Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!

Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat, diduga menerima aliran dana Rp2 miliar terkait korupsi BUM Cilacap.

R. Izra
Last updated: Juni 11, 2026 9:49 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
BANTAH TERIMA--Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat membantah menerima uang di kasus TPPU BUMD Cilacap. Ia mengatakan itu di sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/6/2026). (bae)
BANTAH TERIMA--Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat membantah menerima uang di kasus TPPU BUMD Cilacap. Ia mengatakan itu di sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/6/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sidang kasus pencucian uang lahan BUMD Cilacap kembali bikin kejutan. Kali ini giliran Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat, yang dipanggil jadi saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/6/2026).

Bukan cuma ditanya soal proses lahirnya perda yang jadi dasar pembelian lahan. Taufik juga kena pertanyaan yang lebih bikin kuping panas, soal dugaan menerima uang Rp2 miliar.

Jaksa bahkan menunjukkan sebuah catatan yang menyebut ada dua kali pemberian uang. Masing-masing Rp1 miliar untuk Taufik.

Bacaaja: Tim Kampanye Prabowo-Gibran Dipanggil ke Persidangan, Kasus Korupsi BUMD Cilacap
Bacaaja: Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

Catatan itu bukan ditemukan di laci meja DPRD. Jaksa mendapatkannya dari Andina Putri, mantan bendahara komisaris PT Rumpun Sari Antan (RSA).

Begitu ditanya hakim, Taufik langsung membantah. Jawabannya singkat, tanpa muter-muter.

“Sama sekali tidak,” kata Taufik.

Majelis hakim lalu mengonfrontasi keterangan itu dengan Andina. Tapi Andina juga mengaku tidak tahu apakah uang itu benar-benar pernah diberikan.

Ia menjelaskan catatan tersebut dibuat berdasarkan pernyataan dari terdakwa Andhi Nur Huda, mantan Direktur PT Rumpun Sari Antan.

Saat Andhi dimintai keterangan, ia mengaku tidak pernah memberikan uang Rp2 miliar kepada Taufik. Bahkan Andhi mengaku tidak kenal dengan Ketua DPRD Cilacap itu.

Usai sidang, Taufik kembali menegaskan posisinya. Menurutnya, uang Rp2 miliar yang disebut-sebut itu tidak pernah mampir ke kantongnya.

“Saya enggak menerima. Kalau Pak Andhi itu saya enggak kenal,” katanya.

Kasus TPPU ini sendiri menyeret dua terdakwa, yakni mantan Direktur PT Rumpun Sari Antan Andhi Nur Huda dan Ahmad Yazid Basyaiban alias Gus Yazid.

Sebelum perkara pencucian uang bergulir, Pengadilan Tipikor lebih dulu mengadili perkara induk dugaan korupsi pengadaan lahan BUMD Cilacap dengan tiga terdakwa. (bae)

You Might Also Like

Sekali Jalan Rp200 Ribu, Risiko Seumur Hidup Bui

Kasus Mirip Nenek Elina Terjadi di Tegal, Rumah Kushayatun Tiba-tiba Dibongkar Paksa

Fadia Arafiq Dituntut Tak Boleh Nyoblos dan Dicoblos Lagi Selama 5 Tahun

Main Curang Ekspor, Ngirimnya Kratom, Bilangnya Kopi

Bandara ‘Ilegal’ Diresmikan Jokowi, Pengamat: Negara dalam Negara

TAGGED:ketua dprd cilacapkorupsi bumd cilacaptaufik nurhidayat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MENGEMAS - Pekerja sedang mengemas tembakau di sebuah gudang di Temanggung, sebelum disetor ke industri rokok. Petani Tembakau Jateng Kirim Sinyal Bahaya ke Istana, Presiden Jangan Abai!
Next Article CEK STADION--Wali Kota Semarang dan rombongan mengecek Stadion Tri Lomba Juang yang akan direnovasi, Rabu (10/6/2026). (ist) Stadion TLJ Tutup Dua Bulan untuk Perbaikan Trek Lari, Agustina: Masyarakat Tetap Terlayani

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Nusron Dipanggil Lagi, MAKI Minta KPK Tak Lembek

TUNTUT HAK ATAS TANAH - Petani Punderejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (Germapun) menggelar aksi demonstrasi di Kanwil BPN Jateng, Selasa (27/10/2026). Mereka menuntut hak atas tanah seluan 7,3 hektar yang disengketakan oleh PT Laju Perdana Indah dikembalikan kepada rakyat. (dul)

Petani Pundenrejo Pati Demo di Kantor BPN Jateng, Tuntut Lahan Pertanian Dikembalikan

Sekda Mokh Sodiq Pimpin Korpri Ngawi

Sukses Turunkan Kemiskinan, Jateng Raih Mandaya Award 2026

Pemkot Semarang Tanggung Iuran Kesehatan 180.000 Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Vonis Tipis Kasus MHS Bikin Pertanyaan Keadilan Makin Nyaring

Juni 3, 2026
Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.
Hukum

Pelaku Teror Andrie Yunus Tertangkap: 4 Oknum Intelijen TNI, Mayoritas Perwira dari AL dan AU

Maret 18, 2026
Hukum

Lapas Purwodadi Gaspol Bersih dari Narkoba dan HP Ilegal

April 16, 2026
Hukum

Kocak, Dikira Brankas, Ternyata Oven: Penggeledahan KPK Bikin Geger Warga

Maret 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?