Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Waspada! Tiga Jalur Sesar Membentang di Kota Semarang, Ini Wilayah yang Dilewati
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Waspada! Tiga Jalur Sesar Membentang di Kota Semarang, Ini Wilayah yang Dilewati

R. Izra
Last updated: Agustus 4, 2026 8:35 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
JALUR SESAR--Peta geologi milik Dinas ESDM Jateng yang mengacu pada Van Bemmelen, menunjukkan jalur sesar di Kota Semarang. (bae)
JALUR SESAR--Peta geologi milik Dinas ESDM Jateng yang mengacu pada Van Bemmelen, menunjukkan jalur sesar di Kota Semarang. (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kota Semarang dilintasi jalur sesar yang membentang dari wilayah Kabupaten Kendal hingga Kabupaten Semarang. Jalur itu melintasi sejumlah kecamatan di bagian barat, selatan, hingga tengah.

Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Siti Ismaillyaningsih, mengatakan keberadaan tiga jalur sesar itu bisa dilihat dengan mengacu pada peta geologi karya Van Bemmelen tahun 1949.

Jalur pertama membentang dari wilayah Boja, Kabupaten Kendal, lalu memasuki Kota Semarang melalui Kecamatan Mijen, tepatnya di Kelurahan Jatisari, Tambangan, dan Purwosari. Dari sana jalur sesar berlanjut ke Kecamatan Gunungpati melintasi Cepoko, Mangunsari, dan Pakintelan, kemudian melewati Pudakpayung di Kecamatan Banyumanik sebelum tersambung ke wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.

Bacaaja: Semarang Ternyata Punya Sesar Aktif, Agustina Siapkan Jurus “Paku Bumi”
Bacaaja: Seram! Permukiman di Gunungpati Ini Berdiri di Tanah Labil, Banyak Rumah Mulai Retak

Jalur kedua juga berawal dari arah Mijen, namun melewati Kelurahan Kedungpane. Selanjutnya sesar melintasi Kecamatan Gunungpati di wilayah Sadeng dan Sukorejo, lalu menerus ke Kecamatan Banyumanik melalui Tinjomoyo, Sumurboto, Pedalangan, serta Jabungan. Jalur ini juga melewati Kecamatan Tembalang, tepatnya Kelurahan Tembalang dan Kramas, sebelum terhubung ke Ungaran.

Sementara jalur ketiga memiliki bentangan lebih pendek. Jalur ini melewati Kecamatan Ngaliyan, yakni Kelurahan Ngaliyan, Bambankerep, dan Kalipancur, kemudian melintas ke Kecamatan Gajahmungkur dan terputus di wilayah Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.

Meski demikian, Ismaillyaningsih mengingatkan tidak semua lokasi yang rawan tanah bergerak berada di jalur sesar. Menurutnya, masih banyak daerah yang berpotensi mengalami pergerakan tanah karena faktor geologi lain.

Ia menjelaskan, dalam ilmu geologi terdapat perbedaan antara sesar dan patahan atau lurusan.

Sesar merupakan zona rekahan pada kerak bumi yang sudah terbukti mengalami pergeseran, sedangkan lurusan baru berupa indikasi struktur bawah permukaan yang belum tentu merupakan sesar aktif.

“Kalau sesar ya seperti yang saya katakan tadi, karena adanya unsur geologinya. Jadi sesar itu karena lempengan yang bergeser,” ujarnya.

Ia menambahkan, dugaan adanya patahan di suatu wilayah belum bisa langsung dipastikan sebagai sesar. (bae)

You Might Also Like

Kemarau Bikin Waswas, Ribuan Warga Cilacap Mulai Antre Air Bersih

Dipulangin, 327 Pelaku Demo Rusuh Semarang Merengek dalam Pelukan Orangtua

Gelaran Semarang Night Carnival 2026 Dikalahkan Hujan, Penonton Auto Bubar Jalan

PPPK Deg-degan Ada Ancaman PHK Massal, DPR Minta Aturan Ditunda Dulu

Dalih Aipda Robig: Gamma Tewas Bukan karena Saya Tembak, tapi . . .

TAGGED:gempa bumiheadlinekabupaten semarangkendalkota semarangpatahanpeta geologisesarsesar semarangvan bemmelen
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Makam di Semarang Mulai Full
Next Article Hendi ke Anak Muda: Jangan Cuma Jago Scroll, Berani Juga Bersuara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Sengketa Sriwedari, Wali Kota Solo Ungkap Fakta Mengejutkan: Ibu Saya Ahli Waris, tapi . . .

Kasus Dugaan Pengeroyokan Advokat di Jl Veteran Naik Penyidikan

Lapas Purwodadi Gelar Shalat Istisqa, Pegawai dan Peserta Magang Diajak Introspeksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Bupati Temanggung, Agus Setyawan atau yang akrab disapa Agus Gondrong, berhasil meraih Tropi Abyakta dalam Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kompleks Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin (9/2/2026).
Info

Bupati Temanggung Boyong Tropi Abyakta PWI, Agus Gondrong: Kado untuk Seniman Lokal

Februari 10, 2026
Info

Nataru Boleh Libur, Layanan Kesehatan Semarang Nggak Ikut Cuti

Desember 22, 2025
Pendidikan

Libur Sekolah Makin Dekat, Aturan Baru Resmi Turun

Desember 11, 2025
Ekonomi

Rumah Baru Nggak Cuma Jual Lokasi, Tapi Juga Gas Gratis?

Mei 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Waspada! Tiga Jalur Sesar Membentang di Kota Semarang, Ini Wilayah yang Dilewati
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?