Polisi ? Tinggal Scan Aja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Ekonomi Jateng Ngebut 5,89 Persen

Mei 6, 2026
Unik

Iswar Akui Alihkan Anggaran Sekolah Rusak Era Mbak Ita

Juli 14, 2025
Alwin Basri dan Mbak Ita duduk di kursi pesakitan ndengerin sidang vonis di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (27/8/2025). (bae)
Hukum

Alwin Menang dari Mbak Ita di Sidang, Pialanya? Dikasih Hukuman Lebih Tinggi dari Istri

Agustus 28, 2025
Olahraga

Indonesia Gaspoll! Sabet Juara Umum ASEAN School Games 2025

November 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Turunkan Beban Petani
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?