BACAAJA, SEMARANG– Kawasan Kota Lama Semarang lagi naik level. Nggak cuma jadi spot nostalgia dan wisata sejarah, tapi juga berubah jadi surganya kuliner malam lewat hadirnya Bodjong Night Market.
Pasar malam ini buka setiap hari mulai pukul 15.00 sampai 03.00 WIB. Artinya, mau kamu tim “nongkrong santai sore” atau “lapar brutal tengah malam”, semuanya kebagian jatah.
Yang bikin menarik, ada sekitar 60 tenant yang siap manjain lidah. Mulai dari makanan khas Semarang dan Nusantara sampai menu kekinian yang sering wara-wiri di media sosial. Jadi nggak ada alasan buat bilang “bingung mau makan apa”.
Baca juga: Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bahkan mengaku cukup kaget sekaligus senang dengan kemunculan konsep ini. Menurutnya, ide yang lagi digodok pemerintah soal penguatan ekonomi tiba-tiba ketemu bentuk nyatanya di lapangan.
“Ajaib ya, saya baru bikin konsepnya, tiba-tiba sudah ada Bodjong Night Market,” ujarnya. Bodjong Night Market ini nyambung banget sama program “Waras Ekonomi” yang lagi digencarkan Pemkot Semarang.
Pemberdayaan UMKM
Program ini fokus ke pemberdayaan UMKM, bukan cuma lewat bantuan uang, tapi juga lewat akses dan pendampingan. Targetnya nggak main-main, sekitar 30 ribu UMKM di Semarang bakal didata, dipetakan, lalu dikasih “treatment” sesuai kebutuhan.
Ada yang butuh legalitas, ada yang perlu sertifikasi, ada juga yang cuma butuh dipertemukan dengan pasar. “Kadang yang dibutuhkan bukan modal, tapi akses. Ditunjukkan jalannya, dipertemukan dengan mitra,” kata Agustina.
Nah, lewat Bodjong Night Market ini, harapannya perputaran uang makin terasa. UMKM punya tempat jualan, pengunjung punya tempat jajan, ekonomi pun ikut jalan.
Baca juga: Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!
Nggak berhenti di situ, Pemkot juga punya rencana buat “menghidupkan kembali” titik-titik ekonomi yang sempat redup. Salah satunya kawasan Pasar Johar yang bakal didorong jadi hub ekonomi kreatif, tempat UMKM ketemu langsung dengan hotel, kantor, sampai sektor jasa lainnya.
Kalau perut kenyang, dompet muter, dan UMKM naik kelas, mungkin ini yang dimaksud “waras ekonomi”. Tapi ya, semoga yang ikut “waras” nggak cuma pasar malamnya… kebijakan siangnya juga. (tebe)

