BACAAJA, SEMARANG – Kemunculan Dajjal dalam kisah akhir zaman digambarkan sebagai ujian besar yang mengguncang keimanan manusia. Di tengah kekacauan tersebut, umat Islam meyakini Nabi Isa AS akan turun kembali ke bumi atas izin Allah SWT.
Turunnya Nabi Isa AS bukan sekadar peristiwa luar biasa. Ia disebut akan menjalankan misi penting, termasuk menghadapi Dajjal yang saat itu telah menebar fitnah di berbagai tempat.
Dalam sejumlah sumber Islam, Nabi Isa AS turun ketika dunia dipenuhi kezaliman dan kekacauan. Ia kemudian bergabung dengan kaum mukminin dan menghadapi Dajjal.
Mengapa Nabi Isa yang Menghadapi Dajjal?
Menurut keterangan dalam At-Tadzkirah Jilid 2 karya Imam Syamsuddin Al-Qurthubi, salah satu hikmah Nabi Isa AS turun kembali ke bumi berkaitan dengan bantahan terhadap keyakinan bahwa dirinya telah wafat disalib.
Al-Qur’an menyebut dalam Surah An-Nisa ayat 159:
ن مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِۦ قَبْلَ مَوْتِهِۦ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا
Wa in min ahlil kitābi illā la yu’minanna bihī qabla mawtihī wa yaumal qiyāmati yakūnu ‘alaihim syahīdā.
Artinya: “Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS An-Nisa: 159).
Ayat tersebut menjadi bagian dari pembahasan ulama mengenai kehidupan Nabi Isa AS dan kedatangannya kembali menjelang kiamat.
Nabi Isa Kembali ke Bumi
Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa Nabi Isa AS akan turun ketika Dajjal sudah muncul dan fitnahnya meluas. Ia kemudian berada bersama Imam Mahdi dan kaum mukminin.
Nabi Isa AS juga disebut akan menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW. Ia menegakkan tauhid dan membantah berbagai penyimpangan yang muncul berkaitan dengan dirinya.
Setelah itu, Nabi Isa AS menghadapi Dajjal. Peristiwa tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam kisah akhir zaman.
Pertempuran di Bab Lud
Menurut keterangan yang dinukil dalam Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, Nabi Isa AS akan turun di sebuah menara putih di sebelah timur Damaskus.
Setelah turun, Nabi Isa AS kemudian mencari Dajjal yang berada di Bab Lud. Tempat tersebut disebut berada di wilayah Palestina, dekat Baitul Maqdis.
Di lokasi itulah Dajjal akhirnya dibunuh oleh Nabi Isa AS dengan izin Allah SWT. Setelah kematian Dajjal, para pengikutnya tercerai-berai dan fitnah besar tersebut berakhir.
Setelah Dajjal Dibunuh
Kisah tersebut kemudian berlanjut dengan masa kehidupan yang digambarkan lebih damai. Nabi Isa AS memimpin manusia dengan keadilan dan tidak lagi terjadi berbagai bentuk permusuhan seperti sebelumnya.
Nabi Isa AS pada akhirnya juga akan mengalami kematian. Dalam materi tersebut disebutkan adanya perbedaan pendapat ulama mengenai lokasi makamnya, dengan beberapa pendapat menyebut Baitul Maqdis dan sebagian lainnya menyebut Madinah.
Kisah Nabi Isa AS dan Dajjal menjadi bagian dari pembahasan tanda-tanda besar menjelang kiamat. Waktu terjadinya seluruh rangkaian tersebut tetap menjadi perkara yang hanya diketahui Allah SWT. (*)

