Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Advokat Peradi SAI Semarang Sorot Pasal Karet: Mudah Digunakan Jerat Demonstran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Advokat Peradi SAI Semarang Sorot Pasal Karet: Mudah Digunakan Jerat Demonstran

R. Izra
Last updated: April 9, 2026 8:52 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Advokat Peradi SAI Kota Semarang, Evarisan saat diskusi dalam program Titik Kumpul 2 SKS hasil kerja sama Peradi SAI dan media BacaAja, Rabu (8/4/2026). (bae)
Advokat Peradi SAI Kota Semarang, Evarisan saat diskusi dalam program Titik Kumpul 2 SKS hasil kerja sama Peradi SAI dan media BacaAja, Rabu (8/4/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Advokat dari Peradi SAI Kota Semarang, Evarisan, mengingatkan risiko hukum yang mengintai pelajar saat ikut demo. Salah satunya soal pasal “karet” yang sering dipakai menjerat demonstran.

Ia menyebut, dalam praktiknya, aksi demo kerap dianggap mengganggu ketertiban umum. Dari situ, pintu masuk pidana bisa terbuka.

“Biasanya arahnya ke dianggap mengganggu ketertiban umum. Nah, kalau itu sudah dipakai, ancaman pidana bisa muncul,” ujarnya saat diskusi dalam program Titik Kumpul 2 SKS hasil kerja sama Peradi SAI dan media BacaAja, Rabu (8/4/2026).

Bacaaja: Ihwal Unjuk Rasa Pelajar, Disdikbud Jateng: Demo Boleh tapi Jangan Gampang Kena Hasutan
Bacaaja: Dosen dan Ketua BEM SCU Bikin Buku Panduan Demo: Jangan Asal Turun Jalan!

Selain itu, pasal penghasutan juga kerap digunakan. Pasal ini dinilai rawan multitafsir dan bisa menjerat siapa saja, termasuk pelajar.

Evarisan menyinggung kasus demo Agustus lalu di Semarang. Saat itu, ada pelajar dan mahasiswa yang sempat dijerat pasal penghasutan.

“Waktu itu ada yang pakai pasal penghasutan. Itu yang sering disebut pasal karet, karena penafsirannya bisa ke mana-mana,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini harus jadi perhatian. Apalagi di era media sosial, informasi bisa menyebar cepat dan memicu reaksi spontan.

“Sekarang panglimanya itu media sosial. Jadi sebelum ikut-ikutan, harus dicek dulu informasinya valid atau tidak,” katanya.

Ia mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpancing. Jangan sampai ikut aksi hanya karena ajakan yang belum tentu benar.

Kalau sampai terjerat hukum, status sebagai anak memang memberi perlindungan. Tapi tetap ada proses yang harus dijalani.

Karena itu, ia mendorong pendekatan pencegahan. Pemerintah dan aparat diminta lebih aktif memfasilitasi ruang aman bagi pelajar untuk bersuara.

“Negara itu punya kewajiban memfasilitasi, supaya anak-anak bisa menyampaikan pendapatnya dengan aman,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, aksi di jalan seharusnya punya tujuan jelas. Jangan sampai hanya ramai di awal, tapi tidak menghasilkan perubahan. (bae)

You Might Also Like

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

Rakernas Ismapeti Desak Hilirisasi hingga Harga Unggas Dibikin Stabil

Dosen Unwahas Terbang ke India, Perdalam Ilmu Mitigasi Bencana

Demonstran Agustus Meninggal di Rutan Madaeng, KontraS: Alarm Gagalnya Negara

TAGGED:advokatdemonstranpasal karetperadi sai semarangtitik kumpul 2 sks
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 71 Kopdes Merah Putih di Boyolali Dapat “Senjata Baru”: Pikap 4×4 Buat Gas Ekonomi Desa
Next Article Owner Mandiri Jaya Plastik, Muhamad Nastain menunjukkan karung plastik jualannya. (ist) Harga Plastik Bikin Pusing Distributor Karung, Padahal Permintaan Lagi Tinggi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIJUAL - Pulau Menjangan Kecil di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diiklankan untuk dijual.

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

BERUARA KERAS - PWNU Jateng bersuara keras jelang Muktamar NU di Jombang. Deklarasikan 6 poin penting, dari tolak politik uang hingga intervensi istana.

Keras! PWNU Jateng Deklarasi Tolak Money Politics hingga Intervensi Istana Jelang Muktamar NU di Jombang

PERKUAT KEKOMPAKAN - Berbagai lomba yang memperkuat kekompakan digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama para Iconers, untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

Semarak Agustusan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Perkuat Kekompakan dan Kebersamaan Iconers

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep

Agustus 1, 2025
Pendidikan

Kostum dan Kebun: Cara PAUD Labschool Unnes Ajari Anak Cinta Bumi

Mei 26, 2026
Pendidikan

Inovasi Mitigasi Bencana Ala Novinda Dian Puspito Antar Banjarnegara Raih Juara 3 Porsenijar Jateng

Oktober 4, 2025
Pendidikan

Cuma Jepret Gigi, AI UGM Ini Langsung Kasih Diagnosis

Mei 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Advokat Peradi SAI Semarang Sorot Pasal Karet: Mudah Digunakan Jerat Demonstran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?