Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Broker dan Bankir Kompak Tilap Kredit, Kerugian Negara Capai Rp15,9 Miliar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Broker dan Bankir Kompak Tilap Kredit, Kerugian Negara Capai Rp15,9 Miliar

Modusnya rapi, tapi akhirnya terbongkar. Mujiyanti alias Cik Mel didakwa ikut mengatur kredit fiktif di BNI Semarang yang bikin negara tekor Rp15,9 miliar. Kini, broker kredit itu harus menghadapi tuntutan 8,5 tahun penjara.

T. Budianto
Last updated: Oktober 13, 2025 3:28 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
MENDENGARKAN TUNTUTAN: Terdakwa korupsi Bank BNI, Mujiyanti alias Cik Mel (baju putih) menunduk sambil menangis saat dengar pembacaan tuntutan di pengadilan, Senin (13/10). (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Tangis Mujiyanti (42) alias Cik Mel pecah di ruang sidang. Terdakwa korupsi kredit BNI Semarang itu tak kuasa menahan air mata saat jaksa membaca tuntutan.

Sidang tuntutan berlangsung di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/10). Awalnya Cik Mel duduk sambil tertunduk lesu. Ketika jaksa dari Kejari Semarang mau membaca amar tuntutan, Cik Mel disuruh berdiri. Terdakwa pun menurut.

Cik Mel mulai merengek saat jaksa menyimpulkan dirinya terbukti melakukan korupsi sampai merugikan negara Rp15,9 miliar. “Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun dan 6 bulan,” ucap jaksa.

Mendengar itu, tangis Cik Mel makin menjadi. Kakinya lunglai sampai membuatnya tersungkur di lantai, tepat di depan majelis hakim.  Hakim lantas menyuruh petugas membantu Cik Mel duduk di kursi pesakitan.

Jaksa Jehan Nurul Azhar bilang, Cik Mel terbukti memperkaya diri sendiri lewat permainan kredit. Ia disebut bersekongkol dengan pegawai BNI, Dewi Kusumanita, dalam menggelapkan dana nasabah.

Selain penjara, Cik Mel dituntut bayar denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa juga menuntut Cik Mel bayar uang pengganti Rp6,3 miliar. Kalau tak dibayar, dia harus menjalani tambahan penjara 4 tahun 3 bulan.

Dalam berkas tuntutan, jaksa menyebut Cik Mel terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sebagaimana Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Perbuatannya dinilai merugikan keuangan negara, tepatnya Bank BNI. Audit mencatat total kerugian mencapai Rp15,9 miliar. Modusnya, Cik Mel jadi “pemasok” calon debitur untuk Dewi di Sentra Kredit Kecil (SKC) BNI Semarang. Dari sana, lahirlah 32 debitur.

Nilainya besar-besar, antara Rp300 juta sampai Rp1 miliar per orang. Tapi yang terjadi, hampir semua kredit itu macet.  Uang hasil korupsi itu sebagian besar dinikmati Cik Mel. Ia disebut mengatur aliran dana dari pencairan kredit dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Jaksa juga menilai perbuatannya membuat masyarakat resah dan mencoreng nama baik lembaga keuangan negara.  “Perbuatan terdakwa jelas bertentangan dengan upaya pemberantasan korupsi,” kata jaksa.

Dalam tuntutan, disebut pula bahwa Cik Mel pernah dihukum dalam kasus penipuan. Hal itu membuat tuntutannya makin berat. Ia juga dinilai berbelit-belit saat sidang berlangsung. Namun, jaksa tetap mencatat satu hal yang meringankan. Cik Mel bersikap sopan selama persidangan.

Sementara Dewi Kusumaita selaku analis bank BNI yang bersekongkol dengan Cik Mel dituntut 5,5 tahun penjara, denda Rp500 juta, dan bayar uang pengganti Rp740 juta. (bae)

You Might Also Like

Janji Umroh Murah Eh.. Berujung Laporan Polisi

Pendukung Sudewo Ngamuk, Berusaha Serang Jaksa di Ruang Sidang

ART ‘Disulap’ Jadi Direktur Perusahaan Keluarga Fadia, Gelagapan saat Dicecar KPK

Tumpeng, MoU, dan Janji Pelayanan Prima: Lapas Purwodadi Nggak Mau Cuma Seremonial

Bupati Pati Sudewo Nongol di KPK, Ngaku Cuma Datang Tanpa Bawa Berkas

TAGGED:bni semarangpenggelapan kredit
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gelapkan Kredit, Pegawai BNI Semarang Dituntut 5,5 Tahun Bui
Next Article Terdakwa korupsi Bank BNI, Cik Mel (baju putih) menunduk sambil menangis saat dengar pembacaan tuntutan di pengadilan, Senin (13/10/2025). (bae) Cik Mel Merengek sampai Tersungkur di Depan Hakim, Dituntut 8,5 Tahun karena Korupsi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

Blue Fire Papandayan Bukan Sekadar Api Biru, Ini Penjelasan Badan Geologi

Bung Sis Pimpin PA GMNI Demak, Siapkan Konsolidasi Alumni hingga Aksi Nyata

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

Pilkades Purbalingga Siapkan Anggaran Pengamanan Rp1,3 Miliar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BERI KETERANGAN: Kuasa Hukum korban Zainal Petir saat memberi keterangan di Mapolda Jateng, Kamis (6/8/2026). (dul)
Hukum

“Kami Bosan dengan Janji-janji”, Korban Koperasi BLN Ingin Uang Segera Dikembalikan

September 18, 2026
Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

Kasus Sudewo: KPK Cium Ada “Main Belakang” di Jalur Kereta

April 21, 2026
TERDAKWA KORUPSI - Eks Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng, Hanawijaya (ubanan) menjalani sidang dakwaan di Semarang, Kamis (7/5/2026). (bae)
Hukum

Waduh! Eks-Bos Bank Jateng Keseret Kredit Siluman Proyek Bandara Internasional

Mei 7, 2026
Petugas KPK memamerkan 5 koper uang yang disita dari 'safe house' Bea Cukai di Jakarta Pusat.
Hukum

KPK Pamerkan Uang 5 Koper Hasil Sitaan ‘Safe House’ Bea Cukai di Jakarta

Februari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Broker dan Bankir Kompak Tilap Kredit, Kerugian Negara Capai Rp15,9 Miliar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?