Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Makam di Semarang Mulai Full
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Makam di Semarang Mulai Full

Rumah baru terus bermunculan di Semarang. Penghuninya juga makin banyak. Tapi ada satu kebutuhan yang sering luput dipikirkan: lahan pemakaman. Kini, beberapa TPU di Kota Semarang sudah penuh.

T. Budianto
Last updated: Agustus 4, 2026 8:35 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
BERSIHKAN MAKAM: Petugas kebersihan membersihkan area makam di TPU Trunojoyo, Banyumanik, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Lahan pemakaman di Kota Semarang makin terbatas. Seiring jumlah penduduk yang terus bertambah, kebutuhan lahan makam juga ikut meningkat. Kondisi itu membuat Pemkot Semarang mulai menyiapkan sejumlah langkah agar warga tetap mendapat layanan pemakaman di masa mendatang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan, saat ini Pemkot mengelola 15 tempat pemakaman umum (TPU), namun empat di antaranya sudah penuh.

Empat TPU tersebut adalah TPU Kesambi Sompok, TPU Kembangarum, TPU Trunojoyo, dan TPU Dadapan. Di lokasi itu, pemakaman baru sudah tidak bisa dilakukan, kecuali dengan sistem tumpang bagi keluarga yang sudah memiliki makam.

Baca juga: Banjir Semarang, Dosen Unwahas Sentil Pengembang Perumahan Nakal

Murni bilang, pelayanan pemakaman adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijamin pemerintah. Karena itu ia tidak hanya menata pengelolaan TPU yang ada.

“Kami juga menyiapkan keberlanjutan penyediaan lahan makam agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, baik hari ini maupun di masa mendatang,” ucap Murni, Selasa (4/8/2026).

Dorong Pengembang

Untuk mengantisipasi keterbatasan lahan, Pemkot Semarang mendorong pengembang perumahan segera menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), termasuk lahan pemakaman umum, kepada pemerintah kota.

Kewajiban itu sudah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2015. Dalam aturan tersebut, setiap pengembang wajib menyediakan lahan pemakaman umum sedikitnya dua persen dari total luas kawasan perumahan yang dibangun.

“Kami mengajak seluruh pengembang perumahan yang belum menyerahkan PSU, khususnya lahan pemakaman umum, untuk segera memenuhi kewajibannya,” imbaunya.

Baca juga: Setop Jual Hulu Ngaliyan ke Pengembang, Amerta: Akar Masalah Banjir

Menurut Murni, lahan yang diserahkan juga harus memenuhi syarat, seperti sesuai tata ruang, tidak berada di kawasan rawan banjir maupun longsor, memiliki struktur tanah yang layak, serta mudah diakses.

Kota yang baik bukan hanya menyediakan tempat untuk orang tinggal, tetapi juga tempat untuk mereka berpulang. Sebab kalau rumah terus dibangun sementara lahan makam terus berkurang, jangan sampai nanti yang paling sulit dicari di kota ini bukan lagi hunian… melainkan tempat peristirahatan terakhir. (bae)

You Might Also Like

Timnas Indonesia Siap Panas di Surabaya: Tantang Taiwan dan Lebanon di FIFA Matchday

Siswi SMP Dibakar Paman, Pemkot “Gercep” Turun Tangan

Tolak Undangan Istana, Tiyo Pilih Konsisten Lawan Arus

Diterjang Angin, Rumah Warga Siap Diperbaiki Lewat RTLH

Dari Bambu ke Beton, Jalan Sekolah Kini Lebih Aman, Ini yang Dilakukan Polres Banjarnegara

TAGGED:agustina wilujengdisperkim kota semarangheadlinepemkot semarangTPU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TEMUAN OBAT KERAS--Obat-obatan terlarang ditemukan di area Lapas Semarang, Selasa (4/8/2026). (ist) Obat Keras Dilempar ke Dalam Lapas Semarang, Malah Ditemukan Petugas
Next Article JALUR SESAR--Peta geologi milik Dinas ESDM Jateng yang mengacu pada Van Bemmelen, menunjukkan jalur sesar di Kota Semarang. (bae) Waspada! Tiga Jalur Sesar Membentang di Kota Semarang, Ini Wilayah yang Dilewati

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Sengketa Sriwedari, Wali Kota Solo Ungkap Fakta Mengejutkan: Ibu Saya Ahli Waris, tapi . . .

Kasus Dugaan Pengeroyokan Advokat di Jl Veteran Naik Penyidikan

Lapas Purwodadi Gelar Shalat Istisqa, Pegawai dan Peserta Magang Diajak Introspeksi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Rp40,34 Triliun Dana Desa Sudah Tersalur, BLT Menjangkau Hampir 8.000 Desa

Juli 28, 2025
Anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi dalam rapat bersama Kementerian Perindustrian di Gedung Nusantara Senayan Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: dok.
Ekonomi

Sektor Manufaktur Jadi Pahlawan Pertumbuhan Ekonomi, DPR Minta Anggaran Kemenperin Jangan Dipangkas!

September 3, 2025
Ilustrasi armada BRT Trans Jateng.
Ekonomi

Mulai 2027, Trans Jateng Sambungkan Magelang-Temanggung

Juni 4, 2026
Banjir bandang dan longsor memutus akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (11//1/2026).
Info

Banjir Bandang dan Longsor Landa Jepara hingga Putus Akses Jalan, Warga Terisolasi

Januari 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Makam di Semarang Mulai Full
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?