Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: HIV Tak Berkutik, Jejak Langka Perempuan Ini Bikin Takjub
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

HIV Tak Berkutik, Jejak Langka Perempuan Ini Bikin Takjub

Selama lebih dari tiga dekade, Loreen menjalani hidup seperti biasa. Ia tetap bekerja sebagai desainer lanskap, beraktivitas normal, dan tidak mengalami perkembangan penyakit yang umumnya terjadi pada penderita HIV.

Nugroho P.
Last updated: Juni 9, 2026 5:21 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Ilustrasi Hari AIDS Sedunia. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Selama puluhan tahun, HIV dikenal sebagai salah satu virus paling sulit ditaklukkan. Namun di balik perjalanan panjang dunia medis melawan penyakit ini, ada kisah langka yang membuat para ilmuwan terus penasaran sekaligus optimistis.

Sosok itu adalah Loreen Willenberg, perempuan asal Amerika Serikat yang dinyatakan positif HIV sejak 1992. Yang membuat kisahnya berbeda, virus tersebut tak pernah benar-benar mampu menguasai tubuhnya meski ia tidak menjalani terapi HIV seperti kebanyakan pasien lainnya.

Selama lebih dari tiga dekade, Loreen menjalani hidup seperti biasa. Ia tetap bekerja sebagai desainer lanskap, beraktivitas normal, dan tidak mengalami perkembangan penyakit yang umumnya terjadi pada penderita HIV.

Para dokter sejak lama menyadari ada sesuatu yang unik dalam sistem kekebalan tubuhnya. Berulang kali pemeriksaan dilakukan, namun hasilnya selalu menunjukkan bahwa tubuh Loreen mampu menjaga virus tetap dalam kondisi tertekan tanpa bantuan obat.

Keunikan itulah yang membuat namanya dikenal luas di kalangan peneliti HIV dunia. Ia masuk kelompok yang sangat langka, dikenal sebagai “elite controller” atau pengendali elit, yaitu orang-orang yang mampu mengendalikan HIV secara alami melalui sistem imun mereka sendiri.

Jumlah kelompok ini sangat sedikit. Dari seluruh penderita HIV di dunia, diperkirakan hanya sekitar setengah persen yang memiliki kemampuan luar biasa tersebut.

Yang lebih mengejutkan lagi, ketangguhan tubuh Loreen tetap terlihat ketika ia menghadapi cobaan lain yang jauh lebih berat. Pada 2022, ia didiagnosis menderita kanker paru stadium empat yang telah menyebar hingga ke otak.

Loreen kemudian menjalani berbagai tindakan medis, mulai dari operasi hingga terapi obat yang intensif. Hasilnya cukup baik karena ukuran tumor berhasil mengecil dan kondisinya sempat membaik.

Namun di tengah proses pengobatan itu, para ilmuwan justru menemukan fakta yang makin membuat mereka tercengang. Pengobatan kanker yang dijalaninya seharusnya berpotensi melemahkan sistem pertahanan tubuh.

Dalam kondisi normal, pelemahan sistem imun biasanya memberi kesempatan bagi HIV untuk kembali aktif dan berkembang biak. Tetapi hal itu tidak terjadi pada Loreen.

Saat para peneliti memeriksa miliaran sel dalam tubuhnya menggunakan teknologi yang sangat sensitif, mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan HIV yang aktif.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa tubuh Loreen bukan hanya mampu menekan virus, tetapi mungkin juga berhasil membersihkan HIV hingga ke tingkat yang belum pernah dipahami sepenuhnya oleh ilmu pengetahuan.

Pada Konferensi International AIDS Society tahun 2025, sejumlah peneliti bahkan menyampaikan kemungkinan bahwa Loreen telah mencapai kondisi yang mendekati kesembuhan alami dari HIV.

Sayangnya, kabar menggembirakan itu datang bersamaan dengan kenyataan pahit. Setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker, Loreen meninggal dunia pada April 2026.

Meski begitu, kisahnya meninggalkan warisan besar bagi dunia kesehatan. Banyak ilmuwan kini menjadikan kasus Loreen sebagai salah satu petunjuk paling berharga dalam pencarian obat penyembuh HIV.

