Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sidat Citanduy Jadi Jalan Baru Warga Sidamukti
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Sidat Citanduy Jadi Jalan Baru Warga Sidamukti

Nugroho P.
Last updated: Agustus 23, 2026 3:48 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi ikan sidat primadona baru dari Cilacap.
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Di Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan, Cilacap, ikan sidat mulai membawa cerita baru bagi warga. Komoditas yang hidup di kawasan Sungai Citanduy itu kini bukan cuma dibesarkan untuk dijual, tapi juga diolah menjadi beragam makanan.

Warga yang tergabung dalam Pokdakan Pur 123 Indah Jaya melihat sidat sebagai peluang untuk menambah penghasilan. Dari kolam pembesaran, ikan bernilai tinggi itu kemudian bisa berakhir di meja makan dalam bentuk abon, sambal hingga kerupuk.

Langkah tersebut pelan-pelan mengubah cara warga melihat potensi sekitar. Sungai yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kini ikut membuka peluang usaha, terutama bagi warga yang sebelumnya banyak bekerja sebagai buruh tani.

Bibit Sidat dari Citanduy

Ketua Pokdakan Pur 123 Indah Jaya, Misbah, mengatakan bibit sidat yang dibesarkan warga berasal dari kawasan Sungai Citanduy. Sungai tersebut berada di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dan dikenal sebagai habitat sidat.

Warga tidak melakukan pemijahan sendiri. Bibit yang didapat kemudian dipelihara di kolam pembesaran sampai ukurannya memenuhi standar pasar.

Prosesnya jelas tidak instan. Saat masih kecil, sidat membutuhkan perhatian ekstra sampai akhirnya bisa tumbuh menjadi ikan yang punya nilai jual tinggi.

Dari awalnya sekitar 82 kilogram bibit, warga berhasil mengembangkan hasil pembesaran hingga mencapai 283 kilogram.

Misbah mengatakan usaha tersebut memang sejak awal diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Sidamukti yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai buruh tani.

Satu Kilo Bisa Rp165 Ribu

Sidat hasil budidaya warga bisa dijual dalam kondisi segar dengan harga sekitar Rp165 ribu per kilogram. Nilai tersebut membuat sidat punya daya tarik tersendiri dibandingkan sejumlah komoditas ikan air tawar lainnya.

Pasarnya juga cukup luas. Sidat dikenal sebagai salah satu komoditas perikanan yang diminati, termasuk oleh konsumen di Jepang.

Namun warga tidak mau berhenti di penjualan ikan segar. Sidat yang tidak terserap pasar kemudian diputar lagi menjadi produk makanan dengan nilai jual berbeda.

Dari satu ekor ikan, warga bisa menghasilkan beberapa jenis produk. Ada abon sidat, abon kayabaki, kerupuk dari kepala sidat hingga sambal sidat.

Sembilan Bulan Baru Bisa Panen

Budidaya sidat memang membutuhkan kesabaran. Waktu pembesarannya bisa mencapai sekitar sembilan bulan sebelum ikan siap dipanen.

Community Development Officer PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lomanis, Ita Puspitasari, mengatakan waktu tersebut jauh lebih lama dibandingkan budidaya ikan seperti lele yang rata-rata bisa dipanen sekitar tiga bulan.

Meski begitu, waktu tunggu yang panjang dianggap sepadan dengan harga jualnya. Pada panen perdana, kelompok warga menghasilkan sekitar 250 kilogram sidat.

Hasil panen tersebut langsung dibeli koperasi untuk kemudian dipasarkan. Pola ini membuat warga tidak harus pusing mencari pembeli sendiri.

Pertamina Ikut Dorong dari Kolam

Pengembangan sidat di Sidamukti mendapat dukungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lomanis.

Program tersebut mulai berjalan pada 2024 dengan memberikan fasilitas kolam pembesaran sekaligus pelatihan kepada warga. Pendampingan dilakukan bersama Koperasi Mina Sidat yang memiliki pengalaman dalam budidaya komoditas tersebut.

