Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hiburan Makin Ngegas, Tapi Pajak Bikin Deg-degan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Hiburan Makin Ngegas, Tapi Pajak Bikin Deg-degan

Semarang lagi ultah ke-479 dan kelihatan makin “glowing” dari luar, jalan cakep, tempat nongkrong makin estetik, wisata rame. Tapi di balik lampu kota yang terang, ada cerita yang nggak selalu masuk story IG: pelaku hiburan yang lagi mikir keras biar tetap hidup di tengah euforia.

T. Budianto
Last updated: Mei 2, 2026 4:37 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
POTONGAN KUE: Ketua Pagersemar, Fic Indarto (kiri) menyerahkan potongan kue ultah kepada Sekretaris Disbudpar Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar pada acara anniversary sekaligus pengukuhan kepengurusan Pagersemar periode 2026-2027, beberapa waktu lalu. (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Semarang lagi ada di fase “naik kelas”. Industri hiburan tumbuh cepat, tempat-tempat nongkrong bermunculan dari yang santai sampai premium. Kota Atlas ini makin serius ngejar posisi jadi kota lifestyle.

Ketua Paguyuban Entertainment Semarang, Fic Indarto bilang, perkembangan ini memang terasa ngebut dalam beberapa tahun terakhir. Harapannya, Semarang bisa sejajar sama kota besar lain soal hiburan dan gaya hidup. Tapi… ceritanya nggak sesimpel itu.

Baca juga: HUT ke-9 Pagersemar: Bukan Cuma Bisnis Hiburan, Tapi Bikin Kota Lebih Hidup

Pasca pandemi, pola “main” warga ikut berubah. Nongkrong sekarang nggak harus mahal, kafe, resto, sampai bottle shop yang lebih ramah kantong justru makin diminati. Ditambah lagi tren hidup sehat yang lagi naik, bikin pilihan hiburan ikut bergeser.

Nggak cuma party, tapi juga aktivitas kayak biliar atau padel yang fun tapi tetap aktif. Meski berubah arah, sektor hiburan tetap jadi mesin ekonomi. Dampaknya terasa luas, lapangan kerja kebuka, bisnis kecil ikut kecipratan, dari kuliner sampai laundry.

Belum Berizin

Dari sisi aturan, sistem OSS dinilai cukup membantu. Tapi masih ada PR besar: banyak tempat hiburan kecil-menengah yang belum berizin dan butuh solusi biar nggak terus jalan di “jalur abu-abu”.

Soal kebijakan, Pemkot Semarang, menurut Indarto dinilai cukup ramah investasi. Komunikasi juga jalan, walau belum semua aspirasi pelaku usaha bisa langsung diakomodasi, misalnya soal jam operasional di momen tertentu kayak Ramadan.

Disinggung soal persaingan usaha, Indarto mengaku masih dalam situasi yang wajar. Justru menurutnya dengan adanya pemain baru, menuntut pelaku usaha lama melakukan inovasi.

Baca juga: Jam Operasional Tempat Hiburan Resmi Disetel Mode Ramadan

Satu hal yang menjadi fokus adalah soal pajak usaha. Menurutnya, pajak membuat pelaku usaha ekstra hati-hati ngatur strategi. Belum lagi stigma negatif soal dunia hiburan yang masih nempel di sebagian masyarakat. Akhirnya, satu-satunya cara bertahan ya adaptasi. Ngikutin tren, baca pasar, dan terus upgrade layanan.

Semarang boleh makin terang dengan lampu kota dan gemerlap hiburan. Tapi di balik dentuman musik dan gelas yang saling beradu, ada pelaku usaha yang tetap main di mode “survival”, karena di kota yang katanya makin hidup, nggak semua yang bersinar itu benar-benar tenang. (tebe)

Tulisan ini bagian dari fokus utama bacaaja.co pekan ini, “Semarang di Usia 479: Antara Harapan Warga dan Tantangan Kota”. (Red)

You Might Also Like

Silayur Itu Bukan Jalan, Tapi “Ujian Mental” Pengendara

Walhi Soroti Tata Ruang Kota yang Bikin Ngaliyan Porak-Poranda

Dialek Semarangan Tumbuh dari Terminal sampai Bioskop

Serius Benahi Transportasi Umum, Trans Semarang Jadi Andalan

Bahasa Ibu Pelan-pelan Hilang Sejak Digeser Bahasa Indonesia di Sekolah, Dampaknya Terasa!

TAGGED:hari jadi kota semarangpagersemar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi Bus Haryanto alami kecelakaan. Kronologi Kecelakaan di Tol Tembalang, Bus Haryanto Diduga Potong Jalur Truk Trailer
Next Article 30 Investor dan 75 UMKM Ramaikan CJIBF 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi aksi penganiayaan.

Tiga Tahun Hilang Kabar, Perempuan Bandung Muncul Terluka Parah

Ratusan Calon Dokter Mentok Ujian, Kampus Ikut Disorot

Kontainer Numpuk Bukan Bea Cukai, Importir Malah Santai Dulu

Kereen, Maling Buat Surat Permohonan Maaf, Eh Dimaafkan

Semangkuk Jenang dan Cerita Lama Ramaikan Suro Triwindu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

556 KK Terdampak Banjir Ngaliyan-Tugu

Mei 16, 2026
TERPUKUL PELEMAHAN RUPIAH - Pelaku UMKM atau pedagang kecil, sedang mengantarkan dagangan kepada pemesan, Senin (9/6/2026). Pelemahan rupiah memukul mereka, tapi memilih menahan harga agar dagangan tak semakin sepi. (dul)
Fokus

Rupiah Melemah, Nasib Pedagang Kecil Ikut Tergerus: Nahan Harga, Untung Dikit Gak Apa

Juni 9, 2026
Fokus

Muharram Datang Bawa Semangat Baru, Pintu Amal Kian Terbuka

Juni 15, 2026
Fokus

Pembenahan Tata Ruang Kunci Cegah Banjir Rob Berulang

April 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hiburan Makin Ngegas, Tapi Pajak Bikin Deg-degan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?