BACAAJA, SEMARANG– Di lapangan, targetnya tentu menang. Kalau bisa, sekalian borong emas. Namun, olahraga bukan cerita yang selalu berakhir dengan podium tertinggi.
Tim voli indoor Kota Semarang harus menerima kenyataan membawa pulang satu perak dan satu perunggu dari Porprov Jawa Tengah 2026. Meski belum mampu mengulang sukses mengawinkan dua medali emas seperti tahun sebelumnya, perjuangan tim putra dan putri tetap mendapat apresiasi.
Ketua Umum PBVSI Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengingatkan para atlet agar tidak menjadikan warna medali sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Di final putra, Kota Semarang melawan Kudus. Alhamdulillah kita berhasil meraih medali perak,” kata Iswar yang juga Wakil Wali Kota Semarang seusai pertandingan di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, Jumat (30/10/2026).
Baca juga: Porprov 2026, Kota Semarang Bidik Dwi Sukses
Iswar mengakui, hasil tahun ini memang mengalami penurunan dibandingkan Porprov sebelumnya. Jika tahun lalu tim putra dan putri sama-sama menggenggam emas, kali ini Semarang harus puas dengan perak dan perunggu.
Namun, dia meminta para pemain tidak larut dalam kekecewaan. Perjalanan masih panjang dan kesempatan memperbaiki prestasi tetap terbuka. “Tidak apa-apa, anak-anak saya pesan tetap berjuang, berlatih terus, dan mudah-mudahan pada event-event mendatang kita bisa memberikan sebuah prestasi yang lebih baik,” ujarnya.
Di sektor putra, Kota Semarang sebenarnya mengawali final dengan cukup meyakinkan. Set pertama berhasil dicuri dengan skor 25-21. Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama.
Kabupaten Kudus bangkit dan menyapu tiga set berikutnya dengan skor 25-18, 25-17, dan 25-17. Kemenangan 3-1 memastikan Kudus menjadi juara, sementara Semarang harus puas di posisi kedua.
Medali Perunggu
Medali perunggu putra menjadi milik Kabupaten Grobogan setelah menaklukkan tuan rumah Kabupaten Semarang dengan skor 3-0 dalam laga perebutan tempat ketiga.
Nasib tim putri Kota Semarang tak jauh berbeda. Langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah dari Kabupaten Grobogan dalam pertandingan empat set, dengan skor 19-25, 16-25, 25-17, dan 17-25.
Namun, kegagalan ke final bukan alasan untuk angkat tangan. Saat bertemu Kabupaten Semarang dalam perebutan peringkat ketiga, para pemain putri tampil dominan dan menang telak 3-0.
Grobogan akhirnya menjadi juara sektor putri setelah mengalahkan Kota Surakarta melalui duel lima set dengan skor 3-2. Satu perak dan satu perunggu menjadi hasil akhir voli indoor Kota Semarang. Catatan ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi PBVSI untuk membenahi pembinaan dan mematangkan persiapan menuju kompetisi berikutnya.
Baca juga: Porprov Jateng 2026 Bikin Dompet Warga Semarang Ikut “Bertanding”
Sebab, mempertahankan prestasi memang tidak cukup dengan mengenang kejayaan tahun lalu. Medali emas tak bisa diwariskan seperti piala di lemari. Ia harus kembali diperjuangkan lewat latihan, evaluasi, dan kerja keras. Kalau targetnya ingin kembali jadi juara, tentu tak cukup hanya bermodal slogan juara! (tebe)

