Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ekonomi Sudah Beri Sinyal Kritis, Akankah Krisis 98 Terulang?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Ekonomi Sudah Beri Sinyal Kritis, Akankah Krisis 98 Terulang?

Rupiah makin ngos-ngosan mendekati angka Rp18 ribu per dolar AS, tapi suasana politik justru masih adem-ayem.

T. Budianto
Last updated: Juni 12, 2026 3:06 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, FX Sugiyanto. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Nilai tukar rupiah yang terus tertekan mulai memunculkan pertanyaan lama: apakah Indonesia sedang menuju krisis seperti 1998? Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, Sugiyanto menilai, tanda-tanda tekanan ekonomi memang sudah terlihat, meski situasinya belum sama dengan 28 tahun lalu.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2026) pagi, rupiah berada di level Rp17.930 per dolar AS. Posisinya masih belum benar-benar beranjak dari keterpurukan. Sugiyanto mengatakan, jika melihat kondisi ekonomi saat ini, pelemahan rupiah memang sudah menunjukkan sinyal yang perlu diwaspadai.

Namun, ia belum melihat potensi krisis 1998 terjadi dalam waktu dekat karena pola yang terjadi berbeda. “Kalau selama ini memang sudah jauh melemah. Tapi apakah akan sampai pada kondisi 98, kelihatannya dalam waktu pendek belum karena model gerakannya berbeda dari dampak ke sosial,” kata Sugiyanto.

Baca juga: Ketika Dolar Naik, Jangan Biarkan UMKM Berjuang Sendiri

Menurutnya, yang menarik, kondisi ekonomi dan politik saat ini berjalan tidak searah. Dari sisi ekonomi, berbagai indikator sudah mulai menunjukkan tekanan, sementara situasi politik masih terlihat relatif tenang.

“Seolah-olah ini kan krisis ekonomi tapi politiknya seolah-olah belum,” ujarnya. Sugiyanto menilai pemerintah masih percaya diri menghadapi situasi tersebut karena belum muncul gerakan sosial yang besar di masyarakat. Di sisi lain, partai-partai politik juga dinilai masih berada dalam posisi yang nyaman.

Hubungan Antarpartai

“Pemerintah masih seenaknya aja mengubah-ubah aturan. Seolah-olah pemerintah meyakini betul bahwa rakyat tidak bergerak,” katanya. Ia bahkan menduga kondisi politik yang stabil saat ini dipengaruhi oleh hubungan antarpartai yang sama-sama memperoleh keuntungan dari situasi yang ada.

Namun, kondisi tersebut bisa berubah jika beban ekonomi masyarakat semakin berat. “Yang nanti tidak terkontrol kalau rakyat itu merasa betul-betul berat,” ujar Sugiyanto.

Menurutnya, potensi krisis politik bisa muncul ketika tekanan ekonomi semakin membesar dan langsung dirasakan masyarakat luas. “Jadi tampaknya politik nanti akan menjadi krisis ketika ekonomi semakin parah,” katanya.

Baca juga: Terburuk Sepanjang Sejarah! Rupiah Makin Lemah, Jebol Rp18.000 per Dolar AS

Sugiyanto berharap pemerintah segera mengambil langkah yang mampu memulihkan kepercayaan pasar dan memperbaiki kondisi ekonomi. Sebab, jika tekanan terhadap rupiah, inflasi, dan daya beli terus berlanjut, dampaknya bisa meluas ke sektor sosial maupun politik.

Ekonomi sudah berkali-kali mengirim notifikasi darurat, tapi politik masih seperti ponsel yang diaktifkan mode senyap. Pertanyaannya bukan lagi apakah alarmnya berbunyi, melainkan sampai kapan semua orang memilih tombol “ingatkan saya nanti”.  (bae)

You Might Also Like

BMKG Sebut Kemarau 2026 Punya Pola Tak Biasa

Mobil Avanza Terbakar setelah Isi BBM di SPBU Silayur, Pasutri Panik Lari Tunggang Langgang

KPR Perumahan di Jateng Tembus Rp4,96 Triliun, Nomor Satu di Indonesia

Gila! Penebangan Hutan Indonesia Nomor 2 di Dunia, Paru-paru Dunia Dibabat

Jerit Tangis Bella di PN Semarang, Sudah Lama Terpisah dari Bayinya: “Saya Pengen Pulang!”

TAGGED:dolar menguatfx sugiyantoheadlinepakar ekonomi undip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi koruptor. Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, 32 Nama Terduga Viral di Media Sosial
Next Article 4,2 Juta Pelaku UMKM Jadi Andalan Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gol Sabda Bikin PSIS Raih Tiga Poin di Laga Perdana

847 Kafilah Sudah Tiba di Semarang, MTQ Nasional Tinggal Gas!

Biar Nggak Main Hakim Sendiri, Warga Diajak “Melek” Hukum

MTQ Nasional, Pemprov Siapkan 306 Nakes

3.796 Paralegal Jateng Disiapkan Jadi “Penolong Pertama”

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Mahesa Jenar Tetap Bidik Tiga Poin

Februari 22, 2026
Info

Kemarau Belum Puncak, Pemprov Sudah Guyur 3,2 Juta Liter Bantuan Air Bersih

Juli 16, 2026
Daerah

Agustina Tambah Nakes, Banjir Nggak Boleh Bikin Loyo

November 3, 2025
Dua aktivis Pati, Botok-Teguh. Keduanya dijatuhui hukuman 6 bulan penjara, tapi gak perlu dikurung.
Hukum

BREAKING NEWS: 2 Aktivis Demo Pati Divonis 6 Bulan Penjara, tapi Nggak Perlu Dikurung

Maret 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ekonomi Sudah Beri Sinyal Kritis, Akankah Krisis 98 Terulang?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?