Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Siap-siap, Saat Ini AI Ikut Meracik Vaksin
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Siap-siap, Saat Ini AI Ikut Meracik Vaksin

Langkah besar terbaru datang dari tim peneliti University of Cambridge yang berhasil mengembangkan vaksin dengan komponen utama yang dirancang sepenuhnya oleh AI. Vaksin tersebut bahkan sudah memasuki tahap uji coba pada manusia, sebuah pencapaian yang menarik perhatian dunia medis.

Nugroho P.
Last updated: Juni 9, 2026 5:27 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
fight against COVID-19, coronavirus vaccine research in laboratory, professional scientists holds syringe and bottle vaccine for virus cure treatment injection, medicine clinical during pandemic
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini melaju jauh melampaui kemampuan membuat tulisan, gambar, atau video. Teknologi yang semula identik dengan dunia digital itu mulai masuk ke laboratorium kesehatan dan membantu para ilmuwan mencari cara baru melawan berbagai penyakit menular.

Langkah besar terbaru datang dari tim peneliti University of Cambridge yang berhasil mengembangkan vaksin dengan komponen utama yang dirancang sepenuhnya oleh AI. Vaksin tersebut bahkan sudah memasuki tahap uji coba pada manusia, sebuah pencapaian yang menarik perhatian dunia medis.

Keberhasilan ini dianggap sebagai tonggak baru karena untuk pertama kalinya antigen utama dalam vaksin hasil rancangan AI diuji langsung pada manusia. Para peneliti melihat peluang besar untuk menciptakan perlindungan yang lebih luas terhadap berbagai virus sekaligus.

Selama ini, pengembangan vaksin biasanya dilakukan berdasarkan virus yang sedang menyebar. Ketika virus mengalami mutasi, efektivitas vaksin dapat ikut menurun sehingga perlu dilakukan pembaruan secara berkala.

Situasi itu pernah terjadi pada Covid-19 dan influenza musiman. Para ilmuwan harus terus menyesuaikan formula vaksin agar tetap mampu mengenali perubahan virus yang terus berkembang.

Melihat tantangan tersebut, tim Cambridge mencoba pendekatan berbeda. Mereka tidak ingin sekadar mengejar perubahan virus, melainkan berusaha memprediksi ancaman yang mungkin muncul di masa depan.

Menurut Profesor Jonathan Heeney, tujuan utama penelitian ini adalah menciptakan vaksin yang mampu memberikan perlindungan lebih luas, termasuk terhadap virus yang belum menyebar ke manusia tetapi berpotensi memicu wabah suatu hari nanti.

Untuk mewujudkan hal itu, para peneliti mengumpulkan data genetik dari berbagai jenis coronavirus yang ditemukan melalui program pemantauan virus di sejumlah negara.

Jutaan data tersebut kemudian dianalisis menggunakan AI. Sistem cerdas itu mempelajari pola, kesamaan, dan karakteristik dari berbagai virus dalam keluarga coronavirus.

Dari hasil analisis tersebut, AI merancang sebuah komponen yang disebut sebagai “super-antigen”. Komponen inilah yang menjadi inti dari vaksin dan bertugas melatih sistem kekebalan tubuh agar mampu mengenali lebih banyak ancaman virus.

Jika vaksin konvensional biasanya fokus pada satu target tertentu, super-antigen dirancang agar dapat mengenali banyak anggota keluarga virus sekaligus.

Harapannya, tubuh tidak hanya siap menghadapi virus yang sudah dikenal saat ini, tetapi juga mampu merespons varian baru atau virus yang mengalami perubahan genetik di masa mendatang.

Pendekatan tersebut dinilai sangat menjanjikan karena salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan adalah kemampuan virus untuk terus berevolusi dan mencari celah agar bisa lolos dari sistem imun.

Heeney mengaku terkejut dengan hasil yang diperoleh. Menurutnya, kemampuan AI dalam membantu merancang komponen vaksin membuka kemungkinan yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Saat ini, vaksin tersebut telah menjalani uji coba awal yang melibatkan 39 sukarelawan. Fokus utama penelitian tahap pertama adalah memastikan bahwa vaksin aman digunakan pada manusia.

