BACAAJA, SEMARANG – Kalau hari terasa berat dan pikiran mulai sumpek, coba jangan buru-buru cari hiburan mahal. Ada cara simpel yang bisa dilakukan hampir siapa saja: jalan kaki. Bahkan, targetnya tidak perlu sampai 10.000 langkah seperti yang selama ini populer.
Psikiater sekaligus asisten profesor klinis di NYU Langone Health, dr. Sue Varma, menyebut jalan kaki sekitar 5.000 hingga 7.000 langkah sehari sudah bisa membantu memperbaiki suasana hati. Aktivitas sederhana ini juga dinilai lebih realistis dibanding memaksakan target langkah tinggi yang justru bikin cepat capek.
“Practical Optimism” karya Varma turut menekankan pentingnya aktivitas fisik sederhana sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Menurutnya, jalan kaki bisa menjadi rutinitas kecil yang membantu tubuh dan pikiran sama-sama mendapat jeda.
Tak Perlu Jalan Berjam-jam
Buat yang jadwalnya padat, mencapai 5.000 langkah mungkin terdengar seperti misi berat. Padahal, aktivitas itu bisa dicicil dalam dua sesi, masing-masing sekitar 15 menit.
Jadi, tidak perlu memaksa diri berjalan nonstop sampai kaki pegal. Jalan santai sebentar pada pagi hari, lalu mengulanginya pada sore atau malam hari bisa menjadi pilihan yang jauh lebih gampang dijalani.
Kuncinya justru konsisten. Rutinitas ringan yang dilakukan secara rutin dinilai lebih masuk akal daripada mengejar target tinggi, tetapi akhirnya malah bikin tubuh kelelahan dan kehilangan semangat untuk bergerak.
Jalan Kaki Bisa Bikin Kepala Lebih Enteng
Berjalan kaki memberi kesempatan bagi tubuh untuk bergerak sekaligus membuat pikiran sedikit menjauh dari rutinitas. Aktivitas ini bisa menjadi momen untuk melepas penat, merapikan pikiran, dan mengembalikan fokus.
Efeknya bisa terasa makin menyenangkan jika dilakukan di luar ruangan. Udara segar, suasana terbuka, dan pemandangan hijau bisa membantu menciptakan pengalaman yang lebih menenangkan.
Kadang, yang dibutuhkan bukan solusi ribet, tetapi sekadar keluar sebentar dari suasana yang itu-itu saja. Perubahan lingkungan kecil bisa membuat seseorang melihat masalah dengan kepala yang lebih fresh.
Menariknya lagi, jalan kaki tidak membutuhkan biaya khusus. Tak perlu alat mahal atau keanggotaan pusat kebugaran. Cukup pakai alas kaki yang nyaman dan pilih rute yang aman.
Bukti Ilmiahnya Juga Ada
Manfaat jalan kaki untuk kesehatan mental bukan sekadar tren. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap 75 uji acak terkendali dengan lebih dari 8.600 peserta menemukan bahwa jalan kaki dapat membantu menurunkan gejala depresi dan kecemasan.
Karena itu, aktivitas ini bisa menjadi salah satu pilihan sederhana untuk mendukung kesehatan mental. Namun, jalan kaki tentu bukan pengganti penanganan profesional jika seseorang sedang mengalami gangguan mental yang membutuhkan bantuan medis.
Coba Mulai dari 15 Menit
Kalau ingin mulai, tidak perlu menunggu Senin atau membuat target yang terlalu muluk. Coba keluar rumah dan berjalan santai selama 15 menit, lalu lakukan lagi di waktu lain pada hari yang sama.
Pagi hari bisa menjadi pilihan menarik karena tubuh mendapat paparan cahaya alami setelah bangun. Cahaya tersebut berperan dalam membantu mengatur kembali ritme biologis tubuh.
Meski begitu, bukan berarti setiap langkah harus dikumpulkan dalam satu sesi panjang. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan bergerak secara rutin dan menyesuaikannya dengan kondisi tubuh.
Buat yang gampang kehilangan motivasi, aplikasi kebugaran juga bisa dimanfaatkan untuk memantau langkah dan membuat target yang sesuai kemampuan. Jadi, daripada sibuk mengejar angka 10.000, lebih baik mulai dari target yang terasa masuk akal dan bisa dipertahankan. (*)

