Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Cuma Pawai, Semarang Mau Pamer Toleransi di Jalanan Kota
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Cuma Pawai, Semarang Mau Pamer Toleransi di Jalanan Kota

Kalau biasanya pawai identik dengan barisan panjang dan jalanan yang mendadak ramai, Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Semarang punya pesan yang lebih luas. Ribuan peserta dari 38 provinsi bakal turun ke jalan, membawa satu pesan: keberagaman dan toleransi bisa jalan bareng tanpa perlu ribut soal perbedaan.

T. Budianto
Last updated: September 8, 2026 7:57 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PAWAI DUGDERAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti melambaikan tangan kepada warga saat mengkuti pawai Dugderan, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen kafilah provinsi se-Indonesia serta kabupaten/kota di Jawa Tengah akan mengikuti Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI, Sabtu (12/9/2026).

Yang menarik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bakal berada di barisan depan. Mereka berjalan bersisian dengan Paskibraka pembawa bendera Merah Putih, bendera LPTQ, marching band, serta maskot MTQ Nasional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, susunan tersebut bukan sekadar urusan barisan pawai. Ada pesan tentang bagaimana nilai-nilai Alquran bisa berdampingan dengan keberagaman budaya dan kehidupan antarumat beragama.

“Pawai Ta’aruf ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kota Semarang adalah rumah yang hangat, aman, dan toleran bagi siapa saja,” ujar Agustina, Selasa (8/9).

Baca juga: Semarang Tuan Rumah MTQ Nasional 2026

Menurutnya, MTQ bukan hanya milik satu kelompok. Kehadiran tokoh agama dari berbagai latar belakang justru menjadi simbol bahwa perhelatan nasional tersebut merupakan pesta bersama.

Semarang juga akan membawa identitas budayanya dalam pawai. Para peserta dan masyarakat bakal disuguhi Tari Warak Dugder dari Sanggar Sobokarti yang menggambarkan akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab. Ada pula musik Gambus Zabarjada yang akan ikut memeriahkan suasana. “Masyarakat yang hadir nanti akan disuguhi seni pertunjukan khas. Ini adalah wajah Kota Semarang yang inklusif, hebat, dan berbudaya,” kata Agustina.

Jarak Tempuh

Pawai dimulai pukul 07.00 WIB dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda. Rombongan kemudian menempuh rute sekitar 2,5 kilometer menuju Tugu Muda, Jalan Pandanaran, kawasan Mugas, Jalan Tri Lomba Juang, Taman Indonesia Kaya, hingga finis di Panggung Kehormatan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan.

Warga bisa ikut menyaksikan dari sejumlah titik, seperti Taman Pandanaran, Taman Indonesia Kaya, dan Jalan Tri Lomba Juang. Di titik awal, pawai akan dibuka dengan Tari Warak Dugder dan musik Gambus. Sementara di panggung utama, rangkaian ditutup dengan atraksi marching band dan pengumuman pemenang mobil hias.

Karena melibatkan ribuan orang dan melewati sejumlah jalan utama, Pemkot Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang juga menyiapkan rekayasa lalu lintas. Penutupan maupun pengalihan arus dilakukan bertahap di sejumlah ruas yang dilalui rombongan.

Baca juga: Semarang Unjuk Jati Diri di MTQ Nasional

Kantong parkir disiapkan di beberapa lokasi, mulai dari Balai Kota Semarang, DP Mall, Museum Mandala Bhakti, Stadion Tri Lomba Juang, hingga kawasan Simpang Lima. Sementara armada mobil hias peserta ditempatkan di kawasan Wonderia dan Taman Budaya Raden Saleh.

Masyarakat diminta mengantisipasi kepadatan lalu lintas, menggunakan jalur alternatif, dan tetap menjaga kebersihan selama acara berlangsung. Karena pada akhirnya, pawai boleh bikin jalanan penuh, tapi jangan sampai toleransi dan kesadaran menjaga kota malah kosong. (dul)

You Might Also Like

Bawa Tumbler, Respati Launching Kran Air Siap Minum ‘Toya Wening’ di Pasar Gede Solo

Empat Pemain PSIS Masuk Ruang Perawatan

Wagub Jihan Dorong Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah

Wow! Asetnya Capai Rp12 Triliun, 33 BPR BKK se-Jateng akan Merger jadi Bank Syariah

Posting Hina Nyepi, WNA Swiss Langsung Kena Proses Hukum

TAGGED:agustina wilujengheadlinemtq nasional 2026pemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Groundbreaking PSEL Semarang Raya Ditarget Desember
Next Article BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal. Lagi-lagi Keracunan MBG! 137 Siswa di Blora Tumbang, SPPG Sukorejo 2 Diusulkan Tutup

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Mangunharjo Panen Melon Premium, Agustina Minta Kampung Lain Ikutan

Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng

UCAPAN DUKA - Atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, di perairan Semarang Barat, Minggu (25/10/2026).. HADIRKAN SOLUSI - PLN Icon Plus hadirkan solusi digital dan ekosistem hijau dalam Simposium Teknologi Informasi (TI) Hulu Migas 2026, yang digelar Asosiasi IT Minyak dan Gas (AIMG) di Yogyakarta Marriott Hotel, 30 September–2 Oktober 2026.

Perkuat Kolaborasi Industri Hulu Migas, PLN Icon Plus Hadirkan Solusi Digital dan Ekosistem Hijau

UCAPAN DUKA - Atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, di perairan Semarang Barat, Minggu (25/10/2026)..

Tragis! Atlet Selam Jepara Meninggal saat Berlaga di Porprov Jateng 2026

Rajin Lari Bikin Plak Jantung? Ini Fakta Penelitiannya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Temboknya Tinggi, Tapi Harapan Jangan Ikut Dikunci

September 2, 2026
RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)
Info

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

September 29, 2026
Ekonomi

Luthfi Ngebut Kembangkan Pelabuhan, Target Dongkrak Ekonomi Jateng Lewat Logistik

Agustus 22, 2025
Info

Tapir Muncul Lagi di Mesuji, BKSDA Langsung Turun

September 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Cuma Pawai, Semarang Mau Pamer Toleransi di Jalanan Kota
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?