Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 30 Tahun Berlalu, Nama Udin Tak Hilang: Dari Aula PWI sampai Makam di Bantul
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

30 Tahun Berlalu, Nama Udin Tak Hilang: Dari Aula PWI sampai Makam di Bantul

Tiga puluh tahun setelah wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin meninggal dunia, namanya kembali dihidupkan. Bukan cuma lewat peringatan, tetapi juga dengan mengabadikannya sebagai nama Aula Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY dan memasang tetenger di makamnya di Bantul.

T. Budianto
Last updated: Agustus 12, 2026 8:41 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
Fuad Muhammad Syafruddin. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA- Tiga puluh tahun bukan waktu yang sebentar. Banyak nama bisa hilang ditelan zaman, apalagi ketika orangnya sudah lama pergi. Namun, itu tidak berlaku untuk Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, wartawan Bernas yang meninggal dunia tiga dekade lalu.

Nama Udin justru kembali mengemuka. Bukan sekadar untuk mengenang, tetapi juga untuk memastikan jejak perjuangan sang wartawan tetap punya tempat dalam ingatan publik.

Memperingati 30 tahun kepergian Udin, Tim Adhoc Pengusulan Wartawan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional bakal menggelar sejumlah kegiatan, Jumat (14/8/2026) di Aula PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk mendorong Udin mendapatkan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. Tim Adhoc akan membawa usulan tersebut ke pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Udin sendiri merupakan anggota PWI dengan nomor keanggotaan 13.00.3794.92.M.VI.

Baca juga: 240 Jurnalis Tewas di Gaza, Catatan Terburuk Buat Dunia Pers

Salah satu agenda yang cukup menarik adalah peresmian nama Aula PWI DIY menjadi Fuad Muhammad Syafruddin. Dengan begitu, setiap orang yang datang ke aula tersebut nantinya tak cuma melihat ruangan dan kursi rapat, tetapi juga akan berhadapan dengan nama seorang wartawan yang perjalanan hidupnya masih terus diperjuangkan untuk diakui.

Peresmian nama aula akan dilakukan Ketua PWI DIY, Drs Hudono, SH. Sebelumnya, Ketua Tim Adhoc Udin, Ki Bambang Widodo, akan menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan tugas tim.

“Peringatan 30 tahun wafatnya Udin bukan sekadar kegiatan mengenang. Ini menjadi momentum untuk melanjutkan ikhtiar agar perjuangan dan dedikasi Udin sebagai wartawan mendapatkan pengakuan yang lebih luas, termasuk melalui usulan sebagai Pahlawan Nasional,” ucapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dinas Kominfo DIY Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, serta Kepala Dinas Sosial DIY Suyarno. Tak berhenti di gedung PWI. Penghormatan terhadap Udin juga akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Tim Adhoc berencana memasang tetenger di makam Udin yang berada di Trirenggo, Bantul. Langkah tersebut menjadi bagian dari keputusan Rapat Koordinasi Tim Adhoc Udin yang digelar di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) pada 23 Juni 2026.

Langkah Strategis

Dalam rapat tersebut, tim membahas sejumlah langkah strategis untuk mendukung proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Dua di antaranya adalah pemberian nama Fuad Muhammad Syafruddin untuk Aula PWI DIY dan pemasangan tetenger di makam Udin.

“Penamaan Fuad Muhammad Syafruddin di Aula PWI DIY merupakan bentuk penghormatan kepada sosok wartawan yang menjadi bagian dari sejarah pers di Yogyakarta. Kami berharap generasi berikutnya tidak hanya mengenal namanya, tetapi juga memahami nilai perjuangan dan keberanian yang melekat pada sosok Udin,” kata Ketua PWI DIY, Hudono.

Bagi insan pers, upaya tersebut jelas bukan cuma perkara mengganti nama sebuah ruangan atau memasang penanda di sebuah makam. Ada cerita yang ingin terus disampaikan. Ada keberanian seorang wartawan yang hendak dirawat ingatannya. Ada pula perjalanan panjang profesi jurnalistik yang menjadi bagian dari sejarah Udin.

Karena itu, Tim Adhoc Udin mengundang Dewan Penasehat, Dewan Pakar, pengurus dan anggota PWI DIY. Sejumlah pejabat serta organisasi kemasyarakatan yang berkaitan dengan proses pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional juga turut diundang.

