Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor

T. Budianto
Last updated: November 3, 2026 4:59 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Musim hujan mulai mengetuk pintu Jateng. Namun, yang datang bukan cuma udara sejuk dan aroma tanah basah. Ancaman banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem juga ikut membayangi.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi pun meminta jajarannya tidak menunggu bencana datang baru bergerak. Dirinya menegaskan, penguatan mitigasi harus dilakukan sejak dini. Mulai dari pembenahan infrastruktur hingga koordinasi dengan pemerintah pusat perlu diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana selama musim hujan.

“Tentu kita harus melakukan mitigasi,” kata Luthfi seusai menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Lapangan Tarubudoyo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (3/11/2026).

Baca juga: Tiga Orang Meninggal karena Banjir Semarang

Menurutnya, penguatan infrastruktur menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko bencana. Apalagi, penanganan persoalan sumber daya air tidak seluruhnya berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Karena itu, koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perlu dilakukan. Pemerintah ingin memastikan langkah antisipasi berjalan lebih awal sehingga kejadian bencana yang pernah terjadi tidak kembali terulang.

Memicu Bencana

Luthfi berharap, sinergi antarpemerintah dan kesiapan infrastruktur bisa menekan dampak curah hujan tinggi di berbagai daerah Jateng. Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Hujan lebat pada Sabtu (31/10/2026) telah memicu sejumlah bencana di Kabupaten Banyumas. BPBD setempat mencatat 21 kejadian, terdiri atas 14 tanah longsor, lima banjir, dan dua kejadian cuaca ekstrem.

Dampaknya cukup beragam, mulai dari kerusakan talud, luapan sungai, hingga tanggul jebol. Rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi sudah mulai nyata.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Jawa Tengah mulai berlangsung pada pekan pertama November 2026. Meski begitu, kedatangannya tidak serentak di seluruh wilayah.

Baca juga: Semarang Jangan Terbiasa dengan Banjir dan Longsor

Daerah sekitar Pegunungan Slamet dan Pegunungan Dieng diperkirakan lebih dulu memasuki musim hujan. Wilayah tersebut meliputi bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo.

Sebaliknya, sejumlah kawasan pantura dan Jawa Tengah bagian timur diperkirakan baru memasuki musim hujan sekitar awal Desember. Dengan kondisi tersebut, kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi pekerjaan penting. Sebab, bencana tidak pernah mengirim undangan sebelum datang.

Jangan sampai pemerintah baru sibuk mencari ekskavator, pompa, dan bantuan ketika air sudah masuk rumah warga. Mitigasi mestinya bekerja sebelum bencana mengetuk pintu, bukan setelah warga keburu mengangkat barang ke tempat yang lebih tinggi. (tebe)

You Might Also Like

2026, Status Honorer Guru Semarang Resmi Tamat

DPRD Jateng Singgung “Haus Viral” di Kalangan Pelajar

HIPMI Semarang Resmi Dilantik, Wali Kota: Saatnya Anak Muda Jadi Mesin Ekonomi Kota!

Minim Pendaftar, Disdik Semarang Buka SPMB SD Gelombang Kedua

Hotman Bongkar Fakta Mengejutkan: Bos Sritex Disikat setelah Tolak Gabung BUMN Danareksa

TAGGED:ahmad luthfibanjir semarangheadlinepemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Sentil Budaya Wajib Ikut PKK: Organisasi Partisipatif, Bukan untuk Memaksa Warga
Next Article Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROMOSI JUDOL: Seorang perempuan berinisial RUI (kanan) ditangkap polisi setelah diduga mempromosikan situs judi online. (ist)

Bikin Jejaring Mirip MLM untuk Endors Judol, Perempuan Semarang Meringkuk di Penjara

Pakar: Pembangunan Masif di Kawasan Atas Perbesar Risiko Banjir Semarang

Jateng Guyur Petani dengan 1.507 Alsintan, Panen Sehektare Cuma 2 Jam!

Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi

Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Natal Nggak Cuma Soal Lilin, PDIP Ingatkan: Saatnya Turun Tangan dan Rawat Alam

Desember 25, 2025
Flyer penukaran uang baru di Stasiun Semarang Tawang dan Poncol.
Info

Serunya Mudik Naik Kereta Sekalian Berburu Uang Baru, Ada di Stasiun Tawang dan Poncol

Maret 12, 2026
Sepak Bola

Cordova Edupartment Lanjut Dampingi PSIS Arungi Musim 2026/27

Juli 1, 2026
Info

Warga Jangli Nunggu Kepastian Relokasi

April 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?