Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Pasang Target Jadi Kota Sport Tourism
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Pasang Target Jadi Kota Sport Tourism

Olahraga kini bukan cuma soal menang atau kalah di lapangan. Di Semarang, sport tourism mulai diposisikan sebagai mesin baru penggerak ekonomi.

T. Budianto
Last updated: Juli 21, 2026 4:15 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
HADIRI SOFT OPENING: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menghadiri soft opening Gets Courts di Kecamatan Gayamsari yang menghadirkan enam lapangan padel dan satu lapangan pickleball, belum lama ini. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang terus mendorong pengembangan sport tourism sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Komitmen itu ditunjukkan melalui peresmian Soft Opening Terang Bangsa Sport Facilities di kawasan Grand Marina, Minggu (19/7/2026) yang dilakukan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Kompleks olahraga hasil kolaborasi JKI Injil Kerajaan dan PSF Group tersebut dilengkapi empat lapangan padel, dua lapangan tenis, satu lapangan basket indoor, serta dua lapangan sepak bola. Selain digunakan oleh siswa Sekolah Terang Bangsa, seluruh fasilitas juga dibuka untuk masyarakat umum.

Wali Kota Agustina mengatakan, kehadiran fasilitas olahraga modern menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Semarang sebagai tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga, baik tingkat regional maupun nasional.

Baca juga: Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Menurutnya, semakin banyak turnamen digelar, semakin besar pula peluang mendatangkan atlet dan wisatawan yang akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

“Semakin banyak turnamen semakin bergairah nanti kehidupan sport tourism. Ada kolaborasi antara lapangan olahraga, event yang kemudian mendatangkan banyak pemain dari luar Kota Semarang,” ujar Agustina.

Ia menilai, meningkatnya kunjungan peserta maupun penonton akan berdampak langsung terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, pelaku UMKM hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pengembangan sport tourism di Semarang juga ditandai dengan tumbuhnya investasi di sektor olahraga. Sehari sebelumnya, Agustina turut menghadiri soft opening Gets Courts di Kecamatan Gayamsari yang menghadirkan enam lapangan padel dan satu lapangan pickleball.

Bertambahnya fasilitas olahraga modern tersebut dinilai akan memperkuat ekosistem olahraga sekaligus membuka peluang penyelenggaraan lebih banyak kompetisi di Kota Semarang.

Budaya Hidup

Tak hanya berorientasi pada ekonomi, Agustina menegaskan fasilitas olahraga yang terintegrasi dengan lingkungan pendidikan juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun budaya hidup sehat serta mencetak generasi muda yang berkarakter dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kami ingin menyaksikan tempat ini selalu ramai oleh gelak tawa, semangat kebersamaan, interaksi sosial yang hangat dari berbagai kalangan dan keringat yang mengucur dan mengalir untuk mencapai titik sehat,” katanya.

Usai peresmian, Agustina memastikan Pemkot siap menindaklanjuti arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam memperkuat pembinaan atlet melalui sinergi dengan sekolah, komunitas olahraga, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Pokoknya siap, perintahnya dari Pak Wamen bahwa kami diminta untuk meramaikan dan membangun sumber daya manusia atlet yang berprestasi,” tegasnya.

Baca juga: Stadion TLJ Tutup Dua Bulan untuk Perbaikan Trek Lari, Agustina: Masyarakat Tetap Terlayani

Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat mengapresiasi hadirnya fasilitas olahraga yang berada di lingkungan sekolah. Menurut peraih medali emas bulu tangkis Olimpiade Athena tersebut, sarana olahraga yang memadai menjadi fondasi penting dalam memperluas budaya olahraga sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi sejak usia dini.

“Mudah-mudahan dari pribadi saya mungkin dari segi prestasi bisa melahirkan dari Semarang, terutama dari Jawa Tengah sendiri,” ujar Taufik. Ia berharap kolaborasi pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas olahraga terus diperkuat agar fasilitas yang telah tersedia mampu melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Dengan hadirnya Terang Bangsa Sport Facilities, kawasan Marina diproyeksikan berkembang menjadi salah satu destinasi sport tourism baru di Kota Semarang yang tidak hanya menghadirkan ruang olahraga modern, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Lapangan olahraga mungkin dibangun dari beton dan rumput sintetis. Tapi kalau setiap pertandingan mampu mengisi hotel, menghidupkan UMKM, dan melahirkan atlet berprestasi, maka yang sebenarnya sedang dibangun adalah masa depan kota, satu pertandingan dalam satu waktu. (tebe)

You Might Also Like

Jateng Lagi Banyak Masalah? Warga Serbu Kantor Gubernur Bawa Segudang Keluhan

Cerita Mak Jah Bertahan di Tengah Laut, Rumah Apung untuk Terus Jaga Mangrove Sayung

Getas Bersiap Jadi Desa BRILiaN, KKN-T 136 Undip Turun Bawa Jurus Kopi, Kambing, dan Wisata

Libur Nataru, Penumpang Pesawat Naik 5,6 Persen

Coblosan Mau Go Digital? Usul E-Voting Pilkada Mulai Dipikirin Serius

TAGGED:agustina wilujegheadlinepemkot semarangsport tourism
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist) Abah Khan Kiai Cabul Semarang Diseret ke Pengadilan, Sidang Digelar Tertutup
Next Article Pasar Raya Jateng 2026 Dibuka, 12 Hari Surakarta Disulap Jadi Panggung Seni

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.

Massa Jateng Guyub Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

SIDANG KORUPSI--Enam kades dari Pati jadi saksi sidang terdakwa Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae)

Sidang Sudewa Kupas Keterlibatan Anggota hingga Pimpinan DPRD Pati dalam Pengisian Perangkat Desa

Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono, resmi ditunjuk sebagai Kepala BGN.

Resmi! Istana Umumkan Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Urgensinya Apa? Puan Sorot Pengiriman 25 Kepala Daerah ke Singapura di Tengah Efisiensi Anggaran

AKSI DAMAI - Petani tembakau dari Temanggung dan sejumlah daerah lain di Indonesia menggelar aksi damai di depan kantor Kemenko PMK, desak pemerintah kaji ulang regulasi tembakau, terutama terkait pembatasan tar dan nikotin.

Desakan Petani Tembakau Menguat, Kemenko PMK Janji Kaji Ulang Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Dari Lahan Nganggur, Lapas Purwodadi Panen 100 Kilo Terong

Mei 18, 2026
Plesir

Benteng Pendem Ambarawa: Kini Tak Lagi Sunyi

Januari 26, 2026
Info

Indonesia Diterpa Bencana, Menhut Bagi-bagi Rejeki untuk Kader PSI

Desember 13, 2025
Ekonomi

Soal HGB di KITB, Pemprov Ikut Intervensi

April 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Pasang Target Jadi Kota Sport Tourism
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?