Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala

R. Izra
Last updated: Agustus 22, 2026 7:57 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)
PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Peluang kerja dan karier untuk difabel cukup terbuka. Banyak perusahaan sekarang menerima karyawan difabel. Persoalannya, akses informasi dan rekrutmen masih menjadi kendala.

Setidaknya hal itulah yang dirasakan Della Ira, pencari kerja asal Semarang yang merupakan penyandang disabilitas tuli. Ia datang ke Job Fair Hari Jadi Jawa Tengah untuk melihat peluang kerja yang tersedia.

Della mengaku terbantu dengan adanya job fair. Namun, ia masih menemukan kendala dalam mengakses informasi secara visual, terutama penunjuk lokasi yang dibutuhkan pencari kerja tuli.

“Visualnya kurang, visual untuk teman-teman tuli. Saya bingung, informasi di mana, saya mau ke mana, mau belok ke mana,” kata Della, Jumat (21/8/2026).

Bacaaja: Ada 4.817 Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026, Jangan sampai Ketinggalan!
Bacaaja: Cerita Absurd Pelamar di Job Fair Jateng 2026: Baru Lulus Sudah Ditanya Pengalaman Kerja

Menurutnya, penanda yang lebih jelas akan membantu pencari kerja tuli menemukan lokasi pendaftaran, tempat menunggu maupun posisi perusahaan yang dituju.

Selain akses informasi, Della juga menyoroti fasilitas bagi penyandang disabilitas daksa, khususnya pengguna kursi roda, yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Untuk teman-teman yang daksa yang pakai kursi roda masih kurang aksesnya,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan Muhammad Iqbal Amal, 24 tahun, pencari kerja penyandang disabilitas asal Semarang.

Lulusan S1 UDINUS tersebut datang untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Sebelumnya, Iqbal pernah bekerja di kafe dan kini kembali mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Saya mau cari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, job fair memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk melihat langsung lowongan yang tersedia. Ia berharap perusahaan tidak hanya membuka pekerjaan bagi penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan kesempatan sesuai kemampuan dan kompetensi masing-masing.

1.140 Lowongan Bisa Diakses Difabel

Kepala Disnaker Jateng Ahmad Aziz mengatakan pihaknya telah mengkurasi perusahaan yang memiliki komitmen mempekerjakan penyandang disabilitas.

Sedikitnya terdapat 10 perusahaan yang disebut membutuhkan tenaga kerja disabilitas. Perusahaan-perusahaan tersebut juga telah menyiapkan aksesibilitas dan fasilitas yang dibutuhkan pekerja disabilitas.

Dalam pelaksanaan job fair, tercatat 95 pencari kerja disabilitas telah mendaftar. Sementara jumlah lowongan yang dapat diakses mencapai 1.140 posisi.

Aziz menjelaskan, lowongan tersebut tidak seluruhnya dikhususkan untuk penyandang disabilitas. Perusahaan membuka kesempatan secara luas sehingga pencari kerja disabilitas dapat mendaftar pada posisi yang sesuai dengan kemampuan mereka.

“Perusahaan itu membuka seluas-luasnya teman-teman disabilitas untuk bisa mengakses, untuk bisa mendaftar, untuk bisa bekerja,” ujar Aziz.

Menurut Aziz, keterbukaan tersebut juga harus diikuti dengan kesiapan fasilitas di tempat kerja. Misalnya, jalur khusus bagi pengguna kursi roda maupun fasilitas lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pekerja disabilitas.

Bukan Sekadar Membuka Lowongan

Munculnya puluhan pencari kerja disabilitas di job fair menunjukkan kebutuhan terhadap ruang rekrutmen yang lebih inklusif masih cukup besar.

Bagi Della, membuka lowongan saja belum cukup. Akses selama proses mencari pekerjaan juga harus diperhatikan agar penyandang disabilitas dapat memahami informasi, mengikuti tahapan rekrutmen, hingga bersaing secara setara.

“Sebetulnya sudah membantu, tapi sedikit. Sudah membantu kok. Membuka peluang untuk teman-teman disabilitas,” ujarnya.

Job fair menjadi langkah positif. Namun, tantangannya kini bukan sekadar berapa banyak lowongan yang tersedia, melainkan seberapa mudah lowongan tersebut benar-benar bisa diakses oleh penyandang disabilitas.

Perbaikan akses informasi, fasilitas, dan proses rekrutmen menjadi bagian penting agar kesempatan kerja yang dibuka tidak berhenti sebagai angka. Penyandang disabilitas harus benar-benar memiliki kesempatan untuk mengetahui informasi, mendaftar, mengikuti seleksi, dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai kompetensinya. (dul)

You Might Also Like

Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa

Sidat Citanduy Jadi Jalan Baru Warga Sidamukti

Wali Kota Semarang Ajak GP Ansor Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM

Solo Darurat Sampah? Respati Serukan Gerakan Besar: Beresin Mulai dari Hulu!

Badan Berotot Tanpa Nyiksa, Ini Cara Benernya Biar Jadi

TAGGED:akses informasidifabelheadlinejob fair jateng 2026lowongan kerjarekrutmen
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 5.000 Langkah, Mood Bisa Ikutan Naik
Next Article Obesitas Anak Bisa Bikin Mata Ikutan Bermasalah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bongkar Joki Skripsi di Banyak Kampus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Kemenkum Jateng Gas Sinkronisasi Perda dengan UU Ciptaker

Februari 8, 2026
PETIK KOPI - Petani di Temanggung memetik buah kopi yang telah memerah di pohon. (ist)
Ekonomi

Panen Kopi Temanggung Anjlok sampai 60 Persen, Cuaca Jadi Biang Kerok

Juni 9, 2026
Ilustrasi tawuran.
Hukum

Janjian Duel via Instagram, Dua Geng Magelang Malah Berujung Ditangkap

Juni 30, 2026
Fokus

Mau Nobar Piala Dunia? Jangan Asal Kumpul, Wajib Punya Lisensi

Juni 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?