Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Samsat Bandung Disorot, Dedi Mulyadi Langsung Ambil Sikap Tegas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Samsat Bandung Disorot, Dedi Mulyadi Langsung Ambil Sikap Tegas

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terlihat benar-benar geram setelah menemukan pelayanan di salah satu kantor Samsat belum berjalan sesuai aturan baru. Temuan ini langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu lama.

Nugroho P.
Last updated: April 8, 2026 8:29 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
SHARE

BACAAJA, BANDUNG – Suasana pelayanan publik di Jawa Barat mendadak jadi perbincangan setelah muncul kabar soal ketegasan gubernur yang turun langsung. Bukan sekadar teguran biasa, langkah yang diambil kali ini cukup bikin kaget banyak pihak karena berujung pada pencopotan sementara pejabat terkait.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terlihat benar-benar geram setelah menemukan pelayanan di salah satu kantor Samsat belum berjalan sesuai aturan baru. Temuan ini langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu lama.

Kantor yang dimaksud adalah Samsat Soekarno-Hatta, yang belakangan disorot karena masih ada petugas yang tidak melayani masyarakat sesuai kebijakan terbaru dari pemerintah provinsi.

Padahal, aturan baru itu sudah mulai berlaku sejak awal April 2026 dan seharusnya diterapkan merata di seluruh wilayah Jawa Barat. Namun realitanya, di lapangan masih ditemukan praktik yang tidak sesuai.

Dedi pun mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara Kepala Samsat tersebut. Keputusan ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas pelayanan publik yang dinilai belum optimal.

Aksi ini berawal dari laporan masyarakat yang melakukan investigasi langsung terkait efektivitas kebijakan baru. Laporan itu kemudian sampai ke tangan gubernur dan langsung ditindaklanjuti.

Dalam pernyataannya, Dedi mengaku mengapresiasi warga yang berani menyampaikan fakta di lapangan. Baginya, partisipasi masyarakat sangat penting untuk memperbaiki sistem pelayanan.

Masalah utamanya terletak pada kebijakan pembayaran pajak kendaraan yang kini tidak lagi mewajibkan KTP pemilik pertama. Namun, masih ada petugas yang tetap meminta dokumen tersebut.

Kondisi ini jelas bertentangan dengan surat edaran resmi yang sudah diterbitkan oleh pemerintah provinsi. Akibatnya, masyarakat merasa dipersulit saat ingin membayar pajak.

Dedi menegaskan bahwa kebijakan tersebut dibuat justru untuk memudahkan warga, bukan sebaliknya. Karena itu, pelanggaran terhadap aturan ini dianggap serius.

Ia juga memastikan bahwa penonaktifan ini bukan akhir dari proses. Pemerintah provinsi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utama masalah ini.

Proses investigasi akan melibatkan inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah agar hasilnya objektif dan transparan. Semua pihak yang terlibat akan dimintai keterangan.

Menurut Dedi, penting untuk mencari akar masalah agar kejadian serupa tidak terulang di tempat lain. Ia ingin sistem pelayanan benar-benar berjalan sesuai aturan.

Selain itu, langkah ini juga menjadi peringatan bagi seluruh petugas Samsat di Jawa Barat agar tidak mengabaikan kebijakan yang sudah ditetapkan.

Dedi menekankan bahwa pelayanan publik harus mengedepankan kemudahan dan kenyamanan masyarakat. Tidak boleh ada lagi praktik yang justru mempersulit.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh aparatur.

Respons cepat ini menunjukkan gaya kepemimpinan Dedi yang dikenal tegas dan responsif terhadap laporan masyarakat. Ia tidak ragu mengambil tindakan jika ada pelanggaran.

Di sisi lain, masyarakat pun diharapkan terus aktif memberikan masukan dan laporan jika menemukan pelayanan yang tidak sesuai.

Dedi menyebut, informasi dari warga sangat membantu dalam memperbaiki kualitas layanan publik secara menyeluruh.

Sebelumnya, pemerintah provinsi memang telah mengeluarkan kebijakan baru yang cukup memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Melalui aturan tersebut, warga tidak lagi diwajibkan membawa KTP pemilik pertama kendaraan saat melakukan pembayaran pajak tahunan.

Cukup dengan membawa STNK, proses pembayaran seharusnya bisa dilakukan dengan lebih cepat dan praktis tanpa hambatan administratif.

Kebijakan ini disambut baik oleh banyak warga karena dianggap memotong birokrasi yang selama ini cukup merepotkan.

Namun, implementasi di lapangan masih menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah.

Dedi berharap setelah kejadian ini, seluruh petugas bisa lebih disiplin dan memahami aturan yang berlaku.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memiliki komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Barat.

Dengan langkah tegas ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik bisa terus meningkat.

Kasus di Samsat Soekarno-Hatta pun menjadi pelajaran penting bahwa perubahan kebijakan harus diiringi dengan kesiapan di lapangan.

Ke depan, pengawasan terhadap pelayanan publik dipastikan akan semakin diperketat agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (*)

You Might Also Like

BI Jateng Gelar Jasirah Race 2025: Dorong Wisata Sejarah dan Digitalisasi Ekonomi

Satu Aplikasi Buat Semua Urusan, Pemkot Luncurkan SDGs

Mudik Aman, Wisata Nyaman: Parakan-Dieng Resmi Mulus

Surat Cinta dari Pemuda Semarang untuk Wali Kota

Setahun Luthfi-Yasin, Konsep Collaborative Government Jadi Andalan

TAGGED:dedi mulyadidipecatktpsamsat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Prabowo Klaim Biaya Haji 2026 Tetap Turun Meski Avtur Naik Gila-gilaan
Next Article Kasus Pungli Batam Meledak, Pejabat Imigrasi Langsung Dicopot

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

POLISI SADIS - Anggota Polres Tegal Kota Aiptu Nurudin terancam dipecat, setelah menyiksa secara brutal istri sirinya.

Polisi Penyiksa Istri Terancam Dipecat! Aiptu Nurudin Jalani Sidang Etik

DAPUR MARHAEN--Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Messy Widiastuti (kanan) turun lansung bersama tim membagikan makanan gratis dalam program rutin Dapur Marhaen, Jumat (10/7/2026). (wnu)

Dapur Marhaen Keluar Kandang, Makanan Gratis Dibagikan ke Pinggiran Kota

Ilustrasi kendaraan taktis (rantis) Baracudda milik Polri, dengan pengawalan ketat Brimob.

Polisi Geledah Lokasi ke-13, Polda Metro Jaya Dijaga Ketat Brimob

Laut Menghidupi, Digital Menguatkan

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Tangkap 5 Orang saat OTT Bupati Sukoharjo, Siapa 4 Orang Lainnya?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Wagub Minta Hutan Lindung Jangan Cuma Nama

Januari 26, 2026
Daerah

Libur Nataru, 8,6 Juta Orang Tumplek Blek di Jateng

Januari 1, 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau stand di Pasar Tiban UMKM Lamper Lor.
Daerah

Geliat Ekonomi Rakyat, Wali Kota Semarang,Agustina Wilujeng Gelar Pasar Tiban

September 2, 2025
Daerah

Laut Ngamuk di Musim yang Salah, Bukti Nyata Krisis Iklim

Agustus 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Samsat Bandung Disorot, Dedi Mulyadi Langsung Ambil Sikap Tegas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?