Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lagi-lagi Keracunan MBG! 137 Siswa di Blora Tumbang, SPPG Sukorejo 2 Diusulkan Tutup
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Lagi-lagi Keracunan MBG! 137 Siswa di Blora Tumbang, SPPG Sukorejo 2 Diusulkan Tutup

R. Izra
Last updated: September 8, 2026 8:14 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal.
BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Suasana di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendadak berubah setelah puluhan siswa mengeluhkan sakit perut, mual, pusing hingga diare usai menyantap makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9/2026).

Makanan yang dibagikan SPPG Sukorejo 2 itu berisi ayam, tempe goreng, dan brokoli. Dari hasil pendataan, total 137 orang dilaporkan mengalami keluhan, terdiri dari 136 siswa dan satu guru.

Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni’wati, mengatakan pihak sekolah awalnya menerima sejumlah keluhan dari siswa. Mereka kemudian dikumpulkan di aula untuk didata dan diperiksa petugas kesehatan.

“Awalnya ada keluhan, kemudian karena ada keluhan, maka men-tracking. Semuanya yang bergejala diminta ke aula. Kemudian kita melaporkan dan DKK datang untuk memeriksa,” kata Yuni saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2026).

Bacaaja: Kasus Keracunan MBG Bisa Berujung Pidana
Bacaaja: Korban Dugaan Keracunan MBG Berastagi Sulit Bicara

Dari 133 siswa yang diperiksa Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora, 6 di antaranya sempat dirujuk untuk mendapat penanganan medis. 3 siswa sudah diperbolehkan pulang, sedangkan 3 lainnya masih menjalani perawatan. Selain itu, 3 siswa lain berada di rumah karena mengalami diare.

“Jumlah yang pasti 133, yang dirujuk enam, tiga sudah pulang, tiga masih di sana, tiga ada di rumah,” ujarnya.

Yuni menyebut makanan MBG biasanya diterima dan disantap siswa sekitar pukul 11.00 WIB saat jam istirahat. Ia mengatakan kejadian tersebut merupakan kasus pertama di sekolahnya dan membuat sejumlah siswa merasa trauma.

Di tengah penanganan para siswa, Satgas MBG Blora menemukan persoalan lain pada SPPG Sukorejo 2. Kepala Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, mengatakan SPPG tersebut sudah tiga kali mendapat peringatan.

“Sudah tiga kali diperingatkan. Ini yang ketiga,” kata Sri.

Karena insiden kembali terjadi, Satgas MBG Blora berencana mengusulkan penghentian operasional SPPG Sukorejo 2. Namun, keputusan penutupan permanen tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kita akan mengusulkan untuk ditutup. Kalau untuk penutupan permanen, itu keputusan pemerintah pusat,” ujarnya.

Selain itu, Sri meminta pihak SPPG mengembalikan dana kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sesuai jumlah penerima manfaat dan nilai makanan yang telah disalurkan.

“Kami meminta SPPG mengembalikan dana ke BGN sesuai dengan jumlah penerima manfaat dikalikan harga. Nanti juga harus ada bukti transfernya,” katanya.

Dalam pengecekan di SD Tahfidz Al Banjari, Satgas juga menemukan dugaan ulat atau belatung pada makanan.

“Di SD Al Banjari juga kami temukan ada ulat atau belatung di makanan,” ujar Sri.

Meski demikian, temuan tersebut belum dipastikan berkaitan dengan dugaan keracunan di SMAN 1 Tunjungan. Penyebab pasti munculnya keluhan pada siswa dan guru hingga kini masih dalam penelusuran petugas kesehatan. (dul)

You Might Also Like

Vonis Fantastis Najib Razak, 165 Tahun Tapi Jalan 15, Kok Bisa?

Alissa Wahid Sambangi Rumah Iko Unnes yang Berpulang dalam Prahara Agustus

Peduli Kesehatan Mental, Respati akan Tambah Psikolog dan Upgrade Posyandu Plus di Solo

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Parah! Sudah Sebulan setelah Bencana, Ada Kampung di Aceh yang Masih Terisolasi

TAGGED:bloraheadlinekeracunan MBGsman 1 tunjungansppg sukorejo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukan Cuma Pawai, Semarang Mau Pamer Toleransi di Jalanan Kota
Next Article SIDANG KORUPSI--Sekda Cilacap Sadmoko Danardono (baju batik) didampingi penasihat hukumnya saat menjalani sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (8/9/2026). (bae) Fakta Sidang Korupsi Bupati Cilacap: Ada Jatah untuk Kasatreskrim dan Pejabat Kejari

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Anak Curhat ke AI, Bukan ke Ortu: Pemprov Geber Program Berbasis Keluarga

April 14, 2026
Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Politik

Keracunan MBG, Prabowo Sebut Masalah Besar: Jangan Sampai Dipolitisasi

September 27, 2025
Info

DPR Desak Dunia Bertanggung Jawab, Prajurit RI Gugur di Misi Damai

April 1, 2026
Info

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

Agustus 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lagi-lagi Keracunan MBG! 137 Siswa di Blora Tumbang, SPPG Sukorejo 2 Diusulkan Tutup
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?