Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Prodi Ini Diburu Orang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Prodi Ini Diburu Orang

Fenomena itu terlihat dari tingginya persaingan masuk Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian UGM. Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2026, sebanyak 271 siswa berebut hanya 27 kursi yang tersedia. Artinya, satu kursi diperebutkan sekitar 10 pendaftar.

Nugroho P.
Last updated: Juni 4, 2026 11:56 am
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi pertanian.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Ada satu program studi di Universitas Gadjah Mada yang diam-diam sedang naik daun. Bukan kedokteran, bukan hukum, dan bukan pula teknik yang selama ini identik dengan persaingan ketat. Justru program studi yang berkaitan dengan pertanian kini menjadi magnet baru bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah.

Fenomena itu terlihat dari tingginya persaingan masuk Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian UGM. Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2026, sebanyak 271 siswa berebut hanya 27 kursi yang tersedia. Artinya, satu kursi diperebutkan sekitar 10 pendaftar.

Angka tersebut menunjukkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap dunia pertanian. Jika dulu sektor ini kerap dianggap identik dengan pekerjaan di sawah atau ladang, kini banyak siswa mulai melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang menawarkan peluang luas.

Ketua Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Fakultas Pertanian UGM, Hani Perwitasari, menilai lonjakan peminat tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, pertanian modern saat ini sudah berkembang jauh melampaui aktivitas bercocok tanam semata.

Dalam praktiknya, sektor pertanian kini terhubung dengan banyak bidang lain, mulai dari bisnis, perdagangan, teknologi, hingga kebijakan publik. Karena itu, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memahami seluruh rantai pertanian juga semakin besar.

Hani menjelaskan mahasiswa di program studi tersebut tidak hanya diajarkan cara memahami produksi pertanian. Mereka juga dilatih membaca tren pasar, mengelola usaha, melakukan analisis ekonomi, hingga menyusun rekomendasi kebijakan yang berkaitan dengan pangan dan pertanian.

Inilah yang menjadi daya tarik utama program studi tersebut. Mahasiswa mendapatkan kombinasi ilmu yang cukup lengkap karena mempelajari sisi ekonomi sekaligus aspek bisnis pertanian dalam satu paket pembelajaran.

Di satu sisi, mahasiswa bisa mendalami ekonomi pertanian yang berkaitan dengan harga komoditas, perdagangan hasil pertanian, hingga isu ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, mereka juga dapat memperkuat kemampuan di bidang manajemen agribisnis seperti pemasaran, keuangan, serta pengelolaan usaha.

Kurikulum yang diterapkan pun dibuat cukup fleksibel. Pada masa awal perkuliahan, mahasiswa tetap dibekali dasar-dasar ilmu pertanian agar memahami proses produksi dari hulu. Mereka belajar mengenai tanah, mikrobiologi, budidaya tanaman, hingga berbagai aspek teknis pertanian lainnya.

Setelah fondasi tersebut terbentuk, pembelajaran mulai bergeser ke bidang ekonomi dan bisnis. Mahasiswa akan bertemu dengan berbagai mata kuliah yang membahas pembangunan pertanian, ekonomi internasional, pemasaran, hingga strategi pengembangan usaha agribisnis.

Perpaduan dua dunia ini membuat lulusan tidak hanya memahami bagaimana produk pertanian dihasilkan, tetapi juga mengerti bagaimana produk tersebut bisa memiliki nilai ekonomi yang tinggi di pasar.

Keunggulan lainnya adalah program studi ini terbuka bagi siswa dengan latar belakang IPA maupun IPS. Menurut Hani, kedua latar belakang tersebut justru bisa saling melengkapi ketika memasuki dunia pertanian modern.

Siswa yang memiliki dasar sains biasanya lebih cepat memahami proses produksi dan teknologi pertanian. Sementara mereka yang terbiasa dengan ilmu sosial dan ekonomi cenderung unggul dalam analisis bisnis maupun kebijakan.

Di tengah berbagai tantangan global saat ini, mulai dari ancaman krisis pangan, ketergantungan impor, perubahan iklim, hingga gejolak harga bahan pangan, kebutuhan terhadap lulusan yang memahami berbagai aspek tersebut semakin meningkat.

Karena itu mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori. Mereka juga dilatih membaca data, mengolah informasi, melakukan riset, dan menyusun solusi yang bisa diterapkan dalam dunia nyata.

Pendekatan seperti ini membuat lulusan memiliki kemampuan yang cukup luas. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi pelaku usaha pertanian, tetapi juga calon pengambil kebijakan yang mampu membaca persoalan sektor pangan secara komprehensif.

Prospek kerja yang terbuka juga menjadi salah satu alasan meningkatnya minat calon mahasiswa. Alumni program studi ini tersebar di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun swasta.

Banyak lulusan yang berkarier di kementerian, lembaga negara, perusahaan pangan nasional, industri perbankan, hingga organisasi internasional yang bergerak di bidang pembangunan dan ketahanan pangan.

Tidak sedikit pula yang memilih membangun usaha sendiri. Dunia agribisnis saat ini menawarkan banyak peluang, mulai dari perdagangan hasil pertanian, pengolahan pangan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk pertanian.

Perubahan cara pandang terhadap sektor pertanian inilah yang dinilai menjadi penyebab meningkatnya minat siswa setiap tahun. Pertanian kini tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional yang tertinggal oleh perkembangan zaman.

Sebaliknya, banyak anak muda mulai melihat pertanian sebagai arena strategis yang mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, bisnis, dan kebijakan dalam satu bidang yang sangat dekat dengan kebutuhan manusia sehari-hari.

Lonjakan peminat di Program Studi Ekonomi Pertanian dan Agribisnis UGM menjadi bukti bahwa persepsi tersebut perlahan berubah. Dari yang dulu kerap dipandang sebelah mata, kini program studi ini justru menjadi salah satu tujuan yang diperebutkan banyak siswa karena dianggap mampu membuka jalan menuju berbagai peluang karier di masa depan. (*)

You Might Also Like

Gubernur Luthfi Ajak Mahasiswa “Ngintil Sehari” Jadi Kepala Daerah, Biar Nggak Cuma Demo Doang!

Banjarnegara Dorong Inovasi Guru TK lewat Pelatihan Deep Learning dan Karakter Anak Hebat

Proyek Kakao Fiktif, Tiga Dosen Bergelar Doktor Jadi Terdakwa

KPK Endus Pungli pada SPMB

Santri Kuliah Sampai Luar Negeri, Kenapa Enggak?

TAGGED:kampuspertanianprodi dicariprodi larisugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jejak Dadan dan Dua Rekannya Disebut Cari Cuan Bareng
Next Article Preman Sok Jago Tendag Wanita Hamil Sampai Kesakitan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran

Pelayanan Serba Online, Sekda Jateng Ingatkan Bahaya Pembobolan Data

Megawati: “Kudatuli Bukan Debu Sejarah, Itu Luka Demokrasi yang Belum Selesai”

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tim Sar Sidoarjo sedang mengevakuasi reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Jawa Timur yang ambruk. dari 42 ribu pesantren se_indonesia, hanya 51 pesantren yang bangunannya memiliki ijin atau legal. Foto: dok/PemkabSidoarjo
Pendidikan

42 Ribu Pesantren, Cuma 51 yang Legal. Serius Nih?

Oktober 8, 2025
Pendidikan

SPMB SMA/SMK Resmi Dibuka, Luthfi: No Titip, No Jastip

Mei 20, 2026
Pendidikan

SMANKO, Cetak Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Rapor

Juni 7, 2026
Pendidikan

Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Prodi Ini Diburu Orang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?