BACAAJA, SEMARANG – Trans Semarang resmi menambah 27 armada bus listrik baru produksi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, pada Mei 2026 lalu. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan pengadaan bus listrik ini bagian dari upaya mengurangi polusi udara sekaligus meningkatkan kualitas transportasi publik di Kota Semarang.
“Kami menyambut baik hadirnya armada bus listrik untuk layanan Trans Semarang. Ini diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mengurangi emisi kendaraan di perkotaan. Langkah nyata menuju transportasi hijau,” ujar politikus PDIP itu, baru-baru ini.
Penggantian armada diesel dengan bus listrik di Trans Semarang mendapat apresiasi dari akademisi sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno.
Bacaaja: Dukung Bus Listrik Trans Jateng, Saleh: Transportasi Publik Nyaman dan Ramah Lingkungan
Bacaaja: Transportasi Hijau? Semarang Pilih Bus Listrik!
Menurutnya, langkah ini menjadi sinyal bahwa transportasi publik di Kota Semarang mulai bergerak ke arah yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Transisi tersebut akan dimulai di Koridor I rute Terminal Mangkang–Pemuda–Terminal Penggaron. Sebanyak 25 bus diesel produksi 2015 bakal diganti dengan 27 bus listrik yang lebih bersih dan nyaman.
Djoko menilai elektrifikasi bukan sekadar mengganti jenis mesin. Perubahan ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi publik yang lebih cerdas sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Keberhasilan transisi ini akan menjadi utuh ketika kecanggihan infrastruktur berjalan beriringan dengan jaminan kesejahteraan para pengemudinya,” katanya, Jumat (19/6/2026).
Bus listrik yang akan dioperasikan memang memiliki kapasitas lebih kecil dibanding armada lama. Jika bus diesel mampu mengangkut 80 penumpang dengan 30 kursi, armada baru memiliki kapasitas 62 penumpang dengan komposisi 32 kursi dan 30 penumpang berdiri.
Meski begitu, peningkatan jumlah kursi diharapkan membuat perjalanan lebih nyaman bagi pengguna. Sebelum diterapkan penuh, bus listrik juga sudah menjalani uji coba di sejumlah koridor Trans Semarang sejak tahun lalu hingga awal 2026.
Saat ini Trans Semarang melayani delapan koridor dan empat feeder dengan total lintasan lebih dari 400 kilometer. Modernisasi armada menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung target transportasi publik yang lebih hijau di Kota Atlas.
Djoko berharap transformasi ini terus berlanjut, termasuk dengan pembangunan jalur khusus dan peningkatan kesejahteraan pengemudi.
Dengan begitu, Trans Semarang bisa menjadi contoh transportasi publik yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga nyaman dan berkeadilan bagi semua pihak.
Sementara itu, Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindya N. Bakrie, menyebut armada listrik ini menjadi bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emission di sektor transportasi.
Menurutnya, masyarakat akan merasakan langsung manfaat transportasi yang lebih bersih, lebih senyap, dan lebih sehat.
Dengan tambahan 27 armada baru tersebut, Semarang menjadi salah satu kota yang mulai serius mendorong penggunaan transportasi umum berbasis listrik untuk menekan polusi udara di perkotaan. (bae)

