BACAAJA, WONOSOBO – Alun-alun Wonosobo dipenuhi balon-balon udara bergambar Presiden Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga ilustrasi Makan Begizi Gratis (MBG), Minggu (9/8/2026).
Hingga kini, festival balon yang digelar relawan Gerakan Mantep Pilih Prabowo (GMPP) itu masih jadi perbincangan di media sosial (medsos).
Ketua Panitia Abdul Ghoni mengatakan, sekitar 30 balon diterbangkan dalam festival tersebut.
“Tema kami tetap ‘Lestarikan Bumi’. Pesan-pesan yang disampaikan melalui balon berkaitan dengan program-program Presiden Prabowo,” kata Abdul Ghoni.
Festival ini ternyata punya misi lain. Balon udara sengaja dipilih sebagai media untuk mengenalkan sejumlah program pemerintah kepada masyarakat.
Alasannya cukup sederhana. Balon udara sudah lekat dengan budaya masyarakat Wonosobo. Bentuknya juga menarik perhatian sehingga pesan yang dibawa lebih mudah dilihat warga.
Selain MBG dan Kopdes Merah Putih, ada juga balon dengan tema Rumah Gizi Merah Putih, Jembatan Garuda, dan Sekolah Rakyat.
Menurut Abdul Ghoni, program-program tersebut dipilih karena berkaitan dengan pemerataan ekonomi hingga tingkat desa.
“Kami ingin masyarakat mengetahui manfaat yang ingin dicapai pemerintah,” ujarnya.
Jadi, sambil menikmati festival, masyarakat juga diajak mengenal program pemerintah.
Silakan kritik programnya, tapi . . .
Abdul Ghoni juga menyinggung soal kritik terhadap pemerintah.
Menurutnya, masyarakat tetap bebas mengkritik kebijakan jika memang ada program yang dianggap perlu diperbaiki.
Namun, kritik sebaiknya diarahkan pada programnya, bukan menyerang pribadi.
“Silakan mengkritik programnya jika memang ada yang perlu diperbaiki, tetapi jangan menghina pribadinya,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak berubah menjadi saling merendahkan.
Menurutnya, sebagian masyarakat mungkin belum memahami program pemerintah secara utuh. Kondisi itu bisa memicu salah paham ketika informasi beredar.
Karena itu, festival balon ini diharapkan bisa menjadi salah satu ruang edukasi publik. (*)

