Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Nyaris Gantung Seragam, Kini Bisa Sekolah Gratis
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Nyaris Gantung Seragam, Kini Bisa Sekolah Gratis

Bagi sebagian anak, masuk SMA adalah hal biasa. Tapi bagi yang lahir dari keluarga dengan penghasilan pas-pasan, melanjutkan sekolah kadang terasa seperti mimpi mahal.

T. Budianto
Last updated: Juni 8, 2026 5:02 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
SEKOLAH KEMITRAAN: Para siswa Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng tengah mengikuti pelajaran di kelas. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ayu Prameswari pernah membayangkan masa sekolahnya berhenti setelah lulus SMP. Bukan karena malas belajar atau kehilangan semangat, melainkan karena kondisi ekonomi keluarga yang membuat biaya pendidikan terasa begitu sulit dijangkau.

Siswi SMA Mardisiswa Banyumanik, Kota Semarang itu berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, biaya masuk SMA menjadi kekhawatiran besar bagi keluarganya.

“Ekonomi seperti ini, bisa jadi putus sekolah karena tidak bisa membayar biaya sekolah langsung yang jumlahnya besar,” ujar Ayu. Namun kekhawatiran itu perlahan sirna setelah dirinya diterima melalui Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng.

Melalui program tersebut, Ayu bisa melanjutkan  pendidikan di sekolah swasta tanpa harus memikirkan biaya SPP, uang gedung, hingga sejumlah kebutuhan pendidikan lainnya.

Baca juga: Jalin Kemitraan dengan Sekolah Swasta, Pemprov Buka SPMB Tahap II

Menurut Ayu, orang tuanya merasa sangat lega karena tidak lagi dibayangi beban biaya sekolah yang selama ini menjadi hambatan utama. “Orang tua sangat senang karena biaya sekolah kan besar. Saya juga sangat terbantu,” katanya.

Cerita yang hampir sama dialami Keyla Sabrina. Siswi SMA Mardisiswa itu mengaku sempat khawatir tidak bisa melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarganya.

Baginya, sekolah gratis bukan sekadar bantuan finansial. Program tersebut menjadi kesempatan agar cita-citanya tidak berhenti di bangku SMP. “Kalau tidak ada Sekolah Kemitraan, mungkin putus sekolah dulu,” ujarnya.

Kini Keyla bisa belajar dengan lebih tenang. Orang tuanya tidak lagi terbebani biaya pendidikan, sementara impiannya untuk melanjutkan hingga perguruan tinggi tetap terbuka. “Senang banget karena bisa melanjutkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Komponen Pendidikan

Kepala SMA Mardisiswa Banyumanik, Marwulandari Sayekti mengatakan, bantuan dari pemerintah memungkinkan sekolah menggratiskan berbagai komponen pendidikan bagi siswa penerima program.

Mulai dari SPP, uang gedung, hingga kebutuhan buku dan perlengkapan penunjang pembelajaran dapat difasilitasi melalui program tersebut. “SPP gratis, uang gedung gratis, buku juga bisa kami bantu dari dana program. Ini benar-benar membantu anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan,” jelasnya.

Manfaat program yang sama juga dirasakan siswa di SMA Laboratorium Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Vanesha Angelina, putri seorang buruh, mengaku keluarganya sangat terbantu dengan adanya Sekolah Kemitraan.

Menurutnya, tanpa bantuan tersebut, orang tuanya harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di tengah berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. “Kalau tidak ada program ini, orang tua pasti lebih terbebani karena kebutuhan lain juga banyak,” ujarnya.

Baca juga: 850 Anak dari Keluarga Miskin di Jateng Mulai Tempuh Pendidikan Berasrama

Sementara itu, Maulida Dewi Novi Yanti mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari program tersebut. Ia kini dapat bersekolah secara gratis dan fokus belajar tanpa dibayangi persoalan biaya. “Sekolah Kemitraan itu gratis. Saya terbantu sekali. Terima kasih Pak Gubernur, akhirnya saya bisa sekolah gratis di sini,” katanya.

Kepala SMA Laboratorium UPGRIS, Nor Khoiriyah menyebut, ada beberapa siswa yang sebelumnya berada dalam kondisi rawan putus sekolah sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan melalui program tersebut. “Dengan adanya program ini, anak-anak yang tadinya hampir putus sekolah, akhirnya bisa tetap belajar sampai sekarang,” ungkapnya.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menegaskan, Program Sekolah Kemitraan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. “Minimal tiap tahun 5.000 anak miskin ekstrem harus dientaskan,” kata Luthfi.

Sebagai informasi, pada 2026 terdapat 139 SMA dan SMK swasta yang bergabung dalam Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng. Total kuota yang disediakan mencapai 5.004 siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.

Di saat biaya pendidikan sering naik lebih cepat daripada penghasilan keluarga, ada anak-anak yang sebenarnya tidak kekurangan mimpi, hanya kekurangan kesempatan. Sebab sering kali yang membuat siswa berhenti sekolah bukan nilai rapor yang buruk, melainkan isi dompet yang lebih dulu menyerah. (tebe)

You Might Also Like

Batik Parang Bertemu Lung-lungan, Logo Hari Jadi ke-81 Jateng

Pendirian Yakuza di Kediri Dihadiri Polisi, Deklarator Bukan Tokoh Kaleng-kaleng

Stunting Jateng 9,93 Persen, Demak dan Semarang Jadi Contoh

Rawa Pening Disiapkan Jadi Proyek Percontohan

War Tiket Dimulai! Mudik Gratis Kemenhub 2026 Siap Dibuka

TAGGED:disdik jatengheadlinepemprov jatengputus sekolahsekolah kemitraan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gaspol di Sirkuit, Cuan Jalan-Jalan Ikut Ngebut
Next Article Jateng 15 Tahun Berturut-Turut WTP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Merek Bandeng Juwana hingga Status WNI, Menkum Buka Jalur Aduan di Semarang

MENUNGGU KERETA: Penumpang perempuan sedang menunggu kereta di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Makin Banyak Perempuan Naik Kereta, KAI Semarang Siapkan Fasilitas Khusus

PETA HUJAN: Peta Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 di Jawa Tengah yang dirilis oleh BMKG. (ist)

BMKG: Hujan di Jateng Baru Merata November-Desember, Puncaknya Awal 2027

PAPARKAN HASIL RISET - Dosen Untag Semarang yang tergabung dalam tim penelitian dan pengabdian masyarakat memaparkan hasil penelitian mereka yang berdampak, terkait persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.

Riset Berdampak Dosen Untag Semarang: dari Nasib Driver Online, UMKM, hingga Sampah

KEJUTAN PELANGGAN - Kukuh Amin Bahtiar menjadi salah satu pelanggan setia Iconnet yang menerima kejutan ulang tahun dari PLN Icon Plus.

HUT ke-26 PLN Icon Plus, ICONNET Birthday Surprise Hadirkan Apresiasi Pelanggan di Purwokerto

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Muhammad Jhasani, Lurah Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. (dul)
Fokus

Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau

Juni 29, 2026
Ekonomi

Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah

Juni 28, 2026
Ekonomi

Sekda: Jangan Sampai Koperasi Merah Putih Ikut “Rontok

Januari 31, 2026
Pendidikan

Mahasiswa Internasional Ikut Nongkrong di Perpustakaan Desa Campuranom

Juni 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Nyaris Gantung Seragam, Kini Bisa Sekolah Gratis
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?