Sementara itu, penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar sedang berlangsung untuk mengukur seberapa kuat respons imun yang berhasil dibentuk.

Hasil awal menunjukkan respons kekebalan tubuh yang muncul masih berada pada tingkat moderat. Meski belum sempurna, banyak ilmuwan menilai temuan tersebut cukup menggembirakan untuk tahap awal pengembangan.

Sejumlah ahli melihat teknologi ini sebagai jalan baru menuju vaksin yang lebih fleksibel dalam menghadapi ancaman pandemi. Dengan bantuan AI, proses pencarian desain vaksin yang efektif bisa dilakukan jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.

Potensi penggunaannya pun tidak berhenti pada coronavirus. Tim Cambridge saat ini juga sedang mengembangkan vaksin flu musiman yang diharapkan tidak perlu diperbarui setiap tahun.

Selain itu, teknologi serupa juga dimanfaatkan untuk penelitian vaksin flu burung H5N1 yang masih menjadi perhatian berbagai negara karena risiko penyebarannya.

Peneliti bahkan mulai menguji pendekatan yang sama untuk sejumlah penyakit lain, termasuk kelompok virus penyebab demam berdarah dan Ebola yang selama ini menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan.

Meski perjalanan menuju vaksin universal masih panjang dan membutuhkan banyak uji klinis lanjutan, keberhasilan AI merancang komponen vaksin yang kini diuji pada manusia memberi gambaran bahwa masa depan dunia kesehatan mungkin akan sangat berbeda. Jika penelitian ini terus menunjukkan hasil positif, AI bukan hanya menjadi alat bantu digital, tetapi juga dapat berperan penting dalam menyelamatkan jutaan nyawa di masa mendatang. (*)

You Might Also Like

Gurun Arab Mendadak Putih, Salju Turun Bikin Geger, Fenomena Apa ya?

Cimol Bojot, Jajanan Viral dari Garut yang Bikin Lidah Nggak Berhenti Ngunyah

Apes! Tarik Mobil Gagal, Debt Collector Bengkulu Tewas Dibacok Nasabah

Viral Bayi 1,5 Tahun Naik Gunung, Begini Faktanya

Film Pesta Babi Ramai Dicekal, Malah Bikin Publik Makin Kepo

TAGGED:AIkecerdasan buatanlaboratoriumvaksin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article HIV Tak Berkutik, Jejak Langka Perempuan Ini Bikin Takjub
Next Article Rupiah Loyo, Baju Sampai Sepatu Minggu Depan Harganya Naik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rusunawa Bukan Buat Diperjualbelikan, Pemkot Beresin Calo sampai Oper Sewa Diam-Diam

Samuel Wattimena Ingatkan Ancaman El Nino, Pariwisata dan UMKM Diminta Siaga

Kuota Hangus? DPR Bilang Saatnya Operator Lebih Ramah ke Pelanggan

Widodo C Putro Puas Agresivitas dan Komunikasi Pemain

RAIH PENGHARGAAN - PLN Icon Plus meraih penghargaan Fastest Rising Internet Service Provider dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026.

PLN Icon Plus Catat Prestasi di SBBI Awards 2026, Raih Penghargaan Fastest Rising Internet Service Provider

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Ribut Video Rasis Sunda, Warganet Desak Polisi Gerak Cepat

Desember 12, 2025
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin. Foto: Dok. Polda Jateng.
UnikViral

Diperiksa Polres Blora, Pria Penendang Kucing hingga Mati Terancam 1,5 Tahun Penjara

Februari 2, 2026
Viral

Ayu Aulia Masuk Tim Negara, Jejak Lamanya Disorot

Desember 31, 2025
Viral

Tikungan Bromo Bikin Heboh, Kuda Lepas Hantam Kijang Innova

Juni 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Siap-siap, Saat Ini AI Ikut Meracik Vaksin
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?