Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hotman Bongkar Fakta Mengejutkan: Bos Sritex Disikat setelah Tolak Gabung BUMN Danareksa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
HukumUnik

Hotman Bongkar Fakta Mengejutkan: Bos Sritex Disikat setelah Tolak Gabung BUMN Danareksa

R. Izra
Last updated: April 28, 2026 8:05 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Hotman Paris dan tim mendampingi kliennya, bos Sritex dalam sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/4/2026). (bae)
Hotman Paris dan tim mendampingi kliennya, bos Sritex dalam sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/4/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea buka suara soal kasus kliennya, Iwan Setiawan Lukminto. Dia bilang, bos Sritex itu dikriminalisasi gara-gara nolak tawaran akuisisi dari Danareksa.

Hal itu disampaikan langsung di sidang Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/4/2026). Hotman bilang awalnya ada ajakan kerja sama lewat skema KSO dari pemerintah.

Tapi, menurut dia, skemanya berat sebelah. Sritex disebut kebagian beban besar, sementara pihak Danareksa justru di posisi lebih untung.

Bacaaja: Bos Sritex Merengek di Depan Hakim Tipikor, Nangis Minta Dibebaskan
Bacaaja: Duo Iwan Bos Sritex Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara dan Bayar Rp1,3 Triliun

“Waktu itu diminta ada uang jaminan Rp600 miliar dari Sritex supaya KSO jalan,” kata Hotman.

Iwan pun keberatan. Soalnya selain harus serahin aset termasuk pabrik, dia juga diminta setor ratusan miliar.

Nah, dari situ masalah mulai muncul. Hotman menduga, penolakan itulah yang bikin kliennya akhirnya dijerat kasus pidana.

“Begitu deal gagal di pusat, kayaknya langsung ada telepon ke kejaksaan, ‘sikat’,” ujar Iwan dengan nada emosi, menirukan situasi saat itu.

Hotman melihat perkara ini gak murni hukum. Dia menilai ada kepentingan lain, termasuk faktor politis yang ikut bermain.

“Kalau kerja sama itu jadi, kasus ini gak akan ada,” tegasnya.

Saat kasus ini belum bergulir, kondisi Sritex memang sedang nggak baik-baik saja. Sehingga, pemerintah punya kepentingan untuk membantu.

Dalam skenario itu, Danareksa disebut-sebut jadi salah satu kandidat solutif. Tujuannya biar operasional tetap jalan dan gak terjadi dampak sosial besar.

Hotman juga nyinggung soal potensi PHK massal waktu itu. Menurut dia, isu ini sempat jadi perhatian serius di level pusat.

“Kalau PHK besar-besaran, jelas nggak bagus buat pemerintah. Saya juga sempat bahas ini bolak-balik dengan teman-teman di Istana,” katanya. (bae)

You Might Also Like

“Berani Gak?” Gus Yazid Tantang Jaksa Periksa Pangdam Jaya Letjen Dedi

Pesawat Smart Air Terpeleset di Lanny Jaya, Polisi: Bawa Bahan Makanan, Gak Ada Korban Jiwa

Polisi Tangkap 7 Pemilik Akun Medsos Diduga Provokasi Demo Ricuh

Hari Ini Prabowo Obral Diskon Tarif Tol hingga Tiket Kereta, Ada Apa dengan Ekonomi RI?

Peta Strategi PDIP Pasca-Comeback Hasto Kristiyanto

TAGGED:bos sritexbumndanareksaheadlinehotman pariskriminalisasi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Imbas Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, 2 Kereta dari Semarang Tujuan Jakarta Batal Berangkat
Next Article Ilustrasi pemain ebeg saat kesurupan. Pengalaman Kesurupan Pemain Ebeg Banyumasan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pasar Maling Naik Kelas, Disiapkan Jadi Tempat Nongkrong

Misteri Glamping Posong Terjawab, ‘Silent Killer’ Jadi Penyebab

Tak Lagi Rata Semua, Duit Dapur MBG Kini Disetel

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun, Momen Menata Harapan Baru

SAMPAIKAN TUNTUTAN - Peserta aksi massa memanjat gerbang kantor Gubernuran Jateng, di Semarang, Senin (13/6/2026). Massa menyampaikan 5 tuntutan rakyat, serta menyorot peran TNI-Polri yang banyak menduduki jabatan sipil, sebagai bagian dari gejala militerisme. (dul)

Ribuan Mahasiswa Semarang Raya Kepung Gubernuran, Sampaikan Panca Tuntutan Rakyat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan PM Kanada Mark Carney usai pertemuan bilateral kedua negara di West Block Parliament Hill Ottawa Kanada, Rabu (24/9/2025). Foto: dok. Biro Pers Kepresidenan
Ekonomi

Perjanjian Kemitraan ICA-CEPA Diteken; Kanada Siap Hapus 90,5% Tarif Impor Produk Indonesia

September 25, 2025
Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Info

Indonesia Gabung Dewan Keamanan Trump Bayar Rp16,9 Triliun? Nurut Banget Sama Amerika

Januari 22, 2026
Unik

Tech Thrills: Immerse in the Future with VR Innovations

Oktober 15, 2023
Viral

Ini Nih Duduk Perkara Boikot Trans7, Gegara Hina Lirboyo

Oktober 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hotman Bongkar Fakta Mengejutkan: Bos Sritex Disikat setelah Tolak Gabung BUMN Danareksa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?