Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

Nugroho P.
Last updated: Oktober 6, 2026 8:17 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) kini sedang diuji dengan konsep yang sedikit berbeda. Alih-alih makanan dibagikan dalam porsi yang sudah ditentukan, siswa bisa mengambil sendiri menu yang tersedia dalam sistem prasmanan.

Model ini dinilai punya keuntungan lain selain membuat siswa lebih leluasa mengambil makanan. Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut sistem prasmanan sejauh ini mampu menekan makanan yang terbuang karena siswa bisa menyesuaikan porsi dengan kebutuhannya.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan makanan yang masih tersedia juga bisa diambil oleh siswa lain, termasuk mereka yang ingin menambah porsi. Dengan begitu, makanan tidak cepat berakhir sebagai sisa yang terbuang.

“Sejauh ini tadi saya dapat laporan, tingkat kehabisan makanannya bagus. Jadi lebih fresh, kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa bisa nambah. Waste-nya lebih sedikit karena prasmanan,” kata Sudaryono dalam siaran pers, Selasa (6/10/2026).

Uji coba tersebut mulai dilakukan pada 5 Oktober 2026. BGN menerapkan model prasmanan di lebih dari 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam skema ini, makanan yang sudah dimasak di dapur SPPG langsung dibawa ke sekolah. Menu kemudian disajikan dalam kondisi hangat kepada siswa di ruang kelas.

Sudaryono mengatakan konsep tersebut sedang diuji untuk melihat seberapa efektif sistem prasmanan dalam menjaga kualitas makanan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah jeda waktu antara makanan selesai dimasak hingga disantap siswa.

Selama ini, semakin panjang jeda antara proses memasak dan makan, semakin besar pula potensi kualitas makanan menurun. Karena itu, BGN mencoba memangkas waktu tersebut dengan membawa makanan dalam kondisi hangat langsung ke kelas.

“Kami harapkan satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu,” ujar Sudaryono.

Menurut dia, makanan yang lebih cepat dikonsumsi setelah dimasak juga diharapkan dapat mengurangi risiko kerusakan makanan. Faktor tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kesehatan siswa penerima MBG.

Konsep yang sedang diuji ini menggunakan pola central kitchen atau dapur terpusat. BGN mengembangkan dan mengujinya dengan mengambil inspirasi dari sistem penyediaan makanan sekolah yang diterapkan di Jepang.

Dalam praktiknya, sekolah juga punya peran cukup penting. Pihak sekolah dilibatkan untuk membantu memastikan proses pengambilan dan penyajian makanan berjalan tertib serta tetap sesuai standar yang ditetapkan.

Sistem prasmanan membuat siswa memiliki ruang lebih besar untuk menentukan jumlah makanan yang ingin diambil. Jika masih lapar dan makanan tersedia, mereka juga bisa menambah tanpa harus menunggu pembagian porsi baru.

Dari sisi pengurangan limbah makanan, model tersebut dinilai lebih fleksibel. Makanan yang tidak diambil satu siswa masih bisa dikonsumsi siswa lain sehingga peluang makanan berakhir sebagai sampah bisa ditekan.

Meski begitu, penerapan prasmanan tidak bisa asal jalan. BGN menilai dapur SPPG dan sekolah harus sama-sama siap, terutama dalam hal pengaturan alur makanan, kebersihan, pelayanan, serta pengawasan selama proses makan berlangsung.

Sudaryono mengakui sistem ini membutuhkan proses pembiasaan. Menurutnya, jika sudah terbiasa dan didukung pelatihan yang cukup, konsep prasmanan bisa berjalan lebih efektif.

“Prasmanan ini memang kalau sudah terbiasa akan bagus, sama seperti di negara lain. Cuma perlu ada training yang cukup,” ucapnya.

Uji coba di puluhan SPPG tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi BGN untuk melihat apakah model prasmanan layak diperluas. Tidak hanya soal kenyamanan siswa, efektivitas penyajian, kualitas makanan, dan jumlah sisa makanan juga menjadi pertimbangan.

Jika hasil pengujian menunjukkan dampak positif, sistem ini berpotensi menjadi salah satu model penyajian MBG di sekolah. Konsepnya sederhana: makanan datang lebih hangat, siswa bisa mengambil sesuai kebutuhan, dan makanan yang tersisa diharapkan tidak berakhir sia-sia. (*)

You Might Also Like

Jejak Sastra di Dua Stasiun Tua, Dubes Prancis Lacak Perjalanan Penyair Dunia di Jalur Kereta Jawa

Dari Pembersih Akuarium Jadi Penguasa Sungai, Sapu-Sapu Bikin Resah

Next Indonesia: Perluasan Jargas Jadi Kunci Tekan Subsidi LPG

Hot News! Mbak Ita Semarang Dihukum 5 Tahun Penjara, Plus Didenda Rp 300 Juta

Jateng 15 Tahun Berturut-Turut WTP

TAGGED:MBGMBG Prasmananterobosan MBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae) Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur
Next Article SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bongkar Joki Skripsi di Banyak Kampus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gambaran kemeriahan Festival Kota Lama (FKL) 2025 di Semarang. FKL 2025 digelar mulai 6-14 September 2025. Opening Ceremony digelar 8 September 2025. Foto: dok/humas
Daerah

Festival Kota Lama 2025 Siap Pecah Banget! Dari Musik, Fashion, Sampai Kuliner Nostalgia, Semua Ada!

September 6, 2025
Ekonomi

Jumlah Pedagang Bakso di Jateng Tembus 17 Ribu

April 19, 2026
Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan MBG.
Info

Jatah MBG Kini Cuma Hari Sekolah, Libur Nggak Dapat Lagi

April 3, 2026
Ilustrasi warga sedang memilih baju bekas impor.
Ekonomi

Gebrakan Pak Pur soal Impor Baju Bekas: Denda, Jangan Cuma Penjara!

Oktober 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?