BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng resmi ngadain lomba penulisan artikel populer buat mahasiswa se-Jateng di tahun 2026. Total hadiahnya tembus Rp14 juta, plus bonus gengsi berupa piagam dari Gubernur.
Tema yang diangkat juga nggak kaleng-kaleng: soal inovasi, capaian, sampai tantangan pembangunan di Jawa Tengah. Jadi bukan sekadar nulis, tapi juga diajak mikir dan “nguliti” kebijakan.
Baca juga: Kinerja Pemprov Jateng Diapresiasi Pusat
Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, bilang lomba ini jadi ruang buat mahasiswa nyuarain ide, kritik, sampai gagasan segar. “Kami kasih ruang buat mahasiswa berkontribusi langsung lewat tulisan. Ini bukan cuma lomba, tapi juga wadah menyampaikan pemikiran,” ujarnya.
Topiknya pun luas banget. Mulai dari isu infrastruktur dan lingkungan kayak penanganan rob, perbaikan jalan, sampai program transportasi. Lanjut ke sosial-ekonomi seperti pengentasan kemiskinan dan investasi.
Perlu Diuji
Bahkan sektor kesehatan dan pendidikan juga masuk, termasuk program dokter spesialis keliling (Speling) dan beasiswa santri. Menurut Sumarno, program-program yang digagas di era kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin memang perlu “diuji” dari berbagai sudut pandang, termasuk dari mahasiswa.
Bukan cuma biar dapat pujian, tapi juga kritik yang membangun. Harapannya, pembangunan yang sudah jalan benar-benar terasa manfaatnya dan nggak cuma jadi laporan di atas kertas.
Pendaftaran lomba ini dibuka dari 15 April sampai 13 Mei 2026. Nantinya bakal dipilih 15 finalis terbaik yang akan presentasi langsung di depan dewan juri pada 21 Mei 2026.
Menariknya, dewan juri datang dari berbagai latar belakang, mulai akademisi, jurnalis, sampai peneliti. Jadi siap-siap aja, tulisanmu bakal diuji dari banyak sudut. Buat yang tertarik, info lengkapnya bisa dicek di website resmi Humas Pemprov Jateng atau Instagram mereka.
Di saat banyak orang sibuk debat di kolom komentar tanpa arah, ada kesempatan buat menuangkan kritik yang dibayar dan didengar. Tinggal pilih: mau terus jadi “netizen +62” yang cuma ribut, atau naik level jadi penulis yang idenya benar-benar diperhitungkan? Kadang yang kurang bukan kesempatan, tapi keberanian buat mulai. (tebe)

