BACAAJA, CILACAP – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang, Cilacap, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Rabu (23/9/2026), tercatat 361 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, sakit perut, hingga badan terasa lemas.
Kondisi tersebut membuat petugas kesehatan bergerak cepat. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Cilacap turun langsung ke sekolah dan mengambil sampel makanan serta air untuk mencari tahu sumber masalahnya.
Sampel itu selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Tengah. Sambil menunggu hasil pemeriksaan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sekolah tersebut diminta menghentikan operasionalnya sementara.
Sampel Makanan dan Air Diuji
Kepala Dinkes PPKB Cilacap Hasanuddin mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan, air, atau faktor lain.
Tim kesehatan tidak hanya mengambil sampel menu MBG yang dikonsumsi siswa. Air yang digunakan atau dikonsumsi di lingkungan sekolah juga ikut diperiksa untuk memastikan sumber keluhan.
“Pengambilan sampel kami lakukan, kemudian nanti akan segera kami kirimkan ke Labkes Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan apakah ada kemungkinan gejala keracunan itu dari sampel makanan atau dari air dan sebagainya,” kata Hasanuddin, Rabu (23/9/2026).
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu bahan penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dinkes masih menunggu hasil tersebut sebelum menarik kesimpulan soal penyebab keluhan para siswa.
SPPG Disetop Sementara
Dinkes PPKB Cilacap juga berkoordinasi dengan pihak SPPG dan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Cilacap. Koordinasi dilakukan sebagai bagian dari langkah penanganan setelah munculnya keluhan pada ratusan siswa.
Untuk sementara, SPPG yang memasok makanan ke SMAN 1 Sampang disuspend atau dihentikan operasionalnya. Penghentian dilakukan sampai pemeriksaan selesai dan hasil laboratorium diketahui.
“Kita koordinasi agar supaya SPPG tersebut sementara disuspend dulu, tidak dioperasikan sampai dengan hasil pemeriksaan selesai,” ujar Hasanuddin.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian. Dinkes belum menyatakan bahwa makanan MBG merupakan penyebab pasti keluhan yang dialami siswa.
361 Siswa Alami Keluhan
Keluhan kesehatan mulai dirasakan sebagian siswa sejak Selasa (22/9/2026) malam. Kondisi tersebut masih ditemukan hingga Rabu dan membuat petugas kesehatan dari sejumlah puskesmas diterjunkan ke sekolah.
Sedikitnya lima puskesmas ikut membantu penanganan siswa. Mereka berasal dari Puskesmas Sampang, Puskesmas Maos, Puskesmas Adipala 1, Puskesmas Adipala 2, dan Puskesmas Kesugihan 1.
Dari pendataan sementara Dinkes PPKB Cilacap, jumlah siswa yang mengalami keluhan mencapai 361 orang. Angka tersebut masih menjadi data sementara selama proses pemantauan berlangsung.
Ada yang Dirawat hingga Dirujuk
Dari ratusan siswa tersebut, sebanyak 70 siswa mendapat obat di sekolah. Sementara 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang dan enam siswa harus menjalani rawat inap.
Selain itu, 19 siswa dirujuk ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Petugas kesehatan masih memantau kondisi para siswa yang menjalani perawatan.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi mereka terus membaik. Dinkes juga tetap berkoordinasi dengan sekolah dan fasilitas kesehatan terkait perkembangan para siswa.
Sekolah Penerima MBG Ikut Dipantau
Tak hanya SMAN 1 Sampang, Dinkes PPKB Cilacap juga melakukan pemantauan terhadap sekolah lain yang menerima distribusi MBG. Langkah ini dilakukan untuk melihat apakah ada keluhan serupa di lokasi lain.
Pemantauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi munculnya kasus tambahan. Petugas akan melihat perkembangan kondisi siswa serta informasi dari sekolah penerima makanan.
Untuk saat ini, penyebab pasti keluhan masih dalam proses pemeriksaan. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air akan membantu menentukan apakah ada kaitan antara konsumsi tersebut dengan gejala yang dialami 361 siswa.
Dinkes PPKB Cilacap menegaskan, belum ada kesimpulan bahwa makanan MBG menjadi sumber masalah. Karena itu, pemeriksaan laboratorium dan pemantauan kondisi siswa masih menjadi fokus utama penanganan kasus ini. (*)

