BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang terus mendorong pengembangan sport tourism sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.
Komitmen itu ditunjukkan melalui peresmian Soft Opening Terang Bangsa Sport Facilities di kawasan Grand Marina, Minggu (19/7/2026) yang dilakukan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.
Kompleks olahraga hasil kolaborasi JKI Injil Kerajaan dan PSF Group tersebut dilengkapi empat lapangan padel, dua lapangan tenis, satu lapangan basket indoor, serta dua lapangan sepak bola. Selain digunakan oleh siswa Sekolah Terang Bangsa, seluruh fasilitas juga dibuka untuk masyarakat umum.
Wali Kota Agustina mengatakan, kehadiran fasilitas olahraga modern menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Semarang sebagai tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga, baik tingkat regional maupun nasional.
Baca juga: Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah
Menurutnya, semakin banyak turnamen digelar, semakin besar pula peluang mendatangkan atlet dan wisatawan yang akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
“Semakin banyak turnamen semakin bergairah nanti kehidupan sport tourism. Ada kolaborasi antara lapangan olahraga, event yang kemudian mendatangkan banyak pemain dari luar Kota Semarang,” ujar Agustina.
Ia menilai, meningkatnya kunjungan peserta maupun penonton akan berdampak langsung terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pelaku UMKM hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pengembangan sport tourism di Semarang juga ditandai dengan tumbuhnya investasi di sektor olahraga. Sehari sebelumnya, Agustina turut menghadiri soft opening Gets Courts di Kecamatan Gayamsari yang menghadirkan enam lapangan padel dan satu lapangan pickleball.
Bertambahnya fasilitas olahraga modern tersebut dinilai akan memperkuat ekosistem olahraga sekaligus membuka peluang penyelenggaraan lebih banyak kompetisi di Kota Semarang.
Budaya Hidup
Tak hanya berorientasi pada ekonomi, Agustina menegaskan fasilitas olahraga yang terintegrasi dengan lingkungan pendidikan juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya hidup sehat serta mencetak generasi muda yang berkarakter dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami ingin menyaksikan tempat ini selalu ramai oleh gelak tawa, semangat kebersamaan, interaksi sosial yang hangat dari berbagai kalangan dan keringat yang mengucur dan mengalir untuk mencapai titik sehat,” katanya.
Usai peresmian, Agustina memastikan Pemkot siap menindaklanjuti arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam memperkuat pembinaan atlet melalui sinergi dengan sekolah, komunitas olahraga, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Pokoknya siap, perintahnya dari Pak Wamen bahwa kami diminta untuk meramaikan dan membangun sumber daya manusia atlet yang berprestasi,” tegasnya.
Baca juga: Stadion TLJ Tutup Dua Bulan untuk Perbaikan Trek Lari, Agustina: Masyarakat Tetap Terlayani
Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat mengapresiasi hadirnya fasilitas olahraga yang berada di lingkungan sekolah. Menurut peraih medali emas bulu tangkis Olimpiade Athena tersebut, sarana olahraga yang memadai menjadi fondasi penting dalam memperluas budaya olahraga sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi sejak usia dini.
“Mudah-mudahan dari pribadi saya mungkin dari segi prestasi bisa melahirkan dari Semarang, terutama dari Jawa Tengah sendiri,” ujar Taufik. Ia berharap kolaborasi pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas olahraga terus diperkuat agar fasilitas yang telah tersedia mampu melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Dengan hadirnya Terang Bangsa Sport Facilities, kawasan Marina diproyeksikan berkembang menjadi salah satu destinasi sport tourism baru di Kota Semarang yang tidak hanya menghadirkan ruang olahraga modern, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Lapangan olahraga mungkin dibangun dari beton dan rumput sintetis. Tapi kalau setiap pertandingan mampu mengisi hotel, menghidupkan UMKM, dan melahirkan atlet berprestasi, maka yang sebenarnya sedang dibangun adalah masa depan kota, satu pertandingan dalam satu waktu. (tebe)

