BACAAJA, SEMARANG – Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Teratai Lounge Grand Candi Hotel Semarang. Namun, ramainya penonton sangat bergantung pada tim yang sedang bertanding.
Marketing Communication & Brand Manager Grand Candi Hotel Semarang, Azkar Rizal Muhammad, mengatakan pertandingan pembuka berhasil menarik perhatian banyak pengunjung.
“Pas kick off itu antusiasnya lumayan. Dari kapasitas 50 itu kami full,” kata Azkar, Kamis (18/6/2026).
Bacaaja: Nobar Piala Dunia Bikin Omzet Bar Grand Candi Ikut Naik
Bacaaja: Euforia Piala Dunia Meledak di Jateng: Ada 500 Lebih Titik Nobar, dari Balai Desa hingga Pemda
Setelah laga pembuka, jumlah penonton mulai menyesuaikan jadwal dan tim yang bertanding.
Menurutnya, pertandingan yang digelar dini hari hingga pagi hari memang tidak selalu ramai didatangi penonton dari luar hotel.
“Karena jam tayangnya subuh, animo penonton biasanya nunggu negara-negara yang penting atau menarik buat dinobarin,” ujarnya.
Azkar mencontohkan pertandingan Jepang melawan Belanda masih mampu mengumpulkan sekitar 20 hingga 30 penonton. Sementara laga yang mempertemukan tim yang kurang populer biasanya hanya disaksikan tamu yang sedang menginap di hotel.
“Kalau negara-negaranya enggak begitu banyak diminati, paling yang nonton tamu-tamu in-house yang memang menginap di sini,” jelasnya.
Menurut dia, tamu hotel menjadi penonton yang paling konsisten karena cukup turun ke Teratai Lounge, bar hotel, tanpa harus keluar area hotel.
Meski jumlah penonton naik turun, Grand Candi Hotel Semarang tetap menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia hingga partai final.
Fasilitas nobar itu disiapkan sebagai pengalaman tambahan bagi tamu dan pecinta sepak bola yang ingin menikmati atmosfer pertandingan bersama. (bae)