Baca juga: Wartawan Ngeluh Dilarang Meliput Acara Gubernur

Dari Yogyakarta, perjuangan itu kini diarahkan ke tingkat yang lebih luas. Harapannya, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat mempertimbangkan pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional.

Tiga dekade setelah kepergiannya, nama Udin kembali ditempatkan di ruang publik. Kali ini bukan hanya dalam bentuk cerita dari generasi ke generasi, tetapi juga lewat nama yang akan terpampang di aula dan tetenger yang berdiri di makamnya.

Buat generasi sekarang, mungkin nama Udin belum sefamiliar nama-nama besar lain dalam sejarah pers Indonesia. Namun, justru di situlah pekerjaan rumahnya: bagaimana membuat sejarah tidak cuma disimpan dalam arsip, tetapi terus dikenalkan kepada mereka yang lahir jauh setelah peristiwanya berlalu.

Sebab kalau sebuah nama baru diingat ketika dipasang di dinding atau ditulis di atas tetenger, mungkin yang perlu dipertanyakan bukan lagi apakah Udin sudah dilupakan. Tapi, jangan-jangan kita memang terlalu sering menunggu sebuah nama menjadi monumen dulu baru mau membaca sejarahnya. (tebe)

You Might Also Like

TPPD Jateng Resmi Dibubarin, Pengamat Singgung Beban Anggaran

Sat-set, Setahun Polres Banjarnegara Bongkar Ratusan Kasus Kriminal

Putusan MK Tegaskan Kedudukan Wamen Setara Menteri: Dilarang Rangkap Jabatan!

Gegara Lupa Nyalain Sein, Pemotor di Semarang Masuk Rumah Sakit

Mahasiswa Unwahas KKN ke Malaysia, Bawa Misi Literasi Bantu Anak Migran

TAGGED:headlinekriminalisasi wartawanPWI DIYpwi pusat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketika Guru jadi Tumbal Makan Bergizi Gratis
Next Article FESTIVAL BALON - Puluhan balon udara bergambar Prabowo dan berbagai program unggulannya diterbangkan di Alun-alun Wonosobo, Minggu (9/8/2026). (ist) Viral Balon Gambar Prabowo hingga MBG di Wonosobo, Panitia: Silakan Kritik Programnya . . .

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

FESTIVAL BALON - Puluhan balon udara bergambar Prabowo dan berbagai program unggulannya diterbangkan di Alun-alun Wonosobo, Minggu (9/8/2026). (ist)

Viral Balon Gambar Prabowo hingga MBG di Wonosobo, Panitia: Silakan Kritik Programnya . . .

30 Tahun Berlalu, Nama Udin Tak Hilang: Dari Aula PWI sampai Makam di Bantul

Ketika Guru jadi Tumbal Makan Bergizi Gratis

HADIRKAN BERDAYA - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah membawa Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BERDAYA ke SMA SLB B Yakut Purwokerto, Rabu (5/8/2026) kemarin. PLN Icon Plus dorong siswa mengenali dunia industri dan teknologi komunikasi.

Program BERDAYA PLN Icon Plus Hadir di SLB B Yakut Purwokerto, Kenalkan Dunia Industri dan Teknologi Telekomunikasi

LOMBA FUTSAL--Napi atau warga binaan Lapas Semarang tampil memukai dalam laga final lomba futsal, Selasa (11/8/2206). (ist)

Napi Blok Drupada Hancurkan Blok Gatotkaca di Final Futsal Lapas Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

PBI Nonaktif, Pemkot: Santai, Warga Tetap Bisa Berobat

Februari 8, 2026
Tiga terdakwa kasus korupsi jual beli lahan BUMD Cilacap mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (3/10/2025). (bae)
Hukum

Eks-Sekda Cilacap dan Komplotannya Bancakan Duit Korupsi Rp 237 M, untuk Apa Saja?

Oktober 4, 2025
Sisa kebakaran di rumah Khamozaro Waruwu, hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan yang menangani kasus korupsi proyek jalan Dinas PUPR Sumatera Utara.
Hukum

Minta Jaksa Hadirkan Bobby di Sidang Korupsi, Rumah Hakim di Medan Terbakar

November 5, 2025
Info

ARMSD Ingatkan Giant Seawall Bisa Jadi Bumerang

Juni 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 30 Tahun Berlalu, Nama Udin Tak Hilang: Dari Aula PWI sampai Makam di Bantul
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?