Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Sentil Budaya Wajib Ikut PKK: Organisasi Partisipatif, Bukan untuk Memaksa Warga
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Agustina Sentil Budaya Wajib Ikut PKK: Organisasi Partisipatif, Bukan untuk Memaksa Warga

T. Budianto
Last updated: November 3, 2026 4:51 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
FOTO BERSAMA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, berfoto bersama ratusan mahasiswa peserta Training Legislatif Dasar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (FH Undip) di Aula Gedung Prof. Purwahid Patrik, SH, Semarang, Minggu (1/11/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Ikut PKK bukan berarti semua warga harus siap setiap saat. Ada yang sibuk bekerja, mengurus keluarga, mengejar pendidikan, atau punya agenda lain. Karena itu, keterlibatan dalam organisasi pemberdayaan masyarakat seharusnya lahir dari kesadaran, bukan sekadar kewajiban.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat menjadi narasumber Training Legislatif Dasar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) 2026 di Aula Gedung Prof. Purwahid Patrik, SH, Minggu (1/11/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa, Agustina membahas pentingnya prinsip inklusivitas dalam tata kelola kebijakan publik. Salah satu contoh yang disorot adalah keberadaan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai organisasi mitra pemerintah yang tumbuh dari partisipasi masyarakat.

Menurutnya, PKK bukan organisasi yang dibentuk untuk menjalankan instruksi pemerintah secara kaku. Organisasi tersebut memiliki kemandirian dan ruang gerak sendiri, mulai dari tingkat pusat hingga lingkungan RT.

Baca juga: Petisi Sederhanakan Kegiatan PKK Semarang Tembus 4.490 Tanda Tangan

“PKK adalah sebuah lembaga mitra. Pemerintah itu memiliki mitra, banyak mitranya. Salah satunya adalah PKK. Dia berdiri bebas, merdeka. Dibentuk mulai dari pusat sendiri sampai dengan tingkat RT. Tidak ada paksaan. Lembaga partisipatif,” jelas Agustina.

Ia menegaskan, karakter partisipatif PKK harus tetap dijaga. Artinya, masyarakat diberi kebebasan untuk terlibat sesuai waktu, kondisi, dan kemampuan masing-masing.

Agustina juga mengingatkan agar ketidakhadiran seseorang dalam kegiatan PKK tidak buru-buru dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap organisasi tersebut.

“Kalau ada warga masyarakat yang tidak mau terlibat di dalam urusan PKK, bukan karena dia menolak eksistensi PKK. Bukan. Tetapi mungkin tidak ada waktunya,” ungkapnya.

Partisipasi Warga

Menurut Agustina, kesibukan pekerjaan, pendidikan, hingga tanggung jawab keluarga merupakan kondisi yang perlu dipahami. Partisipasi masyarakat tidak semestinya diukur hanya dari seberapa sering seseorang hadir dalam kegiatan organisasi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembagian peran yang proporsional antara pemerintah dan organisasi mitra. Kolaborasi tetap diperlukan, tetapi tidak boleh sampai menghilangkan kemandirian maupun mencampuradukkan kewenangan masing-masing.

Melalui forum tersebut, Agustina mengajak mahasiswa memahami bahwa kebijakan publik yang inklusif bukan sekadar membuka ruang keterlibatan masyarakat. Lebih dari itu, pemerintah juga harus menghormati perbedaan kondisi warga dan kebebasan organisasi dalam menjalankan perannya.

Baca juga: Cetak 600 Kader Paralegal, PKK Jateng Bangun Garda Terdepan Perlindungan Perempuan dan Anak

Pesan ini menjadi bekal bagi calon legislator agar kelak mampu mengawal kebijakan yang memberi ruang bagi partisipasi publik.

Sebab, pemberdayaan masyarakat mestinya membuat warga merasa berdaya, bukan malah merasa punya pekerjaan tambahan. PKK tempat berkolaborasi, bukan tempat menghitung siapa paling rajin hadir dan siapa paling sering absen. (tebe)

You Might Also Like

Ferry Irwandi Ajak Patungan untuk Hutan Kalimantan: Supaya Gak Ditebang, Dibakar, dan Ditambang

Voli Semarang Pulang Bawa Perak dan Perunggu

Program MBG Jateng Dipuji, Jadi Barometer Nasional

Luthfi: Jangan Cuma Jadi Tukang Kritik, Mahasiswa Juga Harus Ikut Bangun Daerah

Pemkot Siapkan Jalur Konektivitas Heritage, Wisata Kota Lama Bakal Terkoneksi ke Pecinan hingga Kampung Melayu

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangpkk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Banjir Semarang Terus Berulang, Akademisi Nilai Mitigasi Belum Maksimal
Next Article Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROMOSI JUDOL: Seorang perempuan berinisial RUI (kanan) ditangkap polisi setelah diduga mempromosikan situs judi online. (ist)

Bikin Jejaring Mirip MLM untuk Endors Judol, Perempuan Semarang Meringkuk di Penjara

Pakar: Pembangunan Masif di Kawasan Atas Perbesar Risiko Banjir Semarang

Jateng Guyur Petani dengan 1.507 Alsintan, Panen Sehektare Cuma 2 Jam!

Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi

Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

HUT Nggak Cuma Tiup Lilin, Semarang Kasih 17 “Kado Nyata”

April 13, 2026
Eks bos Sritex, Iwan Setiawan (kemeja putih) berjalan keluar ruang sidang usai menjalani tuntutan di pengadilan, Senin (20/4/2026). (bae)
Hukum

Kredit Sritex Dikorupsi, Dipakai Buat Beli Apartemen dan Mobil Mewah

April 20, 2026
Ekonomi

Investor Silakan Masuk, Luthfi: Tapi Jangan Lupa Warga Lokal

Mei 6, 2026
Ilustrasi seorang muslim hendak membayar zakat fitrah.
Info

Mau Bayar Zakat Fitrah? Jangan Lupa Niat dan Bacaan Lengkapnya Berikut Ini

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Sentil Budaya Wajib Ikut PKK: Organisasi Partisipatif, Bukan untuk Memaksa Warga
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?