Ita mengatakan program itu lahir setelah melihat kondisi sosial dan potensi alam di Sidamukti. Desa tersebut sebelumnya menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran yang cukup tinggi.

Keberadaan Sungai Citanduy kemudian menjadi salah satu alasan sidat dipilih sebagai komoditas pemberdayaan. Warga yang sebelumnya belum memahami cara membudidayakan sidat mulai mendapat pengetahuan dan fasilitas untuk mengembangkannya.

Sidat Tak Cuma Jadi Ikan Goreng

Mulai 2025, pengembangan program diperluas. Warga tidak lagi hanya fokus membesarkan sidat, tetapi juga belajar mengolah hasil panennya.

Produk olahan seperti abon, sambal dan kerupuk mulai dikembangkan. Cara ini membuat ikan yang tidak masuk pasar segar tetap bisa menghasilkan uang.

Pertamina juga berencana membangun rumah produksi untuk mendukung kegiatan pengolahan. Selama ini proses produksi masih dilakukan di rumah-rumah warga.

Rencana tersebut muncul karena permintaan produk olahan sidat mulai meningkat. Dengan tempat produksi yang lebih layak, kapasitas usaha diharapkan ikut naik.

Sisa Produksi Tak Terbuang

Menariknya, program ini juga membawa konsep ekonomi sirkular. Limbah organik dari proses pengolahan tidak langsung dibuang begitu saja.

Sisa tersebut dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Maggot kemudian digunakan untuk mendukung budidaya lele.

Jadi, satu komoditas bisa menggerakkan rantai usaha yang lebih panjang. Sidat menghasilkan ikan segar dan makanan olahan, sementara sisa produksinya masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya lainnya.

Bagi warga Sidamukti, pola seperti ini menjadi peluang untuk memperpanjang manfaat ekonomi dari sidat. Dari Sungai Citanduy, masuk kolam, dipanen, diolah, lalu sampai ke meja makan.

Perlahan, sidat tak lagi sekadar ikan bernilai tinggi. Di tangan warga Sidamukti, komoditas tersebut mulai menjelma menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi desa. (*)

You Might Also Like

Industri Kreatif Bisa Jadi “Mesin Kerja” Anak Muda

Eks-Sekda Cilacap dan Komplotannya Bancakan Duit Korupsi Rp 237 M, untuk Apa Saja?

“Pak Rahman”, Jurus Pemkot Jinakin Harga Pangan

Jateng Genjot Industri Hijau: Panel Surya & Gas Alam Jadi Andalan Transisi Energi

Nggak Mau Byar-Pet, KITB Disuntik 180 MW Energi Hijau

TAGGED:cilacapekonmiikan sidatsidatunagi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Rektor Unsoed Kena OTT, Siapa Tanda Tangan Ijazah?
Next Article PELATIHAN INTERNASIONAL--Dosen Program Studi Teknik Kimia Unwahas, Indah Hartati, foto bersama puluhan peserta pelatihan internasional di India. (ist) Dosen Unwahas Belajar Perubahan Iklim di India Bareng Peserta dari 28 Negara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kasus Bullying di Pemalang Disorot, Pemprov: CCTV Jangan Cuma Jadi Pajangan

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah)

Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Peternak Unggas Curhat ke Luthfi, MBG Diminta Jadi Penyelamat

Juni 10, 2026
Ekonomi

Bidik Relokasi Industri Vietnam, Jateng Bersolek Perkuat Pelabuhan

Juli 1, 2026
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Ekonomi

Moody’s Turunin Outlook Utang RI Gara-gara MBG, Begini Kata Menkeu Purbaya

Februari 9, 2026
Ekonomi

Marina Budiman, Perempuan Tembus Elite Tajir Melintir Versi Forbes 2025

Desember 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sidat Citanduy Jadi Jalan Baru Warga Sidamukti
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?