Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Seniman Ditangkap ARTJOG saat Teatrikal Protes, ARTJOKES Singgung Intimidasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Seniman Ditangkap ARTJOG saat Teatrikal Protes, ARTJOKES Singgung Intimidasi

ARTJOKES menyatakan, banyak anak muda berhadapan dengan intimidasi, kriminalisasi, teror, hingga serangan digital ketika menyuarakan aspirasi.

R. Izra
Last updated: Juni 20, 2026 10:22 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
ARTJOG TANGKAP SENIMAN - Seniman ARTJOKES ditangkap oleh pihak keamanan ARTJOG 2026 saat melakukan performing art sebagai bentuk protes atas keterlibatan putra Presiden Prabowo, Didit, dalam penyelenggaraan ARTJOG 2026. (ist)
ARTJOG TANGKAP SENIMAN - Seniman ARTJOKES ditangkap oleh pihak keamanan ARTJOG 2026 saat melakukan performing art sebagai bentuk protes atas keterlibatan putra Presiden Prabowo, Didit, dalam penyelenggaraan ARTJOG 2026. (ist)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Aksi teatrikal yang dilakukan seorang seniman saat pembukaan ARTJOG 2026 di Jogja National Museum (JNM), Jumat (19/6/2026) malam, berujung penghentian paksa oleh petugas keamanan.

Pria berpakaian hitam dan mengenakan sebo itu tiba-tiba naik ke area pintu masuk galeri. Di bawah logo ARTJOG, ia melakukan monolog teatrikal sambil menebar bunga dan menyuarakan kritik.

“Sastra telah mati, seni telah mati. Intelektual tanpa hasrat pemberontakan adalah perpanjangan tangan negara,” ucapnya di hadapan pengunjung.

Bacaaja: Cat Pink, Bunga, dan Protes yang Berakhir di Pos Satpam: Pembukaan ARTJOG 2026 Ricuh
Bacaaja: PWI Kudus Kecam Premanisme dan Intimidasi terhadap Wartawan, Tuntut Ormas PP Lakukan Ini

Situasi memanas setelah cat semprot dan lemparan cat warna merah muda mengenai plakat ARTJOG. Tak lama kemudian, petugas keamanan langsung mengamankan pria tersebut dan membawanya ke pos penjagaan.

Sekitar 20 menit kemudian, pria yang mengaku bernama Ayik itu dilepaskan. Ia menjelaskan aksinya merupakan bentuk protes terhadap keterlibatan Didit Hediprasetyo Foundation sebagai salah satu sponsor ARTJOG 2026.

“Menurut saya sudah tidak relevan dengan ARTJOG sekarang, apalagi ada Didit dan sponsor-sponsor di belakangnya,” ujarnya.

Ayik juga mengaku sempat mengalami tindakan represif saat diamankan. Aksi tersebut belakangan diketahui merupakan bagian dari gerakan kolektif seniman yang menamakan diri mereka ARTJOKES.

Perwakilan ARTJOKES, Agam Wispi, menyebut aksi itu merupakan bentuk ekspresi seni kontemporer sekaligus kritik terhadap penyelenggaraan ARTJOG yang dinilai seharusnya menjadi ruang netral bagi semua pihak.

Di tengah polemik tersebut, pihak ARTJOG mengonfirmasi bahwa Didit Hediprasetyo batal hadir membuka acara. Nama Didit Hediprasetyo Foundation juga telah dihapus dari daftar sponsor setelah muncul gelombang penolakan dari sebagian pegiat seni.

CEO ARTJOG, Heri Pemad, mengaku memahami polemik yang berkembang di luar penyelenggaraan acara. Menurutnya, keterlibatan Didit Hediprasetyo Foundation semata-mata didasarkan pada kesamaan visi dalam mendukung ekosistem seni di Indonesia.

