BACAAJA, SOLO – Wali Kota Solo Respati Ardi pasang garis tebal soal arah penggunaan APBD 2026.
Nggak neko-neko, anggaran harus fokus ke hal yang langsung kerasa ke warga: pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan.
Arahan itu disampaikan Respati usai Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (RAKORPOK) di Bale Tawangarum, Balai Kota Solo, Rabu (28/1/2026).
Bacaaja: Atlet NPC Solo Panen 15 Medali di ASEAN Para Games Tailan, Respati Siapkan Fasilitas Khusus
Bacaaja: Hadiri Jumenengan Mangkunegara X, Respati Gaspol Kolaborasi Budaya di Solo
Rapat ini dihadiri jajaran penting Pemkot Solo, mulai dari Inspektur Kota Surakarta Arif Darmawan, Plt Kepala BKPSDM Tulus Widajat, Sekda Solo Budi Murtoni, hingga seluruh OPD.
Menurut Respati, APBD bukan sekadar angka di atas kertas. Anggaran harus tepat sasaran dan bikin warga Solo makin nyaman.
Karena itu, perbaikan infrastruktur pelayanan publik jadi prioritas, termasuk fasilitas umum yang dipakai sehari-hari oleh masyarakat.
“Untuk infrastruktur pelayanan sudah jelas: fasilitas umum dan pelayanan publik. Berikutnya kita pastikan Rumah Siap Kerja, UMKM Center, dan Posyandu Plus tetap jalan optimal buat peningkatan kualitas SDM,” tegas Respati.
Nggak cuma itu, sektor pendidikan dan kesehatan yang sifatnya mandatori juga diminta dikelola lebih efektif.
Respati menekankan penguatan Posyandu Plus serta peningkatan signifikan pada Dana BOS daerah dari APBD.
“Pendidikan dan kesehatan itu amanat undang-undang. Banyak sekolah yang kita revitalisasi, dan anggaran BOS daerah kita tingkatkan dua kali lipat. Harus ada banyak aktivasi di sekolah negeri supaya makin diminati dan bisa bersaing dengan sekolah swasta,” tandasnya.
Intinya, APBD 2026 versi Solo: bukan buat seremoni, tapi buat solusi. Pelayanan publik ngebut, sekolah makin berkualitas, kesehatan makin kuat. (*)

