BACAAJA, SEMARANG – Lipstik sudah seperti barang wajib buat banyak orang. Mau tampil natural, fresh, atau full glam, tinggal pilih warna dan formula yang sesuai. Tapi karena dipakai langsung di bibir dan berpotensi ikut tertelan saat makan atau minum, urusan keamanan sebaiknya jangan dianggap sepele.
Pilihan produk yang makin banyak juga kadang bikin bingung. Ada lip balm, lip tint, lip gloss sampai lipstik dengan embel-embel perawatan, natural, organic, dan non-toxic. Padahal, label keren di kemasan belum tentu otomatis berarti produknya cocok dan aman buat semua orang.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK (Sp.DVE), menyarankan konsumen lebih teliti sebelum membeli produk bibir. Menurutnya, sumber produk, legalitas, komposisi, hingga kondisi bibir pengguna perlu ikut dipertimbangkan.
1. Cek Izin Edar BPOM
Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah memastikan lipstik memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk dengan legalitas yang jelas punya pengawasan yang lebih terjamin dibandingkan kosmetik yang tidak terdaftar.
Menurut Arini, legalitas justru lebih penting daripada sekadar mengejar klaim seperti “chemical-free” atau “non-toxic” yang terpampang di kemasan.
Konsumen bisa menerapkan prinsip Cek KLIK BPOM, yakni mengecek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli.
2. Jangan Malas Baca Komposisi
Daftar bahan pada kemasan juga jangan cuma jadi tulisan yang dilewati begitu saja. Konsumen sebaiknya mengetahui kandungan yang terdapat dalam produk sebelum memakainya.
Namun, jangan langsung menganggap sebuah bahan berbahaya hanya karena namanya terdengar asing atau merupakan bahan sintetis.
Arini mengingatkan, bahan natural tidak otomatis aman, begitu juga bahan sintetis tidak otomatis berbahaya. Setiap bahan punya fungsi, kadar penggunaan, serta profil keamanan yang berbeda.
3. Bibir Sensitif? Pilih yang Minim Pemicu Iritasi
Buat pemilik bibir sensitif, pemilihan formula perlu mendapat perhatian ekstra. Apalagi kalau bibir gampang kering, gatal, pecah-pecah, atau mengalami peradangan.
Produk yang mengandung pewangi atau perasa tertentu bisa memicu iritasi dan dermatitis kontak pada sebagian orang. Karena itu, produk fragrance-free dan flavor-free bisa menjadi pilihan yang lebih aman bagi pemilik bibir sensitif.
4. Jangan Terpukau Label “Natural”
Tulisan “natural”, “organic”, atau “non-toxic” memang terdengar meyakinkan. Tapi jangan langsung menganggap produk dengan label tersebut pasti paling aman.
Beberapa bahan alami seperti essential oil, peppermint, cinnamon, pewangi alami, dan ekstrak tumbuhan tertentu tetap bisa memicu alergi atau iritasi pada orang yang sensitif.
Sebaliknya, bahan sintetis juga bisa memiliki tingkat kemurnian dan konsentrasi yang terkontrol. Jadi, jangan memilih lipstik cuma gara-gara kemasannya membawa klaim yang terdengar sehat.
5. Cek Kondisi Lipstik
Lipstik yang sudah lama disimpan juga perlu diperhatikan kondisinya. Kalau bau, warna, atau teksturnya berubah, sebaiknya jangan dipaksakan untuk tetap digunakan.
Perubahan tersebut bisa menjadi tanda produk mengalami degradasi atau kontaminasi. Tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan juga wajib dicek sebelum lipstik kembali menyentuh bibir.
6. Jangan Saling Pinjam Lipstik
Kebiasaan pinjam-meminjam lipstik mungkin terlihat sepele, apalagi kalau cuma dengan teman dekat. Tapi produk yang bersentuhan langsung dengan bibir berpotensi menjadi media perpindahan mikroorganisme.
Karena itu, lebih aman menggunakan produk bibir milik sendiri. Sederhana, tapi bisa membantu menjaga kebersihan dan mengurangi risiko penularan mikroorganisme.
7. Muncul Reaksi? Stop Dulu
Lipstik yang cocok buat orang lain belum tentu bersahabat dengan bibir kita. Kalau setelah memakai produk muncul rasa terbakar, gatal, bengkak, ruam, atau bibir terus-menerus pecah-pecah, sebaiknya hentikan pemakaian.
Jangan buru-buru mencoba produk lain untuk menutupi keluhan tersebut. Jika reaksi tidak membaik atau justru makin parah, pemeriksaan ke dokter kulit bisa membantu mencari tahu penyebabnya.
Intinya, memilih lipstik bukan cuma soal warna yang cakep atau hasil akhir yang bikin penampilan makin kece. Legalitas produk, komposisi, kondisi lipstik, dan respons kulit tetap jadi bagian penting yang perlu diperhatikan, terutama jika produk digunakan hampir setiap hari. (*)