Heri menjelaskan, seperti halnya sponsor lain, yayasan tersebut hadir sebagai pendukung kegiatan seni tanpa campur tangan terhadap karya maupun proses kuratorial yang berlangsung di ARTJOG 2026.

Meski menuai pro dan kontra, pihak ARTJOG menegaskan seluruh karya yang dipamerkan tetap berdiri secara independen dan tidak ada intervensi dari pihak sponsor terhadap para seniman yang terlibat.

ARTJOKES: banyak anak muda diintimidasi

Sementara itu, kelompok seniman ARTJOKES menjelaskan bahwa aksi mereka merupakan bagian dari kritik yang tertuang dalam rilis bertajuk “ARTJOKES 2026: Ars Brevis, Resistentia Longa”.

Menurut ARTJOKES dalam unggahan Instagram @gardabiru.uny, banyak anak muda saat ini harus berhadapan dengan intimidasi, kriminalisasi, teror, hingga serangan digital ketika menyuarakan aspirasi. Di tengah situasi itu, seni dianggap menjadi salah satu ruang penting untuk menjaga harapan sekaligus menyuarakan perlawanan.

ARTJOKES menilai seni seharusnya tetap memiliki jarak kritis terhadap kekuasaan. Karena itu, kritik yang mereka sampaikan bukan semata soal sponsor atau penyelenggara acara, melainkan ajakan untuk mendiskusikan kembali posisi seni di tengah relasi yang semakin dekat antara ruang kebudayaan dan kekuasaan politik. (*)

You Might Also Like

4,6 Juta Warga Jateng Akses Program Cek Kesehatan Gratis, Terintegrasi dengan Speling

Undip Gandeng PT Chung Giwa Indonesia, Dorong Mahasiswa go Global

LDA Minta Dana Hibah Keraton Diaudit

Subsidi Motor Listrik Dinilai Salah Sasaran, MTI Desak Pemerintah Alihkan Dana ke Angkutan Umum

Polisi Buru Narkoba hingga Septic Tank

TAGGED:anak mudaartjogartjokesDidit Hediprasetyo Foundationgardabiru.unyheadlineintimidasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article ILUSTRASI--Halte modern di tengah jalan dan Jalur khusus warna merah untuk Trans Semarang. (ist) Pakar Bocorkan Rencana Proyek Halte Modern dan Jalur Khusus Trans Semarang
Next Article Semarang Punya Sunset, Punya Pantai, Tapi Kok Belum Jadi Primadona?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENIKMATI MALAM - Kawasan Candi Tugu kini jadi magnet spot wisata untuk menikmati Kota Semarang dari ketinggian. (dul)

Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang

Hendi ke Anak Muda: Jangan Cuma Jago Scroll, Berani Juga Bersuara

JALUR SESAR--Peta geologi milik Dinas ESDM Jateng yang mengacu pada Van Bemmelen, menunjukkan jalur sesar di Kota Semarang. (bae)

Waspada! Tiga Jalur Sesar Membentang di Kota Semarang, Ini Wilayah yang Dilewati

Makam di Semarang Mulai Full

TEMUAN OBAT KERAS--Obat-obatan terlarang ditemukan di area Lapas Semarang, Selasa (4/8/2026). (ist)

Obat Keras Dilempar ke Dalam Lapas Semarang, Malah Ditemukan Petugas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Broker dan Bankir Kompak Tilap Kredit, Kerugian Negara Capai Rp15,9 Miliar

Oktober 13, 2025
Info

Pigura Presiden dan Wapres, serta Mesin Cuci Sekolah Rakyat Jadi Gunem Panjang

Mei 19, 2026
MINTA MAAF - Pengacara Hotman Paris Hutapea meminta maaf setelah perkataannya menuai kecaman secara luas.
Hukum

BREAKING NEWS: Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Bekas Jampidsus Febrie

Juli 23, 2026
Hukum

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

Juni 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Seniman Ditangkap ARTJOG saat Teatrikal Protes, ARTJOKES Singgung Intimidasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?