Penelitian yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa para pengendali elit memiliki sistem imun yang bekerja dengan cara berbeda dibanding kebanyakan orang.

Salah satu perhatian utama tertuju pada sel T CD8+, yakni pasukan khusus dalam tubuh yang bertugas mengenali dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus.

Para peneliti menemukan bahwa pada sebagian pengendali elit, HIV seperti dipaksa masuk ke wilayah DNA yang disebut “gurun gen”. Di tempat itu virus kehilangan ruang untuk berkembang dan sulit menyebabkan kerusakan.

Dengan kata lain, virus masih mungkin ada, tetapi terkunci di lokasi yang membuatnya tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara efektif.

Selain sel T CD8+, para ilmuwan juga mulai menaruh perhatian pada sel pembunuh alami atau natural killer cells. Sel ini diyakini berperan penting dalam memburu virus yang bersembunyi di berbagai sudut tubuh seperti usus, kelenjar getah bening, dan jaringan reproduksi.

Kini para peneliti berharap rahasia biologis yang dimiliki orang-orang seperti Loreen dapat ditiru melalui terapi generasi baru atau vaksin terapeutik. Jalannya memang masih panjang, tetapi kisah langka ini memberi secercah harapan bahwa suatu hari nanti HIV bukan lagi penyakit yang harus ditakuti seumur hidup. (*)

You Might Also Like

Lantik 209 Pejabat Baru Pemkot Solo, Respati Kasih Waring: Jabatan Bukan Hadiah!

1.049 Pejabat Pemprov Dilantik, Luthfi Gaspol Merit System

Massa Demo Pati Bakar Mobil Polisi di Depan Rumah Dinas Kapolres

Buruh Sritex Meradang, Nasibnya Kayak Roller Coaster Gak Jelas Arahnya

Film Pesta Babi Dilarang Malah Meledak, Mahfud MD Ikut Buka Suara Keras

TAGGED:aidsHIV
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TANTANG JAKSA--Terdakwa Gus Yazid menantang jaksa memeriksa Pangdam Dedi Suryadi dalam sidang TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (8/6/2026). (bae) “Berani Gak?” Gus Yazid Tantang Jaksa Periksa Pangdam Jaya Letjen Dedi
Next Article Siap-siap, Saat Ini AI Ikut Meracik Vaksin

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan. (bae)

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

LAYANI PELANGGAN - Pelaku usaha fotokopi di Ngaliyan, Semarang, sedang melayani pelanggan. Mereka mengaku empot-empotan menghadapi harga kertas yang terus melambung tinggi, dampak melemahnya rupiah. (dul)

Harga Kertas Melambung Tinggi, Pelaku Usaha Fotokopi Ketar-ketir

KETUA PERADI SAI SEMARANG - Ketua DPC Peradi SAI Kota Semarang, Luhut Sagala (tengah) mengumumkan perubahan nama dan logo organisasi dalam acara buka bersama anggota di Aroem Resto Semarang, Selasa (3/3/2026). (bae)

Luhut Sagala Kembali Pimpin Peradi SAI Kota Semarang, Ini Fokus Agenda Kerjanya

ROKOK - Ilustrasi produk turunan tembakau berupa rokok.

Harga Rokok Ikut Terkerek Naik Meski Tak Ada Penyesuaian Tarif Cukai

KANTONG PLASTIK - Ilustrasi pedagang memasukkan barang yang dibeli pelanggan ke dalam kantong plastik.

Kelihatannya Sepele, tapi Jadi Beban Banget Buat Pelaku UMKM: Harga Plastik Naik Gila-gilaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi razia kendaraan oleh kepolisian.
Daerah

Awas! Polisi di Jateng Gelar Razia Kendaraan, Ini Pelanggaran yang Dibidik

Juli 11, 2025
Daerah

Gubernur Jateng Ajukan Rp73 Triliun, Fokus Tangani Rob dan Banjir

Juli 26, 2025
Hukum

Mantan Kaprodi Anestesi Undip Dituntut Tiga Tahun Bui Gara-Gara “Iuran Siluman”

September 10, 2025
Daerah

Musim Rawan Bencana, Kepala Daerah Jangan Ghosting Warga

November 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: HIV Tak Berkutik, Jejak Langka Perempuan Ini Bikin Takjub
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?