BACAAJA, SEMARANG – Trans Semarang diproyeksikan bakal naik kelas dengan hadirnya jalur khusus bus atau dedicated lane. Tak hanya itu, halte modern yang berada di median jalan juga masuk dalam rencana pengembangan transportasi massal di Kota Semarang.
Pakar trnsportasi sekaligus akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengungkap pengembangan tersebut masuk dalam program Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Program strategis nasional itu didukung pendanaan Bank Dunia dan Agence Francaise de Developpment (AFD). Tujuannya membangun sistem angkutan umum yang lebih andal, terintegrasi, inklusif, dan ramah lingkungan.
Bacaaja: Elektrifikasi Trans Semarang Dipuji, Agustina: Langkah Nyata Menuju Transportasi Hijau
Bacaaja: Akademisi SCU: Subsidi BBM Lebih Tepat untuk Transportasi Umum
“Bersama Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar, Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang dipilih menerima bantuan pembangunan jalur khusus untuk sistem BRT,” kata Djoko yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Jumat (19/6/2026).
Berdasarkan hasil kajian mendalam, ditetapkanlah tiga rute prioritas, yaitu rute Simpang Ngaliyan – Simpang Fatmawati/ Soetta, Stasiun Tawang – Tugu Muda dan Simpang Lima – Jalan Veteran.
Koridor tersebut memiliki panjang lintasan sekitar 17,4 kilometer. Di sepanjang jalur itu direncanakan tersedia 37 halte dan 395 titik pemberhentian bus untuk memudahkan akses masyarakat.
Untuk mendukung operasional secara penuh, kebutuhan armada diperkirakan mencapai 480 unit bus. Sementara investasi yang dibutuhkan juga cukup besar.
“Kebutuhan investasi proyek ini mencakup belanja modal infrastruktur sebesar Rp 1,8 triliun dan armada sebesar Rp 1,125 triliun,” jelasnya.
Dengan adanya jalur khusus, bus Trans Semarang diharapkan tidak lagi bercampur dengan kendaraan pribadi sehingga perjalanan menjadi lebih cepat dan tepat waktu.
Halte yang dibangun di tengah jalan juga dirancang lebih modern dan nyaman sehingga bisa meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum. (bae)

