BACAAJA, SEMARANG – Babak kehidupan yang baru dirasakan bayi kembar siam asal Jepara, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely. Tim medis RSUP dr Kariadi berhasil melakukan operasi pemisahan keduanya.
Operasi yang berlangsung kompleks tersebut berhasil dilakukan pada 28 Juli 2026 setelah Shayna dan Shazia menjalani proses evaluasi serta persiapan medis secara intensif selama lebih dari satu tahun.
Pendampingan terhadap keduanya bahkan telah dilakukan RSUP dr Kariadi sejak masih berada di dalam kandungan. Shayna dan Shazia kemudian lahir pada 12 Januari 2025 dan menjalani serangkaian pemeriksaan serta perawatan untuk mempersiapkan tindakan pemisahan.
Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kerja tim multidisiplin yang melibatkan berbagai dokter spesialis, perawat, tenaga kesehatan, serta tim pendukung.
Bacaaja: Misteri Kematian Iko, Sempat Pamit Jemput Teman yang Ditahan Polda Jateng
Mereka bekerja secara terkoordinasi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan operasi, perawatan intensif di ICU hingga masa pemulihan.
Direktur Utama RSUP dr Kariadi Semarang, dr. Agus Akhmadi, M.Kes., menyampaikan bahwa keberhasilan pelayanan medis merupakan hasil kerja bersama seluruh insan rumah sakit.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh insan rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan dan kepercayaan masyarakat,” ujar Agus dalam keterangan resmi RSUP dr Kariadi.
Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi RSUP dr Kariadi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam menangani kasus-kasus kompleks yang membutuhkan kolaborasi lintas disiplin.
Sementara itu, tim medis yang menangani Shayna dan Shazia menekankan bahwa pemisahan kembar siam bukan sekadar tindakan operasi, tetapi membutuhkan perencanaan panjang dan pendampingan menyeluruh.
“Keselamatan serta masa depan kedua anak menjadi perhatian utama dalam setiap tahap pelayanan. Karena itu, seluruh tim bekerja secara terkoordinasi mulai dari persiapan, tindakan pemisahan, perawatan intensif hingga masa pemulihan,” demikian keterangan tim medis RSUP dr Kariadi.
Bacaaja: Dokter Zara, Senior Toxic di PPDS Undip Divonis Sembilan Bulan Penjara
Setelah menjalani operasi, kondisi Shayna dan Shazia berangsur stabil. Keduanya kemudian menjalani proses pemulihan secara bertahap sebelum akhirnya dipersiapkan untuk kembali ke rumah bersama keluarga.
Namun, perawatan keduanya tidak berhenti setelah meninggalkan rumah sakit.
RSUP dr Kariadi telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dan Puskesmas Nalumsari 1 untuk memastikan pemantauan kesehatan, pendampingan, serta rehabilitasi Shayna dan Shazia tetap berjalan secara berkesinambungan.
RSUP dr Kariadi juga memastikan koordinasi dengan fasilitas kesehatan di daerah akan terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan bagi keduanya.
“Keberhasilan pemisahan Shayna dan Shazia bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari kehidupan baru bagi keduanya,” demikian keterangan RSUP dr Kariadi.
Pihak rumah sakit berharap Shayna dan Shazia dapat terus tumbuh dan berkembang dengan sehat dan kuat, serta menjalani masa depan dengan penuh harapan. (*)

