Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Dorong Pertanian Terpadu Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pemkot Dorong Pertanian Terpadu Semarang

Bertani di tengah kota bukan cuma soal menanam lalu menunggu panen. Pemkot Semarang mulai mendorong pertanian terpadu yang menggabungkan tanaman, peternakan, dan perikanan, dengan satu pekerjaan rumah yang tak kalah penting: memastikan hasil panen punya pasar.

T. Budianto
Last updated: Oktober 3, 2026 10:08 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PERTANIAN TERPADU: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mendorong pengembangan pertanian terpadu (integrated urban farming) Metode BSM (Bayu Sehat Mandiri) yang menggabungkan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu pola pengelolaan. (Foto: Pemkot Semarang).
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong pengembangan integrated urban farming melalui Metode BSM (Bayu Sehat Mandiri). Pola ini menggabungkan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem pengelolaan lahan.

Program tersebut diarahkan bukan hanya untuk memperkuat ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dorongan itu disampaikan Agustina saat memberikan arahan dalam Coaching Clinic dan Pelatihan Pertanian Terpadu Metode BSM di Balai Kota Semarang, Kamis (1/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Semarang menghadirkan pakar pertanian terpadu Bayu Diningrat. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat pemahaman kelompok tani sekaligus menyiapkan pendamping yang akan mengikuti training of trainers (TOT).

Bagi Agustina, ukuran keberhasilan pertanian terpadu tidak boleh berhenti pada seberapa banyak tanaman yang berhasil tumbuh atau ikan yang berhasil dipanen. Ada urusan lain yang harus dipikirkan sejak awal: siapa yang membeli?

Baca juga: Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas

Menurutnya, hasil produksi seperti sayuran, cabai, maupun lele harus memiliki jalur penyerapan yang jelas. Dengan begitu, hasil kerja warga tidak berhenti di lahan atau justru terbuang setelah panen.

“Keberhasilan dari pertanian terpadu, pertanian, ternak dan perikanan itu juga harus disiapkan skema pasarnya. Jangan sampai hasil panennya sia-sia. Kita harus membangun jaringan dan menetapkan jaringan, kalau ada produk harus ada pasar,” ujar Agustina.

Untuk membangun rantai pasar tersebut, Agustina meminta perangkat daerah terkait tidak bekerja sendiri-sendiri. Pola pengelolaan harus disusun dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan jika diperlukan, sampai penyerapan hasil.

Kempling Semar akan menjadi salah satu jaringan awal yang disiapkan untuk menampung hasil produksi masyarakat. Selanjutnya, jaringan pemasaran diharapkan bisa diperluas ke berbagai pasar.

Proyek Percontohan

Pemkot Semarang menargetkan proses pengajuan dan pemetaan lahan produktif dapat diselesaikan pada Januari 2027. Setelah itu, pola tanam terpadu ditargetkan mulai berjalan pada Februari 2027. Program tersebut akan menjadi proyek percontohan yang dievaluasi pada akhir 2027 sebelum dikembangkan lebih luas pada 2028.

Menurut Agustina, pertanian perkotaan juga memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan. Terlebih, kondisi ke depan sulit diprediksi, sehingga kota perlu memiliki pola produksi pangan yang bisa dikembangkan dari potensi lahan yang tersedia.

Karena itu, perangkat daerah terkait diminta berkolaborasi untuk menyiapkan model pertanian terpadu yang dapat diterapkan sesuai karakter wilayah masing-masing.

“Sekarang zamannya, collab, kolaborasi. Collab yang memiliki impact. Kolaborasi yang berdampak,” kata Agustina. Ia berharap Metode BSM nantinya tidak hanya menjadi program pelatihan, tetapi berkembang menjadi pola baru dalam mengelola lahan produktif di Kota Semarang.

Konsepnya sederhana: tanaman, ternak, dan perikanan dikelola dalam satu sistem. Setelah panen, hasilnya langsung diarahkan ke jaringan pasar.

Baca juga: Empat Kecamatan di Semarang Rawan Kekeringan

“BSM ini nanti memberi kita sebuah cara pandang yang baru terhadap cara pandang dalam pengelolaan lahan yang terintegrasi. Ternak, tanaman, perikanan, disambung kalau panen, nanti ke Kempling Semar, Pak Rahman, atau ke pasar manapun. Tapi ingat pokoknya, jangan sampai hasil panennya sia-sia,” pungkas Agustina.

Pada akhirnya, pertanian kota memang bukan sekadar urusan bagaimana membuat lahan kosong menjadi hijau. Ada hitung-hitungan ekonomi di belakangnya: biaya produksi, hasil panen, distribusi, sampai pembeli.

Sebab petani tentu tidak cukup hanya diberi lahan untuk menanam. Setelah panen, harus ada yang datang membawa keranjang, bukan malah menyisakan pertanyaan, “Ini mau dijual ke mana?” (tebe)

You Might Also Like

Respati Buka Pintu Lebar buat Pelaku Kreatif di Solo: No Pungli, No Ribet

Nestapa Mahasiswi Solo Korban Konten Cabul, Lapor Polisi Didampingi Petir

Terdakwa Korupsi Ngaku Transfer Rp21 Miliar ke Pangdam Widi untuk Pilpres 2024

Libur Nataru, Penumpang Pesawat Naik 5,6 Persen

Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Nggak Nyampah: Batik Rejomulyo Naik Level

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangpertanian terpadu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua Atlet PSE Semarang Bawa Pulang Medali Asian Games 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pemkot Dorong Pertanian Terpadu Semarang

Dua Atlet PSE Semarang Bawa Pulang Medali Asian Games 2026

Udara Sekitar TPA Jatibarang Terdampak Polusi

30 Ribu Batang Baja Ringan dari Kendal Ekspor Perdana ke Australia

PEMETAAN TITIK PANAS - Hasil pemetaan titik panas area kebakaran TPA Jatibarang dengan teknologi drone thermal. (ist)

Drone Thermal Petakan Bara Tersembunyi di TPA Jatibarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Belum Mau Turun, Sudah Enam Bulan Harga Beras Terus Naik

Agustus 5, 2026
Ekonomi

RPH Halal MAJT Resmi Dibuka, Yuk Makan Tanpa Waswas!

Oktober 18, 2025
Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Hukum

Tiga Kreak Ditangkap setelah Keroyok Pesilat Pagar Nusa hingga Tewas di Demak

Desember 27, 2025
Info

Luthfi Temui Ojol yang Capek Digas Terus Sama Aplikator

Mei 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Dorong Pertanian Terpadu Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?