BACAAJA, SEMARANG- Momen Idulfitri 2026 jadi hari penuh haru di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang. Sebanyak 186 warga binaan menerima remisi khusus Lebaran, Sabtu (21/3/2026).
Dari ratusan penerima itu, satu orang langsung dinyatakan bebas dan bisa kembali ke keluarga tepat di hari raya. Sebuah momen yang buat sebagian orang mungkin biasa, tapi di sini rasanya priceless banget.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Semarang Terima Remisi Khusus Imlek
Penyerahan remisi dilakukan setelah Salat Idulfitri di lapangan dalam area lapas, dengan suasana yang campur aduk, antara bahagia, haru, dan penuh harapan baru.
Kepala lapas, Ade Agustina menjelaskan, kalau remisi ini nggak diberikan sembarangan. Ada syarat yang harus dipenuhi, mulai dari berkelakuan baik sampai aktif ikut program pembinaan.
“Harapannya, ini jadi semangat baru buat warga binaan supaya bisa jadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Skala Nasional
Kalau ditarik ke skala nasional, jumlah penerima remisi Idulfitri tahun ini juga nggak main-main. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencatat total 155.908 orang dapat pengurangan masa pidana.
Rinciannya, 153.642 orang dapat Remisi Khusus I, sementara 1.143 orang langsung bebas lewat Remisi Khusus II. Nggak cuma narapidana dewasa, anak binaan juga kebagian, 1.104 anak dapat pengurangan masa pidana, dan 19 di antaranya langsung bebas.
Balik ke Semarang, momen paling “ngena” terlihat saat salah satu warga binaan berinisial EL nggak bisa nahan air mata. Tangisnya pecah, bukan karena sedih, tapi karena lega dan bersyukur.
Baca juga: Mongol Bikin Natal Lapas Semarang Jadi Penuh Tawa
Di tengah suasana Lebaran yang identik dengan maaf-maafan, remisi ini jadi semacam pintu kecil menuju kesempatan kedua, buat memperbaiki diri dan mulai ulang hidup.
Di luar sana, banyak yang bilang “Lebaran itu kembali ke fitri.” Tapi di dalam lapas, maknanya bisa lebih dalam, bukan cuma soal baju baru atau opor ayam, tapi soal benar-benar dikasih kesempatan buat jadi “orang baru” lagi. (tebe)


