Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pakar: Pembangunan Masif di Kawasan Atas Perbesar Risiko Banjir Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Pakar: Pembangunan Masif di Kawasan Atas Perbesar Risiko Banjir Semarang

T. Budianto
Last updated: November 3, 2026 5:45 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Pakar Tata Kota Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Mila Karmilah. (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pakar tata kota dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Mila Karmilah mengatakan, pembangunan yang masif di kawasan atas Semarang memperbesar risiko banjir di wilayah bawah.

Dia mengatakan, pengendalian pembangunan perlu dilakukan di kawasan perbukitan seperti Gunungpati dan Mijen. Menurut dia, pembangunan yang tidak terkendali dapat mengurangi lahan resapan air.

“Kalau pembangunan di atas itu cukup besar, berarti tutupan lahan di atas juga terus berkurang. Air yang harusnya bisa ditampung atau masuk ke dalam tanah kemudian tidak bisa karena sudah penuh dengan bangunan,” kata Mila, Selasa (3/11/2026).

Baca juga: Semarang Diguyur Hujan Lebat, Banyumanik Diterjang Banjir

Dia mencontohkan kawasan Sekaran Gunungpati yang mengalami perkembangan pembangunan seiring keberadaan perguruan tinggi. Kebutuhan tempat tinggal mahasiswa turut mendorong pembangunan rumah kos dan bangunan lainnya.

Kondisi serupa, menurut Mila, juga terjadi di Tembalang. Kawasan yang menjadi lokasi sejumlah perguruan tinggi itu bahkan sudah menghadapi persoalan krisis air.

Tangkapan Air

Mila menilai penanganan banjir Semarang tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur di kawasan bawah, seperti pompa, kolam retensi, dan tanggul. Pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi kawasan atas yang menjadi daerah tangkapan air.

“Tidak cukup hanya ada kolam retensi, tanggul, dan sebagainya. Tapi kalau di atas tidak ditangani, ya sama saja. Jadi perlu integrasi antara kawasan bawah dan kawasan atas itu,” ujarnya. Menurut dia, pengendalian pembangunan di kawasan atas harus menjadi bagian dari upaya penanganan banjir secara menyeluruh.  

Baca juga: BNPB Ngegas Operasi Modifikasi Cuaca, Atasi Banjir Semarang–Grobogan

Sebab, air hujan tidak mengenal batas administrasi maupun kawasan. Ketika lahan resapan di atas semakin habis, dampaknya bisa mengalir sampai ke bawah.

Jangan sampai kawasan atas sibuk mengejar pertumbuhan bangunan, sementara kawasan bawah harus rutin berurusan dengan genangan. Yang satu menikmati pembangunan, yang lain kebagian kiriman air. (bae)

You Might Also Like

Bukan Cuma Pawai, Semarang Mau Pamer Toleransi di Jalanan Kota

Tragis! Terobos Palang, Pemotor dan Siswa SD di Semarang Tewas Tersambar Kereta

Terminal Mangkang Masih Lengang, Puncak Arus Mudik Diperkirakan H-2 Lebaran

Miris! Sekolah Bilang ‘Masuk Angin’, Ternyata Siswa SD Wonogiri Diduga Tewas Dihajar di Kelas

Dulu Bilang KDMP Tak Bebani Keuangan Negara, Sekarang Purbaya Akui Utang Kopdes Dibayar APBN

TAGGED:agustina wilujengahmad luthfibanjir semarangheadlinepemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jateng Guyur Petani dengan 1.507 Alsintan, Panen Sehektare Cuma 2 Jam!
Next Article PROMOSI JUDOL: Seorang perempuan berinisial RUI (kanan) ditangkap polisi setelah diduga mempromosikan situs judi online. (ist) Bikin Jejaring Mirip MLM untuk Endors Judol, Perempuan Semarang Meringkuk di Penjara

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROMOSI JUDOL: Seorang perempuan berinisial RUI (kanan) ditangkap polisi setelah diduga mempromosikan situs judi online. (ist)

Bikin Jejaring Mirip MLM untuk Endors Judol, Perempuan Semarang Meringkuk di Penjara

Pakar: Pembangunan Masif di Kawasan Atas Perbesar Risiko Banjir Semarang

Jateng Guyur Petani dengan 1.507 Alsintan, Panen Sehektare Cuma 2 Jam!

Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi

Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) di Stasiun Bekasi Timur, mengecek kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrak dan KRL Commuter.
Info

Tabrakan Kereta Banyak Makan Korban Jiwa, DPR Sorot Gagalnya Sistem Keselamatan

April 29, 2026
Daerah

Semarang Punya Tarian Baru

Agustus 9, 2026
BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)
Info

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

September 25, 2026
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar berbicara di depan media, Selasa (21/4/2026). (bae)
Fokus

Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

April 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pakar: Pembangunan Masif di Kawasan Atas Perbesar Risiko Banjir Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?