BACAAJA, SEMARANG– Polemik lingkungan di Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang akhirnya menemui titik terang. Mediasi antara warga dengan PT Kekancan Mukti selaku pengembang perumahan di wilayah tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, mulai dari relokasi tempat pembuangan sampah (TPS) hingga pembenahan saluran drainase yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Pertemuan berlangsung di Kantor Kelurahan Pedurungan Lor, Kamis (2/7/2026), dan difasilitasi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo (RAW).
Hadir dalam forum tersebut Lurah Pedurungan Lor Setyorini, perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, perwakilan warga, serta Marketing Communication PT Kekancan Mukti, Rizky Agung Widodo.
Baca juga: Saat Budaya, Iman, dan Harmoni Bertemu di Jantung Semarang
Suasana diskusi berlangsung terbuka dan cair. Warga menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dirasakan sejak pembangunan kawasan perumahan berjalan.
Perwakilan warga, Gamalia Rudi mengatakan, keberadaan TPS terbuka selama ini menjadi sumber keluhan masyarakat karena menimbulkan aroma tak sedap dan mengurangi kenyamanan lingkungan permukiman.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi drainase yang dinilai tidak lagi berfungsi optimal. Mereka khawatir perubahan sistem aliran air akibat pembangunan dapat memicu genangan ketika hujan turun.
“Kami berharap ada solusi yang benar-benar bisa direalisasikan, karena persoalan ini sudah cukup lama menjadi perhatian warga. Kami ingin lingkungan tetap nyaman untuk ditempati,” ujar Gamalia.
Lurah Pedurungan Lor, Setyorini menilai, komunikasi menjadi kunci utama agar persoalan seperti ini tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan. Menurutnya, pembangunan memang membawa manfaat bagi perkembangan wilayah, namun dampak terhadap masyarakat sekitar juga harus menjadi perhatian bersama.
“Ke depan komunikasi antara pengembang dan warga harus terus dibangun. Dengan komunikasi yang baik, persoalan sekecil apa pun bisa dibicarakan sejak awal sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Berjalan Seiring
Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo menegaskan, pemerintah mendukung investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, investasi juga harus berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Menurut politikus yang akrab disapa RAW itu, keberhasilan sebuah investasi tidak hanya diukur dari nilai ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga hubungan baik dengan warga.
“Kota Semarang tidak pernah menghambat investasi. Justru investasi sangat dibutuhkan untuk membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi. Namun yang juga harus dijaga adalah bagaimana investor dan masyarakat bisa sama-sama merasa nyaman. Di situlah pentingnya komunikasi dan keterbukaan,” tegasnya sekaligus mengungkapkan alasan dirinya bersedia memfasilitasi pertemuan ini.
Ia berharap forum mediasi seperti ini dapat menjadi contoh penyelesaian persoalan melalui musyawarah, sehingga semua pihak bisa menyampaikan kepentingannya tanpa memperkeruh keadaan.
Baca juga: Perundungan di SMP Nasima Disorot, FPDI-P Minta Disdik Jangan Diam
Dari pihak pengembang, Rizky Agung Widodo menyatakan PT Kekancan Mukti siap menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan warga. Sebagai bentuk komitmen, perusahaan menyatakan akan memindahkan lokasi TPS agar tidak lagi mengganggu kawasan permukiman.
Selain itu, pengembang juga berjanji melakukan pembenahan saluran drainase agar aliran air kembali lancar dan mengurangi potensi genangan. Komitmen tersebut disambut positif oleh warga yang berharap realisasinya segera dilakukan sehingga persoalan yang selama ini dikeluhkan benar-benar terselesaikan.
Pertemuan yang berlangsung kondusif itu menjadi contoh bahwa dialog masih menjadi cara paling efektif untuk menyelesaikan persoalan antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha.
Investasi memang penting untuk menggerakkan ekonomi. Tapi, keberhasilannya baru benar-benar terasa ketika warga tak lagi harus hidup berdampingan dengan sampah yang menggunung dan drainase yang tersumbat. Sebab, pembangunan yang baik bukan hanya berdiri megah, tetapi juga mampu mendengar suara di sekitarnya. (tebe)

