BACAAJA, JAKARTA- Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikdasmen resmi membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026.
Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin meniti karier sebagai guru profesional di berbagai daerah di Indonesia. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani mengatakan, peserta yang lolos PPG nantinya akan mengikuti pendidikan profesi sekaligus berpeluang memperoleh sertifikat pendidik sebagai salah satu syarat mengikuti rekrutmen guru.
“Melalui PPG Calon Guru, nantinya para lulusan pendidikan tinggi memiliki kesempatan memperoleh sertifikat pendidik yang siap mengajar di berbagai daerah seluruh Indonesia,” ujar Nunuk di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Pendidikan Kalah Sama Makan Siang? Guru Honorer Curhat Sulitnya jadi PPPK saat SPPG Diprioritaskan
Ia menjelaskan, kepemilikan sertifikat pendidik merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menetapkan sertifikat tersebut sebagai bukti bahwa seorang guru telah memenuhi standar kompetensi sebagai tenaga profesional.
Pendaftaran PPG Calon Guru 2026 dibuka melalui laman resmi PPG Kemendikdasmen hingga 25 Juli 2026. Program ini dapat diikuti oleh Warga Negara Indonesia yang belum terdaftar sebagai guru di Dapodik maupun Simpatika.
Adapun syarat lainnya meliputi berusia maksimal 32 tahun pada 31 Desember 2026, memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-Dikti), serta memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.
Tahapan Seleksi
Peserta juga wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Lebih lanjut dijelaskan, pembukaan PPG tahun ini disusun berdasarkan proyeksi kebutuhan guru nasional pada periode 2027-2028.
Sebanyak 30 bidang studi dibuka dalam seleksi kali ini, terdiri atas 18 bidang studi umum dan 12 bidang studi kejuruan. Bidang yang tersedia antara lain Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Luar Biasa.
Baca juga: Anggaran Lagi Diketatkan, Saleh Minta Nasib 1.814 Guru Honorer Jangan Diabaikan
Selain itu ada berbagai program kejuruan seperti Teknik Otomotif, Desain Komunikasi Visual, Kuliner, Perhotelan, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim, serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.
Kemendikdasmen berharap, lulusan PPG nantinya mampu mengisi kebutuhan guru di berbagai wilayah Indonesia, baik di sekolah negeri, sekolah swasta, maupun satuan pendidikan di bawah kementerian lainnya.
Indonesia masih kekurangan guru di banyak daerah. Kini jalannya sudah dibuka. Tinggal pertanyaannya, setelah para calon guru siap mengabdi, apakah sistem juga siap memberi mereka kepastian karier? (tebe)

